Showing posts with label Wisata Kalbar. Show all posts
Kalbar, Kota Pontianak, Wisata Kalbar
Apa itu kulminasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kulminasi dapat diartikan sebagai puncak tertinggi atau tingkatan tertinggi, dan juga dapat berarti titik tertinggi yangg dicapai suatu benda langit dalam peredaran (semunya) mengelilingi bumi (seperti matahari mencapai titik kulminasi pukul 12.00).
Nah, berbicara Kulminasi yang terjadi pada Matahari, tak lepas dari pembicaraan mengenai Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat, sebab peristiwa kulminasi dapat disaksikan dan hanya dapat disaksikan di tugu Khatulistiwa di Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak Kalimantan Barat, sebuah tugu yang menandakan posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik garis lintang bumi, atau yang biasa disebut dengan Garis Khatulistiwa.
![]() |
| Tugu Khatulistiwa |
Pada peristiwa kulminasi, bayangan Tugu Khatulistiwa akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinar matahari yang tepat bersinar diatas kepala, demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu, jika kita berdiri tegak, bayangan kita juga menghilang di sekitar tugu khatulistiwa ini.
Pontianak tanpa bayangan selalu dirayakan setiap dua kali setahun pada tanggal yang telah disebutkan diatas, peristiwa ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar maupun turis lokal dan mancanegara, sebab peristiwa ini adalah aset pariwisata andalan Kota Pontianak.
Mengenai peristiwa Kulminasi Matahari atau Pontianak Tanpa Bayangan ini dapat juga dilihat dari tulisan saya disini: Pontianak Oktober Festival
Semoga sebuah fenomena alam yang sangat langka dan bisa dikatakan dapat disaksikan di satu-satunya tempat di dunia ini dapat menjadi daya tarik wisata Pontianak, dan Kalimantan Barat pada umumnya, sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi Kota Pontianak dan Kalimantan Barat. (NA)
jalan-jalan, Wisata Kalbar
Pontianak ? Siapa orang Indonesia yang pernah duduk di bangku SD tidak mengetahui kota Pontianak ? Saya yakin sebagian besar mengenalnya sebagai ibukota sebuah provinsi di bagian barat pulau Kalimantan.
Kota yang didirikan padaa tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman inipun dikenal karena posisinya yang tepat berada di tengah-tengah bumi jika ditilik dari arah utara-selatan atau lebih tepatnya disebut berada di garis khatulistiwa, oleh karena itu dikota ini pun berdiri sebuag Tugu Khatulistiwa sebagai penanda hal tersebut. Oleh karena letaknya berada di garis khatulistiwa, dikota ini terjadi suatu fenomena alam yang sudah barang tentu tidak ada di kota lain yakni peristiwa kulminasi matahari, yakni peristiwa dimana matahari tepat berada sejajar dengan garis khatulistiwa yang mengakibatkan tidak akan nampak bayangan dikanan-kiri kita jika berdiri tegak (alias jatuh tepat dibawah kaki kita) yang terjadi 2 kali dalam setahun yakni diantara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, dimana akan di adakan perayaan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah kota di lingkungan tugu khatulistiwa, karena itulah kota ini juga dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa. Bagi para pelancong yang terbiasa di daerah dingin siap-siap saja jika bepergian ke kota ini, panas terik akan anda rasakan (maklum kota ini di daerah khatulistiwa), tetapi tenang saja di sini anda masih bisa menemukan banyak kawasan hutan yang teduh untuk menghindari teriknya panas dan bersantai sejenak sambil mencicipi es lidah buaya yang merupakan salah satu minuman khas kota ini, karena di Pontianak juga terdapat Aloevera center, yaitu tempat pengembangan dan budidaya lidah buaya, yang ternama di Indonesia.
Kota yang didirikan padaa tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman inipun dikenal karena posisinya yang tepat berada di tengah-tengah bumi jika ditilik dari arah utara-selatan atau lebih tepatnya disebut berada di garis khatulistiwa, oleh karena itu dikota ini pun berdiri sebuag Tugu Khatulistiwa sebagai penanda hal tersebut. Oleh karena letaknya berada di garis khatulistiwa, dikota ini terjadi suatu fenomena alam yang sudah barang tentu tidak ada di kota lain yakni peristiwa kulminasi matahari, yakni peristiwa dimana matahari tepat berada sejajar dengan garis khatulistiwa yang mengakibatkan tidak akan nampak bayangan dikanan-kiri kita jika berdiri tegak (alias jatuh tepat dibawah kaki kita) yang terjadi 2 kali dalam setahun yakni diantara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, dimana akan di adakan perayaan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah kota di lingkungan tugu khatulistiwa, karena itulah kota ini juga dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa. Bagi para pelancong yang terbiasa di daerah dingin siap-siap saja jika bepergian ke kota ini, panas terik akan anda rasakan (maklum kota ini di daerah khatulistiwa), tetapi tenang saja di sini anda masih bisa menemukan banyak kawasan hutan yang teduh untuk menghindari teriknya panas dan bersantai sejenak sambil mencicipi es lidah buaya yang merupakan salah satu minuman khas kota ini, karena di Pontianak juga terdapat Aloevera center, yaitu tempat pengembangan dan budidaya lidah buaya, yang ternama di Indonesia.
Selain itu jika anda pernah belajar ilmu bumi, anda akan mengenal sebuah kata yakni 'KAPUAS'. Ya, tepat Kapuas adalah nama sebuah sungai yang dikenal karena merupakan sungai terpanjang di Indonesia, mengalir melintasi kota ini, eksotis bila bersantai ria di sore hari ditepian sungai kapuas, ditengah hiruk-pikuk kota yang sedang berkembang ini.
Bagi anda yang ingin mengenal lebih jauh budaya masyarakatnya, anda juga bisa bertandang ke Keraton Kesultanan Kadariyah Pontianak, Museum Provinsi, Rumah Adat Dayak (Betang), maupun Rumah Adat Melayu, anda akan menemukan eksotisnya budaya masyarakat Kalimantan Barat secara umum ditempat-tempat tersebut. Setelah anda puas menikmati suasana di kota ini, anda dapat , menyicipi makanan khas maupun dan membawa pulang beraneka cendera mata untuk kerabat anda yang dapat anda peroleh di Aloevera center Siantan, kompleks stadion PSP ataupun di sepanjang jalan Tanjungpura dan Gajah Mada yang banyak menyediakannya.
Lha apa hubungannya dengan judul diatas? Ya, Pontianak sebetulnya adalah kota setan (mitosnya seperti itu) karena dahulu, pada saat Sultan Syarif Abdurrahman membawa pasukannya mendarat pertigaan sungai Kapuas dan sungai Landak, dan mendirikan kota ini dahulu banyak sekali terdapat Hantu atau setan Kuntilanak/Puntianak, nah makanya kota ini jadi bernama Pontianak. hiiiii serem....
Apa sekarang masih banyak bos? Udah nggak sekarang bentuknya bukan pontianak lagi, hantunya udah modern berbentuk manusia, bertaring tajam, pintar, dan menghisap darah, hehehe maksud saya hantu sekarang itu adalah manusia yang menjelma menjadi hantu/penjahat (kalo dulu kan hantu yang menjelma jadi manusia). Nah jika tuan-tuan dan nyonya bertandang ke kota ini hanya satu pesan saya, jangan minum air kapuas yah, nanti gak ingat pulang, hehehe beneran?? Maksud saya gak boleh karena gak dimasak gitu lho... (NA)
Bagi anda yang ingin mengenal lebih jauh budaya masyarakatnya, anda juga bisa bertandang ke Keraton Kesultanan Kadariyah Pontianak, Museum Provinsi, Rumah Adat Dayak (Betang), maupun Rumah Adat Melayu, anda akan menemukan eksotisnya budaya masyarakat Kalimantan Barat secara umum ditempat-tempat tersebut. Setelah anda puas menikmati suasana di kota ini, anda dapat , menyicipi makanan khas maupun dan membawa pulang beraneka cendera mata untuk kerabat anda yang dapat anda peroleh di Aloevera center Siantan, kompleks stadion PSP ataupun di sepanjang jalan Tanjungpura dan Gajah Mada yang banyak menyediakannya.
Lha apa hubungannya dengan judul diatas? Ya, Pontianak sebetulnya adalah kota setan (mitosnya seperti itu) karena dahulu, pada saat Sultan Syarif Abdurrahman membawa pasukannya mendarat pertigaan sungai Kapuas dan sungai Landak, dan mendirikan kota ini dahulu banyak sekali terdapat Hantu atau setan Kuntilanak/Puntianak, nah makanya kota ini jadi bernama Pontianak. hiiiii serem....
Apa sekarang masih banyak bos? Udah nggak sekarang bentuknya bukan pontianak lagi, hantunya udah modern berbentuk manusia, bertaring tajam, pintar, dan menghisap darah, hehehe maksud saya hantu sekarang itu adalah manusia yang menjelma menjadi hantu/penjahat (kalo dulu kan hantu yang menjelma jadi manusia). Nah jika tuan-tuan dan nyonya bertandang ke kota ini hanya satu pesan saya, jangan minum air kapuas yah, nanti gak ingat pulang, hehehe beneran?? Maksud saya gak boleh karena gak dimasak gitu lho... (NA)

