Showing posts with label Reportase. Show all posts
Kota Pontianak, Kuliner, Reportase
Rabu siang sekitar pukul 11, saya bersama saudara saya Daniel mampir kesebuah warung makan tepian jalan di Jalan Parit H. Husein 2 Pontianak atau biasanya disebut Jalan Paris 2 oleh warga lokal Pontianak. Awalnya saya hanya menganggap warung makan ini biasa saja seperti halnya warung makan di tepi jalan lainnya, namun ada yang berbeda setelah selang beberapa saat.
Warung makan yang letaknya tak jauh dari Masjid Quba Paris 2 Pontianak ini (lebih kurang 100 Meter sebelumnya) tampilannya memang seperti warung makan tepian lainnya, biasa. Tetapi ada yang tak biasa, ternyata menu makanan yang ditawarkan adalah menu juara. Harganya memang standar juga sama seperti warung makan lainnya, tetapi yang juara adalah citarasanya.
Sebut saja menu andalan dari Mie Paris Pontianak ini, Mie Pangsit Ayam Jamur. Mie Pangsit Spesial ini tersedia dua pilihan yakni Mie Pangsit Jamur Pedas dan Mie Pangsit Jamur Bakso, walaupun juara dan spesial harganya juga standar, cukup puas menikmatinya dan tidak menguras dompet, cocok juga untuk tempat makan bersama sang pujaan hati. (lain kali mau bawa do'i ah makan disini).
![]() |
| Mie Pangsit Spesial ala Mie Paris Pontianak + Bubur Ayam |
Selain Mie Pangsitnya yang juara menu kedua yang juga menurut saya juara yaitu Nasi Goreng Kampung, sedikit berbincang dengan pemilik Mie Paris Pontianak ini yaitu bang Aris Kurniawan, ternyata bumbu untuk masakkannya ini spesial khas Brunei lho, mungkin karena ini Nasi Goreng Kampungnya terasa gurih dan beda dengan nasi goreng biasanya.
Dari perbincangan dengan pemilik "Mie Paris" yaitu bang Aris Kurniawan sang Pengusaha Kuliner Pontianak ini dulunya ia seorang karyawan lho di sebuah perusahaan Retail ternama di Indonesia dan di posisi yang bagus pula, untuk sebagian orang merupakan posisi idaman. Tapi bang Aris cukup ekstrim berani keluar dari Comfort zone-nya dia demi berwirausaha dan membuka warung makan Mie Paris Pontianak Ini. Dua jempol untuk bang Aris.
![]() |
| Bersama Dwi Wahyudi dan Aris Kurniawan |
Selain mie pangsit dan nasi goreng kampung yang merupakan menu juara dari "Mie Paris" masih banyak lagi menu lainnya dengan kualitas rasa yang juga juara akan tetapi harga yang ditawarkan tak menguras kocek anda terlalu dalam, untuk menu makanannya anda cukup merogoh kocek antara 7000 Rupiah sampai dengan 15.000 Rupiah saja untuk satu porsinya. Lumayan bukan?
![]() |
| @MasBetutu_ dan @Andreasric |
Dengan kehadiran "Mie Paris" yang berada di Jalan Paris 2 Pontianak ini menambah lagi satu tujuan tempat makan yang tentunya cocok untuk dijadikan referensi tempat makan di pinggiran jalan yang enak kepada para sahabat. Selain itu menambah semarak dunia kuliner di Kota Khatulistiwa ini. Selamat mencoba. (NA)
Kalbar, Reportase, Tayan
Sungai atau tepian sungai menjadi tempat tumpukan sampah, sudah biasa dan selalu menjadi tempat favorit sebagai tempat warga membuang sampah, hal tersebut juga terjadi di kota ku tercinta, Tayan.
Steigher/pelabuhan kecil di tepian sungai Kapuas yang berada di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir menjadi pelabuhan terakhir dari sampah-sampah yang diproduksi warga. Sudah seperti lazim, warga masyarakat kota kecil ini membuang sampahnya ke sungai dan apabila di saat air Sungai Kapuas surut akan terlihat gunungan sampah di steigher tersebut. Hampir setiap hari, warga membuang sampah ditempat itu. Namun belakangan tak hanya di tempat itu, warga juga membuang sampah dari jembatan Sungai Tayan yang ada di dusun Dalam Tayan. Kondisi ini tentu sangat mengancam kebersihan sungai yang masih digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari serta merusak pandangan mata. Alasan warga membuang sampah ke sungai antara lain adalah tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai menampung sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat.
![]() |
| Sampah yang ada di Steigher Desa Kawat |
Permasalahan sampah yang ada di Tayan ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat serta pemerintah setempat, perlu adanya kepedulian dari instansi pemerintah terkait seperti disediakannya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) bagi warga kota kecil yang makin hari makin padat ini, serta dituntut pula kesadaran dari warga masyarakat itu sendiri, sebab memang masalah sampah sudah menjadi persoalan serius.
,
Kalbar, Kalimantan, Reportase, Tayan
Jalan yang menghubungkan Kota Tayan dan Meliau rusak parah. Poros Tayan-Meliau merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kota Tayan dengan Kecamatan Meliau yang dapat disebut satu wilayah sebab Kecamatan Meliau dan Kecamatan Tayan Hilir secara bersama-sama akan membentuk suatu daerah pemekaran baru kelak, selain itu secara historis memiliki kaitan dan hubungan erat, sebab banyak warga di kedua kota tersebut yang masih memiliki hubungan kekerabatan dekat. Tetapi sayangnya kondisi jalan yang apabila dalam kondisi kering menghubungkan kota Tayan dan Kota Meliau dengan jarak tempuh hanya sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, rusak parah. Gambar yang diambil oleh teman penulis dibawah ini merupakan kondisi terkini jalan yang merupakan jalur terpendek apabila ingin menuju ke Kota Pontianak dari Meliau yang hanya memakan waktu sekitar 3 jam, bandingkan apabila masyarakat meliau harus menempuh jalur Meliau-Bodok yang memakan waktu empat setengah sampai lima jam.
![]() |
| Kondisi Jalan Tayan-Meliau |
Oleh karena kondisi jalan poros Tayan-Meliau yang rusak parah tak jarang terjadi kecelakaan lalu-lintas seperti tergelincirnya kendaraan milik masyarakat yang mengangkut hasil pertanian maupun kendaraan pribadi di jalur ini.
![]() |
| Kecelakaan di Jalan Tayan-Meliau |
Sebagai warga masyarakat yang juga sering melewati jalur tersebut, penulis cukup prihatin dengan keadaan jalan tersebut. Sempat terdengar kabar bahwa jalan ini pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten, tetapi kondisi di lapangan tak ubahnya tak tersentuh perawatan apapun, bahkan di jalur ini tepatnya di dusun Sungai Ronggas terdapat satu jembatan yang hanya terlihat beton pondasinya saja tanpa adanya kelanjutan dari pembangunan jembatan tersebut, apa yang menjadi kendala? Kekurangan biaya dari pemerintah untuk melanjutkannya, atau dana yang ada telah lari ke kantong oknum-oknum tertentu. Entahlah. (NA)
Gambar Diambil Oleh: Rizky Kurniawan
Kalbar, Kalimantan, Kota Pontianak, Pontianak October Festival, Reportase
| Sang Juara, Marching Band dari SMPN 1 Teluk Pakedai |
SMP Negeri 1 Teluk Pakedai Berhasil meraih juara pertama pada Festival Marching Band Tingkat SMP dalam rangka Pontianak Oktober Festival yang merupakan rangkaian acara menyemarakkan hari jadi Kota Pontianak yang ke 241. Selain itu mereka juga berhasil menyabet gelar Runner Up untuk Lomba Fashion Road.
| Salah satu peserta Fashion Road 2012 |
Pernah melihat hantu atau setan bergentayangan pada siang hari? Tepatnya di gelaran Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP Pontianak Oktober Festival 2012 para setan atau hantu bergentayangan di Jalan Gajah Mada Pontianak di siang hari. Gelaran yang digelar pada sore Minggu, 7 Oktober 2012 ini merupakan gelaran yang untuk kedua kalinya setelah tahun lalu juga diselenggarakan gelaran serupa. Tetapi pada tahun ini mengambil tema yang berbeda. Fashion Road Tingkat SD-SMP Pontianak Oktober Festival pada tahun ini mengambil tema Horor, sehingga mewajibkan peserta Fashion Road menggunakan Kostum dan bergaya ala setan atau hantu . Peserta Fashion Road harus dilengkapi dengan penampilan dan atraksi Marching Band sebab kedua lomba ini merupakan satu kesatuan, dengan kata lain peserta Lomba Marching Band juga harus mengikuti lomba Fashion Road.
Tepat pukul 14.00 Wib acara lomba dimulai dengan ditandai tabuhan drum oleh bapak B. Salman, wakil direktur Pontianak Post, sesaat setelah dibuka hujan pun mengguyur Kota Pontianak sehingga menyebabkan Fashion Road dan Drum Band yang mengambil rute sepanjang Jalan Gajah Mada, start dari halaman Graha Pena, memutar di depan Ligo Mitra dan kembali lagi ke Graha Pena ini ditunda, kemudian baru dimulai kembali pada pukul 14.50 Wib.
Peserta yang ikut berpartisipasi pada event yang diselenggarakan oleh Pontianak Post Grup dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak ini berjumlah lima belas tim yang terdiri dari enam tim Sekolah Dasar dan sembilan tim Sekolah Menengah Pertama.
Setelah semua peserta mencapai garis finish, sembari menunggu pengumuman pemenang, para pelajar SD dan SMP yang menjadi peserta Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP ini pun mendadak mengadakan Flash Mob Gangnam Style mengikuti hentakan Lagu yang diputar oleh panitia penyelenggara. Tak pelak atraksi para peserta ini mengundang kehebohan tersendiri di jeda acara.
| Mendadak Gangnam Style |
Pengumuman pemenang Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP yang ditunggu-tunggu pun tiba, pembawa acarapun segera membacakan keputusan juri, dan berikut daftar pemenang Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP, Minggu 7 Oktober 2012 :
Fashion Road Tingkat SD :
Juara 1 : MIN Teladan
Juara 2 : SD Negeri 3 Pontianak Selatan
Juara 3 : SD Negeri 34 (B) Pontianak Kota
| Juara Fashion Road SD |
Marching Band Tingkat SD :
Juara 1 : SD Negeri 34 (B) Pontianak Kota
Juara 2 : SD Negeri 09 Sungai Kakap, Kubu Raya
Juara 3 : SD Negeri 34 (A) Pontianak Kota
| Juara Marching Band Tingkat SD |
Fashioan Road Tingkat SMP :
Juara 1 : Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak
Juara 2 : SMP Negeri 1 Teluk Pakedai Kubu Raya
Juara 3 : SMP Negeri 11 Pontianak
| Juara Fashion Road Tingkat SMP |
Marching Band Tingkat SMP :
Juara 1 : SMP Negeri 1 Teluk Pakedai, Kubu Raya
Juara 2 : Madarasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak
Juara 3 : SMP Negeri 1 Sungai Raya, Kubu Raya
Kemenangan para pelajar SMP Negeri 1 Teluk Pakedai ini menurut mereka adalah kemenangan terakhir yang mereka persembahkan bagi sekolah tercinta sebab sebagian dari mereka adalah pelajar kelas 3 yang sebentar lagi akan menamatkan pendidikan dasar mereka di SMP tersebut.
Kemeriahan peringatan hari jadi Kota Pontianak yang ke 241 pada tahun 2012 ini tidak berakhir dengan berakhirnya Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP, tetapi masih banyak agenda kegiatan lainnya yang pastinya sangat menarik untuk selalu diikuti dalam rangkaian kegiatan Pontianak Oktober Festival. Salam (NA)
Kalbar, Kalimantan, Kota Pontianak, Pontianak October Festival, Reportase, wisata
Semarak rangkaian acara peringatan hari jadi Kota Pontianak sudah dimulai, yakni dengan adanya perayaan titik Kulminasi atau Pontianak Tanpa Bayangan pada hari ini (22/9) di lokasi Tugu Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.
Tidak hanya Peringatan Hari Tanpa Bayangan saja, rangkaian kegiatan Pontianak October Festival juga dibuka dengan beberapa kegiatan atau acara pada hari pertamanya. Ada tiga agenda kegiatan pada hari pertama Rangkaian kegiatan Pontianak October Festival, yakni :
1. Pontianak Tanpa Bayangan
Tidak hanya Peringatan Hari Tanpa Bayangan saja, rangkaian kegiatan Pontianak October Festival juga dibuka dengan beberapa kegiatan atau acara pada hari pertamanya. Ada tiga agenda kegiatan pada hari pertama Rangkaian kegiatan Pontianak October Festival, yakni :
1. Pontianak Tanpa Bayangan
Titik Kulminasi atau Pontianak Tanpa Bayangan adalah sebuah peristiwa langka dan hanya terjadi satu-satunya di Kota Pontianak. Peristiwa langka tersebut hanya terjadi dua kali setahun yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, peristiwa langka ini menandakan matahari tepat berada di garis tengah bumi.
Didalam peringatan hari tanpa bayangan pada tahun 2012 beragam acara dilaksanakan pada tangggal 21 September hingga tanggal 23 September, diantaranya bazar dan pameran yang diikuti oleh berbagai sentra kerajinan, sekolah maupun kelompok lainnya, lomba Cipta Alat Fenomena Garis Khatulistiwa tingkat pelajar SMA sekota Pontianak yang pada acara pembukaan pagi tadi ditentukan pemenangnya dari SMK Kristen Imanuel Pontianak, yang berhasil mengalahkan dua finalis lainnya dari SMA Bina Utama dan SMK Negeri 2 Pontianak.
| Penyerahan Hadiah Pemenang Lomba Cipta Alat Fenomena Garis Khatulistiwa Oleh Walikota |
| Beberapa Stan Pameran |
Acara peringatan Hari Tanpa Bayangan (22/9) juga disemarakkan oleh beragam hiburan, diantaranya tarian dari tiga etnis terbesar di Kalimantan Barat yakni etnis Tionghoa, Dayak dan Melayu, chearleaders, beatbox, serta Musik Rap yang berkolaborasi dengan kebudayaan Melayu, sehingga menghasilkan suatu perpaduan musik yang unik.
![]() |
| Beragam Hiburan dalam Peringatan Pontianak Tanpa Bayangan |
Titik Kulminasi yang dinantipun tiba, titik kulminasi (Matahari tepat berada di atas garis tengah bumi) pada hari ini jatuh pada Pukul 11 lewat 35 menit, 44 detik, Para tamu undangan maupun warga serta pengunjung yang datang beramai-ramai menyaksikannya.
2. Pembukaan Pontianak Shopping Festival
2. Pembukaan Pontianak Shopping Festival
Pontianak Shopping Festival diselenggarakan untuk dapat meningkatkan gairah bisnis di Kota Pontianak juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kota Pontianak, terutama bagi yang doyan belanja. Pontianak Shopping Festival tidak hanya di selenggarakan di A Yani Mega Mall, tetapi juga di beberapa Supermarket ternama di Kota Pontianak, diantaranya Ligo Mitra, Garuda Mitra, Mitra Mart, dan Toko-toko yang berada di Kompleks Stadion PSP. Pengunjung yang berbelanja di tenant-tenant yang ikut memeriahkan Pontianak Shopping Festival akan mendapatkan kupon berhadiah yang nantinya akan di undi, dan juga mendapatkan diskon khusus. Kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan yakni dari tanggal 22 September hingga 23 Oktober 2012.
3. Peresmian Coffee Street
Pernah melihat seorang walikota menjadi peserta sebuah lomba meracik kopi? Walikota Pontianak H. Sutarmidji, S.H., M.Hum bertanding meracik kopi melawan, dua saingannya yakni Bapak B.Salman Wakil Direktur Pontianak Post dan bapak Sony Perwakilan dari pihak Garuda Indonesia di Cafe Corner Jalan Gajah Mada Pontianak dalam acara peresmian Coffee Street 2012. Juri dalam lomba tersebut adalah Pemilik warung kopi Corner, pemilik Cafe La Terris dan Cafe Queen.
Coffee Street sendiri adalah ajang lomba bagi warung-warung kopi di Kota Pontianak, terutama untuk kebersihan, kerapian dan pelayanannya. Ajang ini juga termasuk dalam rangkaian acara Pontianak October Festival. Diharapkan di ajang ini adalah semakin digalakkannya mutu warung kopi yang ada di Pontianak, sebab warung kopi merupakan salah satu ciri khas Kota Pontianak yang dijadikannya tempat berkumpul bagi beberapa kalangan, baik anak muda maupun kalangan lainnya, dan juga agar warung kopi tradisional seperti yang ada di Kota Pontianak tidak kalah bersaing dengan warung kopi besar yang sudah mendunia seperti halnya Starbuck maupun yang lainnya.
Sebelum lomba acara dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Pontianak Post dan Walikota Pontianak, dan Stand Up Comedy yang dibawakan oleh Pepeng. Setelah dicidipi ileh masing-masing juri Bapak B.Salman keluar sebagai pemenang, selidik punya selidik ternyata bapak ini pernah buka warung kopi, wajar saja menang, hehe.
Coffee Street sendiri adalah ajang lomba bagi warung-warung kopi di Kota Pontianak, terutama untuk kebersihan, kerapian dan pelayanannya. Ajang ini juga termasuk dalam rangkaian acara Pontianak October Festival. Diharapkan di ajang ini adalah semakin digalakkannya mutu warung kopi yang ada di Pontianak, sebab warung kopi merupakan salah satu ciri khas Kota Pontianak yang dijadikannya tempat berkumpul bagi beberapa kalangan, baik anak muda maupun kalangan lainnya, dan juga agar warung kopi tradisional seperti yang ada di Kota Pontianak tidak kalah bersaing dengan warung kopi besar yang sudah mendunia seperti halnya Starbuck maupun yang lainnya.
| Aksi Kontestan Lomba Meracik Kopi |
Menjelang akhir, acara dihebohkan dengan kemunculan sesosok yang mirip dengan Calon Gubernur DKI Jakarta yang terpilih Joko Widodo, sosok yang mengaku bernama Syafarudin ini muncul tiba-tiba dengan menggunakan kemeja kotak-kotak khas Jokowi, sontak membuat tawa seluruh pengunjung yang hadir.
Dalam sesi wawancara pada akhir acara dengan Kadisbudpar Kota Pontianak ibu Hilfira Hamid, beliau mengatakan rangkaian acara Pontianak October Festival juga akan diadakan Lomba Sumpit tingkat Internasional, dimana telah mendaftar lebih kurang 200 peserta dari berbagai negara.
Rangkaian acara Pontianak October Festival telah dimulai, mari datang dan Kunjungi beragam rangkaian kegiatan dan acaranya, meriahkan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak yang ke 241 ini dengan semarak dan rasa aman, agar Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak semakin ramai diminati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik, semoga (NA)
| Penulis (kiri) bersama Jokowi KW 10 dan @artiirhamna |
Rangkaian acara Pontianak October Festival telah dimulai, mari datang dan Kunjungi beragam rangkaian kegiatan dan acaranya, meriahkan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak yang ke 241 ini dengan semarak dan rasa aman, agar Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak semakin ramai diminati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik, semoga (NA)
celoteh, Pendidikan, Reportase, Tayan
Senin, 5 Februari 2012 Sekolah Dasar Negeri Nomor 33 Telabang Kecamatan Tayan Hilir dilanda Banjir. Banjir setinggi ±30 cm menggenangi seluruh halaman sekolah, serta jalan setapak menuju ke sekolah.
Banjir yang menggenangi halaman sekolah ini merupakan luapan sungai Telabang yang mengalir di samping sekolah tersebut. Kejadian banjir di sekolah ini bukan yang pertama kali terjadi tetapi terjadi setiap hujan deras mengguyur karena letak sekolah yang terletak di pinggir sungai Telabang.
Blogging, Internet, Reportase, Review
![]() |
| Tampilan Vlog VIVAnews |
Vlog atau Viva Log merupakan sebuah kanal khusus yang disediakan oleh VIVAnews.Com untuk para blogger di Indonesia, menurut situs tersebut Vlog adalah kanal portal berita, dan melalui kanal ini, VivaNews mengajak para narablog sekalian untuk terlibat dalam proses penciptaan berita. Peristiwa terjadi setiap saat, dan karena itu pasti lebih banyak berita di sekitar kita daripada apa yang kita lihat dari berbagai media, melalui kanal ini berarti Vivanews mengajak para narablog untuk menjadi penyampai berita, pencipta berita.
Untuk dapat memasukan berita para narablog sekalian, narablog cukup menjadi member VIVAnews.com dan sudah bisa mensubmit sendiri berita yang narablog ingin berikan kepada masyarakat ramai. Anda boleh memasukan berita tentang apa saja disini, dan katanya sangat mungkin bisa menjadi salah satu headline di VIVAnews.com. Tetapi tentu saja semua yang anda kirim atau masukan yang dapat berupa teks, foto dan video mendapat penyaringan dari redaksi VIVAnews itu sendiri, dan sudah barang tentu beritu kita berhak di edit oleh redaksi, tetapi jangan khawatir, penyuntingannya tanpa merubah maksud dari isi berita anda, dan anda akan tetap menjadi penyampai berita tersebut.
Selain sebagai media untuk para narablog menyampaikan berita, Vlog nya VIVAnews juga sebenarnya dapat menjadi salah satu sumber untuk mendatangkan pengunjung ke halaman blog milik kita, tentunya dengan mengirimkan artikel yang sebelumnya sudah diposting di blog milik kita, tetapi seperti yang saya alamisendiri, tidak semua konten yang kita masukkan ke Vlog dimuat, hanya beberapa yang mungkin dianggap berkualitas oleh para redaksi Vlog itu sendiri, hal ini saya yakini karena yang saya lihat beberapa artikel yang dimuat di Vlog merupakan artikel yang menarik untuk dibaca.
Awal Oktober ini saya mendaftar sebagai member VIVAnews.com dan mulai mengirimkan artikel-artikel saya ke Vlog, dan saya bersyukur ternyata artikel-artikel saya ada beberapa yang termuat di halaman Vlog selama beberapa hari, dan langsung menjadi seumber utama datangnya pengunjung ke blog milik saya ini.
![]() |
| Halaman Statistik blogger.com |
Seiring dengan pertumbuhan pengunjung, begitu juga dengan pertumbuhan ranking blog ini dibeberapa situs, salah satunya versi Alexa, yang sebelumnya bersusah payah menembus angka di bawah 1 juta, dan kini akhirnya bisa juga bertengger di angka 500 ribuan.
Tetapi sangat disayangkan tuan besar GOOGLE belum bersedia memecahkan bulatan telur PR blog ini, hehe. Tidak masalah lah tentang ranking-rankingan yang penting saya tetap ngeblog, dan ngeblog lagi.
Ini hanya tulisan testimoni saya sebagai ungkapan syukur saja atas jasa Vlog yang menaikan trafic atau mengantarkan sejumlah pengunjung ke blog ini, bukan bermaksud berpihak kemanapun, ataupun mengusung dan mengunggulkan apapun. Salam (NA)





.jpg)










Kejadian banjir ini tentu saja menghambat sejumlah aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut, apalagi pada hari ini siswa kelas VI sedang TRY OUT Ujian Akhir. Untuk dapat menuju ke sekolah siswa dan guru terpaksa melepaskan alas kaki mereka, dan menyingsingkan celana agar tidak basah. Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan tanpamenggunakan alas kaki alias “nyeker”.