, ,

    Rabu siang sekitar pukul 11, saya bersama saudara saya Daniel mampir kesebuah warung makan tepian jalan di Jalan Parit H. Husein 2 Pontianak atau biasanya disebut Jalan Paris 2 oleh warga lokal Pontianak. Awalnya saya hanya menganggap warung makan ini biasa saja seperti halnya warung makan di tepi jalan lainnya, namun ada yang berbeda setelah selang beberapa saat.

    Warung makan yang letaknya tak jauh dari Masjid Quba Paris 2 Pontianak ini (lebih kurang 100 Meter sebelumnya) tampilannya memang seperti warung makan tepian lainnya, biasa. Tetapi ada yang tak biasa, ternyata menu makanan yang ditawarkan adalah menu juara. Harganya memang standar juga sama seperti warung makan lainnya, tetapi yang juara adalah citarasanya.

    Sebut saja menu andalan dari Mie Paris Pontianak ini, Mie Pangsit Ayam Jamur. Mie Pangsit Spesial ini  tersedia dua pilihan yakni Mie Pangsit Jamur Pedas dan Mie Pangsit Jamur Bakso, walaupun juara dan spesial harganya juga standar, cukup puas menikmatinya dan tidak menguras dompet, cocok juga untuk tempat makan bersama sang pujaan hati. (lain kali mau bawa do'i ah makan disini).

    Mie Pangsit Spesial ala Mie Paris Pontianak + Bubur Ayam
    Selain Mie Pangsitnya yang juara menu kedua yang juga menurut saya juara yaitu Nasi Goreng Kampung, sedikit berbincang dengan pemilik Mie Paris Pontianak ini yaitu bang Aris Kurniawan, ternyata bumbu untuk masakkannya ini spesial khas Brunei lho, mungkin karena ini Nasi Goreng Kampungnya terasa gurih dan beda dengan nasi goreng biasanya.
     
    Nasi Goreng Kampung
    Dari perbincangan dengan pemilik "Mie Paris" yaitu bang Aris Kurniawan sang Pengusaha Kuliner Pontianak ini dulunya ia seorang karyawan lho di sebuah perusahaan Retail ternama di Indonesia dan di posisi yang bagus pula, untuk sebagian orang merupakan posisi idaman. Tapi bang Aris cukup ekstrim berani keluar dari Comfort zone-nya dia demi berwirausaha dan membuka warung makan Mie Paris Pontianak Ini. Dua jempol untuk bang Aris.
    Bersama Dwi Wahyudi dan Aris Kurniawan
    Selain mie pangsit dan nasi goreng kampung yang merupakan menu juara dari "Mie Paris" masih banyak lagi menu lainnya dengan kualitas rasa yang juga juara akan tetapi harga yang ditawarkan tak menguras kocek anda terlalu dalam, untuk menu makanannya anda cukup merogoh kocek antara 7000 Rupiah sampai dengan 15.000 Rupiah saja untuk satu porsinya. Lumayan bukan?
    @MasBetutu_ dan @Andreasric
    Dengan kehadiran "Mie Paris" yang berada di Jalan Paris 2 Pontianak ini menambah lagi satu tujuan tempat makan yang tentunya cocok untuk dijadikan referensi tempat makan di pinggiran jalan yang enak kepada para sahabat. Selain itu menambah semarak dunia kuliner di Kota Khatulistiwa ini. Selamat mencoba. (NA)
     

    , ,

    Sungai atau tepian sungai menjadi tempat tumpukan sampah, sudah biasa dan selalu menjadi tempat favorit sebagai tempat warga membuang sampah, hal  tersebut juga terjadi di kota ku tercinta, Tayan.

    Steigher/pelabuhan kecil di tepian sungai Kapuas yang berada di  Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir menjadi pelabuhan terakhir dari sampah-sampah yang diproduksi warga. Sudah seperti lazim, warga masyarakat kota kecil ini membuang sampahnya ke sungai dan apabila di saat air Sungai Kapuas surut akan terlihat gunungan sampah di steigher tersebut. Hampir setiap hari, warga membuang sampah ditempat itu. Namun belakangan tak hanya di tempat itu, warga juga membuang sampah dari jembatan Sungai Tayan yang ada di dusun Dalam Tayan. Kondisi ini tentu sangat mengancam kebersihan sungai yang masih digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari serta merusak pandangan mata. Alasan warga membuang sampah ke sungai antara lain adalah tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai menampung sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat.

    Sampah yang ada di Steigher Desa Kawat
    Permasalahan sampah yang ada di Tayan ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat serta pemerintah setempat, perlu adanya kepedulian dari instansi pemerintah terkait seperti disediakannya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) bagi warga kota kecil yang makin hari makin padat ini, serta dituntut pula kesadaran dari warga masyarakat itu sendiri, sebab memang masalah sampah sudah menjadi persoalan serius.

    , 

    , , ,

    Jalan yang menghubungkan Kota Tayan dan Meliau rusak parah.  Poros Tayan-Meliau merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kota Tayan dengan Kecamatan Meliau yang dapat disebut satu wilayah sebab Kecamatan Meliau dan Kecamatan Tayan Hilir secara bersama-sama akan membentuk suatu daerah pemekaran baru kelak, selain itu secara historis memiliki kaitan dan hubungan erat, sebab banyak warga di kedua kota tersebut yang masih memiliki hubungan kekerabatan dekat. Tetapi sayangnya kondisi jalan yang apabila dalam kondisi kering menghubungkan kota Tayan dan Kota Meliau dengan jarak tempuh hanya sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, rusak parah. Gambar yang diambil oleh teman penulis dibawah ini merupakan kondisi terkini jalan yang merupakan jalur terpendek apabila ingin menuju ke Kota Pontianak dari Meliau yang hanya memakan waktu sekitar 3 jam, bandingkan apabila masyarakat meliau harus menempuh jalur Meliau-Bodok yang memakan waktu empat setengah sampai lima jam.
    Kondisi Jalan Tayan-Meliau
    Oleh karena kondisi jalan poros Tayan-Meliau yang rusak parah tak jarang terjadi kecelakaan lalu-lintas seperti tergelincirnya kendaraan milik masyarakat yang mengangkut hasil pertanian maupun kendaraan pribadi di jalur ini.
    Kecelakaan di Jalan Tayan-Meliau
    Sebagai warga masyarakat yang juga sering melewati jalur tersebut, penulis cukup prihatin dengan keadaan jalan tersebut. Sempat terdengar kabar bahwa jalan ini pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten, tetapi kondisi di lapangan tak ubahnya tak tersentuh perawatan apapun, bahkan di jalur ini tepatnya di dusun Sungai Ronggas terdapat satu jembatan yang hanya terlihat beton pondasinya saja tanpa adanya kelanjutan dari pembangunan jembatan tersebut, apa yang menjadi kendala? Kekurangan biaya dari pemerintah untuk melanjutkannya, atau dana yang ada telah lari ke kantong oknum-oknum tertentu. Entahlah. (NA)

     Gambar Diambil Oleh: Rizky Kurniawan

     

    , , , ,

    Sang Juara, Marching Band dari SMPN 1 Teluk Pakedai

    SMP Negeri 1 Teluk Pakedai Berhasil meraih juara pertama pada Festival Marching Band Tingkat SMP dalam rangka Pontianak Oktober Festival yang merupakan rangkaian acara menyemarakkan hari jadi Kota Pontianak yang ke 241. Selain itu mereka juga berhasil menyabet gelar Runner Up untuk Lomba Fashion Road.

    Salah satu peserta Fashion Road 2012
    Pernah melihat hantu atau setan bergentayangan pada siang hari? Tepatnya di gelaran Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP Pontianak Oktober Festival 2012 para setan atau hantu bergentayangan di Jalan Gajah Mada Pontianak di siang hari. Gelaran yang digelar pada sore Minggu, 7 Oktober 2012  ini merupakan gelaran yang untuk kedua kalinya setelah tahun lalu juga diselenggarakan gelaran serupa. Tetapi pada tahun ini mengambil tema yang berbeda. Fashion Road Tingkat SD-SMP Pontianak Oktober Festival pada tahun ini mengambil tema Horor, sehingga mewajibkan peserta Fashion Road menggunakan Kostum dan bergaya ala setan atau hantu . Peserta Fashion Road harus dilengkapi dengan penampilan dan atraksi Marching Band sebab kedua lomba ini merupakan satu kesatuan, dengan kata lain peserta Lomba Marching Band juga harus mengikuti lomba Fashion Road.

    Tepat pukul 14.00 Wib acara lomba dimulai dengan ditandai tabuhan drum oleh bapak B. Salman, wakil direktur Pontianak Post, sesaat setelah dibuka hujan pun mengguyur Kota Pontianak sehingga menyebabkan Fashion Road dan Drum Band yang mengambil rute sepanjang Jalan Gajah Mada, start dari halaman Graha Pena, memutar di depan Ligo Mitra dan kembali lagi ke Graha Pena ini ditunda, kemudian baru dimulai kembali pada pukul 14.50 Wib.

    Peserta yang ikut berpartisipasi pada event yang diselenggarakan oleh Pontianak Post Grup dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak ini berjumlah lima belas tim yang terdiri dari enam tim Sekolah Dasar dan sembilan tim Sekolah Menengah Pertama.

    Setelah semua peserta mencapai garis finish, sembari menunggu pengumuman pemenang, para pelajar SD dan SMP yang menjadi peserta Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP ini pun mendadak mengadakan Flash Mob Gangnam Style mengikuti hentakan Lagu yang diputar oleh panitia penyelenggara. Tak pelak atraksi para  peserta ini mengundang kehebohan tersendiri di jeda acara.

    Mendadak Gangnam Style
    Pengumuman pemenang Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP yang ditunggu-tunggu pun tiba, pembawa acarapun segera membacakan keputusan juri, dan berikut daftar pemenang Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP, Minggu 7 Oktober 2012 :

    Fashion Road Tingkat SD :
    Juara 1 : MIN Teladan
    Juara 2 : SD Negeri 3 Pontianak Selatan
    Juara 3 : SD Negeri 34 (B) Pontianak Kota

    Juara Fashion Road SD
    Marching Band Tingkat SD :
    Juara 1 : SD Negeri 34 (B) Pontianak Kota
    Juara 2 : SD Negeri 09 Sungai Kakap, Kubu Raya
    Juara 3 : SD Negeri 34 (A) Pontianak Kota
    Juara Marching Band Tingkat SD

    Fashioan Road Tingkat SMP :
    Juara 1 : Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak
    Juara 2 : SMP Negeri 1 Teluk Pakedai Kubu Raya
    Juara 3 : SMP Negeri 11 Pontianak
    Juara Fashion Road Tingkat SMP

    Marching Band Tingkat SMP :
    Juara 1 : SMP Negeri 1 Teluk Pakedai, Kubu Raya
    Juara 2 : Madarasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak
    Juara 3 : SMP Negeri 1 Sungai Raya, Kubu Raya

    Kemenangan para pelajar SMP Negeri 1 Teluk Pakedai ini menurut mereka adalah kemenangan terakhir yang mereka persembahkan bagi sekolah tercinta sebab sebagian dari mereka adalah pelajar kelas 3 yang sebentar lagi akan menamatkan pendidikan dasar mereka di SMP tersebut.

    Kemeriahan peringatan hari jadi Kota Pontianak yang ke 241 pada tahun 2012 ini tidak berakhir dengan berakhirnya Festival Marching Band dan Fashion Road Tingkat SD-SMP, tetapi masih banyak agenda kegiatan lainnya yang pastinya sangat menarik untuk selalu diikuti dalam rangkaian kegiatan Pontianak Oktober Festival. Salam (NA)

    , , , , ,

    Semarak rangkaian acara peringatan hari jadi Kota Pontianak sudah dimulai, yakni dengan adanya perayaan titik Kulminasi atau Pontianak Tanpa Bayangan pada hari ini (22/9) di lokasi Tugu Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara.

    Tidak hanya Peringatan Hari Tanpa Bayangan saja, rangkaian kegiatan Pontianak October Festival juga dibuka dengan beberapa kegiatan atau acara pada hari pertamanya. Ada tiga agenda kegiatan pada hari pertama Rangkaian kegiatan Pontianak October Festival, yakni :

    1. Pontianak Tanpa Bayangan

    Titik Kulminasi atau Pontianak Tanpa Bayangan adalah sebuah peristiwa langka dan hanya terjadi satu-satunya di Kota Pontianak. Peristiwa langka tersebut hanya terjadi dua kali setahun yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, peristiwa langka ini menandakan matahari tepat berada di garis tengah bumi.

    Didalam peringatan hari tanpa bayangan pada tahun 2012 beragam acara dilaksanakan pada tangggal 21 September hingga tanggal 23 September, diantaranya bazar dan pameran yang diikuti oleh berbagai sentra kerajinan, sekolah maupun kelompok lainnya, lomba Cipta Alat Fenomena Garis Khatulistiwa tingkat pelajar SMA sekota Pontianak yang pada acara pembukaan pagi tadi ditentukan pemenangnya dari SMK Kristen Imanuel Pontianak, yang berhasil mengalahkan dua finalis lainnya dari SMA Bina Utama dan SMK Negeri 2 Pontianak.

    Penyerahan Hadiah Pemenang Lomba Cipta Alat Fenomena Garis Khatulistiwa Oleh Walikota
    Beberapa Stan Pameran

    Acara peringatan Hari Tanpa Bayangan (22/9) juga disemarakkan oleh beragam hiburan, diantaranya tarian dari tiga etnis terbesar di Kalimantan Barat yakni etnis Tionghoa, Dayak dan Melayu, chearleaders, beatbox, serta Musik Rap yang berkolaborasi dengan kebudayaan Melayu, sehingga menghasilkan suatu perpaduan musik yang unik.

    Beragam Hiburan dalam Peringatan Pontianak Tanpa Bayangan

    Titik Kulminasi yang dinantipun tiba, titik kulminasi (Matahari tepat berada di atas garis tengah bumi) pada hari ini jatuh pada Pukul 11 lewat 35 menit, 44 detik, Para tamu undangan maupun warga serta pengunjung yang datang beramai-ramai menyaksikannya.

    2. Pembukaan Pontianak Shopping Festival


    Dimulai pukul 14.00 Wib Tanggal 22 September 2012, bertempat di Food Court Lantai 3 A Yani Mega Mall, dan Dibuka oleh Walikota Pontianak. Pontianak Shopping Festival juga adalah rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan hari jadi Kota Pontianak yang ke 241.

    Pontianak Shopping Festival diselenggarakan untuk dapat meningkatkan gairah bisnis di Kota Pontianak juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kota Pontianak, terutama bagi yang doyan belanja. Pontianak Shopping Festival tidak hanya di selenggarakan di A Yani Mega Mall, tetapi juga di beberapa Supermarket ternama di Kota Pontianak, diantaranya Ligo Mitra, Garuda Mitra, Mitra Mart, dan Toko-toko yang berada di Kompleks Stadion PSP. Pengunjung yang berbelanja di tenant-tenant yang ikut memeriahkan Pontianak Shopping Festival akan mendapatkan kupon berhadiah yang nantinya akan di undi, dan juga mendapatkan diskon khusus. Kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan yakni dari tanggal 22 September hingga 23 Oktober 2012.

    3. Peresmian Coffee Street

    Pernah melihat seorang walikota menjadi peserta sebuah lomba meracik kopi? Walikota Pontianak  H. Sutarmidji, S.H., M.Hum bertanding meracik kopi melawan, dua saingannya yakni Bapak B.Salman Wakil Direktur Pontianak Post dan bapak Sony Perwakilan dari pihak Garuda Indonesia di Cafe Corner Jalan Gajah Mada Pontianak dalam acara peresmian Coffee Street 2012. Juri dalam lomba tersebut adalah Pemilik warung kopi Corner, pemilik Cafe La Terris dan Cafe Queen.

    Coffee Street sendiri adalah ajang lomba bagi warung-warung kopi di Kota Pontianak, terutama untuk kebersihan, kerapian dan pelayanannya. Ajang ini juga termasuk dalam rangkaian acara Pontianak October Festival. Diharapkan di ajang ini adalah semakin digalakkannya mutu warung kopi yang ada di Pontianak, sebab warung kopi merupakan salah satu ciri khas Kota Pontianak yang dijadikannya tempat berkumpul bagi beberapa kalangan, baik anak muda maupun kalangan lainnya, dan juga agar warung kopi tradisional seperti yang ada di Kota Pontianak tidak kalah bersaing dengan warung kopi besar yang sudah mendunia seperti halnya Starbuck maupun yang lainnya.

    Aksi Kontestan Lomba Meracik Kopi
    Sebelum lomba acara dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Pontianak Post dan Walikota Pontianak, dan Stand Up Comedy yang dibawakan oleh Pepeng. Setelah dicidipi ileh masing-masing juri Bapak B.Salman keluar sebagai pemenang, selidik punya selidik ternyata bapak ini pernah buka warung kopi, wajar saja menang, hehe.

    Menjelang akhir, acara dihebohkan dengan kemunculan sesosok yang mirip dengan Calon Gubernur DKI Jakarta yang terpilih Joko Widodo, sosok yang mengaku bernama Syafarudin ini muncul tiba-tiba dengan menggunakan kemeja kotak-kotak khas Jokowi, sontak membuat tawa seluruh pengunjung yang hadir.


    Penulis (kiri) bersama Jokowi KW 10 dan @artiirhamna
    Dalam sesi wawancara pada akhir acara dengan Kadisbudpar Kota Pontianak ibu Hilfira Hamid, beliau mengatakan rangkaian acara Pontianak October Festival juga akan diadakan Lomba Sumpit tingkat Internasional, dimana telah mendaftar lebih kurang 200 peserta dari berbagai negara.

    Rangkaian acara Pontianak October Festival telah dimulai, mari datang dan Kunjungi beragam rangkaian kegiatan dan acaranya, meriahkan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak yang ke 241 ini dengan semarak dan rasa aman, agar Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak semakin ramai diminati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik, semoga (NA)

    , , ,


    Senin, 5 Februari 2012 Sekolah Dasar Negeri  Nomor 33 Telabang Kecamatan Tayan Hilir dilanda Banjir. Banjir setinggi ±30 cm menggenangi seluruh halaman sekolah, serta jalan setapak menuju ke sekolah.

    Banjir yang menggenangi halaman sekolah ini merupakan luapan sungai Telabang yang mengalir di samping sekolah tersebut. Kejadian banjir di sekolah ini bukan yang pertama kali terjadi tetapi terjadi setiap hujan deras mengguyur karena letak sekolah yang terletak di pinggir sungai Telabang.

    Kejadian banjir ini tentu saja menghambat sejumlah aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut, apalagi pada hari ini siswa kelas VI sedang  TRY OUT Ujian Akhir. Untuk dapat menuju ke sekolah siswa dan guru terpaksa melepaskan alas kaki mereka, dan menyingsingkan celana agar tidak basah. Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan tanpamenggunakan alas kaki alias “nyeker”.

    , , ,

    Tampilan Vlog VIVAnews

    Vlog atau Viva Log merupakan sebuah kanal khusus yang disediakan oleh VIVAnews.Com untuk para blogger di Indonesia, menurut situs tersebut Vlog adalah kanal portal berita, dan melalui kanal ini, VivaNews mengajak para narablog sekalian untuk terlibat dalam proses penciptaan berita. Peristiwa terjadi setiap saat, dan karena itu pasti lebih banyak berita di sekitar kita daripada apa yang kita lihat dari berbagai media, melalui kanal ini berarti Vivanews mengajak para narablog untuk menjadi penyampai berita, pencipta berita. 

    Untuk dapat memasukan berita para narablog sekalian, narablog cukup menjadi member VIVAnews.com dan sudah bisa mensubmit sendiri berita yang narablog ingin berikan kepada masyarakat ramai. Anda boleh memasukan berita tentang apa saja disini, dan katanya sangat mungkin bisa menjadi salah satu headline di VIVAnews.com. Tetapi tentu saja semua yang anda kirim atau masukan yang dapat berupa teks, foto dan video mendapat penyaringan dari redaksi VIVAnews itu sendiri, dan sudah barang tentu beritu kita berhak di edit oleh redaksi, tetapi jangan khawatir, penyuntingannya tanpa merubah maksud dari isi berita anda, dan anda akan tetap menjadi penyampai berita tersebut.

    Selain sebagai media untuk para narablog menyampaikan berita, Vlog nya VIVAnews juga sebenarnya dapat menjadi salah satu sumber untuk mendatangkan pengunjung ke halaman blog milik kita, tentunya dengan mengirimkan artikel yang sebelumnya sudah diposting di blog milik kita, tetapi seperti yang saya alamisendiri, tidak semua konten yang kita masukkan ke Vlog dimuat, hanya beberapa yang mungkin dianggap berkualitas oleh para redaksi Vlog itu sendiri, hal ini saya yakini karena yang saya lihat beberapa artikel yang dimuat di Vlog merupakan artikel yang menarik untuk dibaca.

    Awal Oktober ini saya mendaftar sebagai member VIVAnews.com dan mulai mengirimkan artikel-artikel saya ke Vlog, dan saya bersyukur ternyata artikel-artikel saya ada beberapa yang termuat di halaman Vlog selama beberapa hari, dan langsung menjadi seumber utama datangnya pengunjung ke blog milik saya ini.
    Halaman Statistik blogger.com
    Seiring dengan pertumbuhan pengunjung, begitu juga dengan pertumbuhan ranking blog ini dibeberapa situs, salah satunya versi Alexa, yang sebelumnya bersusah payah menembus angka di bawah 1 juta, dan kini akhirnya bisa juga bertengger di angka 500 ribuan.

    Tetapi sangat disayangkan tuan besar GOOGLE belum bersedia memecahkan bulatan telur PR blog ini, hehe. Tidak masalah lah tentang ranking-rankingan yang penting saya tetap ngeblog, dan ngeblog lagi.

    Ini hanya tulisan testimoni saya sebagai ungkapan syukur saja atas jasa Vlog yang menaikan trafic atau mengantarkan sejumlah pengunjung ke blog ini, bukan bermaksud berpihak kemanapun, ataupun mengusung dan mengunggulkan apapun. Salam (NA)

    , , , ,

    Sabtu, 24 September 2011 bertempat di Rumah Mimpi komplek Taman Gitananda Pontianak diadakannya kegiatan ON|OFF Chat 2011 Roadshow, dengan Komunitas BELETER sebagai panitia lokal Pontianak. Kegiatan ini mengusung tema "Start Up and Social Media"dan dibagi dengan dua sesi. Sesi pertama berupa seminar dan workshop dengan tiga pembicara yakni Djunita Permata Indah ( Co-founder Startup Lokal Pontianak E-Campus Radio ), Aulia Halimatussadiah ( Woman Onlinepreneur dan Penulis ), dan Emi Dewi ( Co-founder Startup E-Event ). Ketiga pembicara ini membagikan pengalamannya membangun start up mereka serta berbagi tips dan trik kepada peserta dalam membangun start up.
    Suasana Seminar dan Workshop
    Pembicara pertama Aulia Halimatussadiah atau biasa disapa mbak Olli menjelaskan bagaimana ia memulai membangun start up nya yakni kutukutubuku(dot)com dan nulisbuku(dot)com.  kemudian pembicara kedua adalah Djunita Permata Indah seorang Co-Founder E-Campus Radio yang merupakan Startup Lokal Pontianak, yang membicarakan apa itu E-Campus Radio sekaligus memperkenalkannya serta siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya, tidak hanya rekan-rekan mahasiswa di Pontianak, tetapi ada juga dari surabaya dan Lampung. Pembicara ketiga yaitu Emi Dewi menguraikan tentang Start Up EEvent miliknya.

    Setelah sesi seminar dan Workshop usai pukul 12.45 wib, diselingi dengan istirahat makan siang dan Sholat. Kemudian kegiatan diisi dengan forum diskusi yang terdiri dari beberapa kelompok, dimana isi diskusi ini membahas ide-ide yang dimiliki peserta tentang start up apa yang ingin mereka bangun, dan kemudian dipresentasikan di depan semua peserta yang lainnya. Ide terbaik dari sesi ini mendapat sebuah penghargaan berupa Plakat dan akan mendapat bimbingan untuk membangun start up itu nantinya dari para pembicara seminar.
    Setelah presentasi semua peserta selesai, pembicara seminar menentukan ide mana yang menurut mereka ide terbaik di sesi diskusi ini, dan yang terpilih adalah ide dari kelompok 4 yang ingin membangun start up yang menyediakan "Wisata Primitif", Ide yang kreatif.

    Peserta dengan ide terbaik.
    Setelah itu acara selesai sekitar pukul 14.30 wib dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pembicara kegiatan ini.
    Peserta Kegiatan.
    Acara tidak terhenti sampai disini, sebab pada malam harinya yakni pukul 19.00 wib dilanjutkan dengan "Kopdar Komunitas" dengan mengusung tema "Kode Etik Bersosial Media" dengan pembicara Dwi Wahyudi  ketua Komunitas Beleter. kegiatan ini diisi dengan pembahasan bagaimana menggunakan sosial media secara baik, dan beretika agar tidak merugikan suatu pihak manapun.


    Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.30 wib, dengan diterimanya sebuah notebook Acer AspireOne Happy oleh saudari Djunita Permata Indah karena memenangkan Kuis Twitter yang diselenggarakan dari pukul 17.00 sampai dengan pengumuman pemenang tersebut, dan kuis tersebut dipersembahkan oleh Acer Indonesia.

    Seluruh rangkaian acara ON|OFF ID Chat Pontianak ini terselenggara atas dukungan onoffid.org, US Embassy Jakarta, Maverick, dan panitia lokal Beleter Community.

    , , ,

    Pontianak, 20 September 2011 bertempat di halaman Makorem 121 ABW Kalimantan Barat atau  biasa disebut Taman Alun-Alun Kota Pontianak, sekitar pukul 15.00 wib dimulainya acara pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ke 10 dan KALBAR EXPO ke 7.
    Para Tamu Undangan Pembukaan FBBK X dan Kalbar Expo VII | Sumber Gambar  [ KLIK ]
    Acara sendiri dibuka dengan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan dilanjutkan dengan kata sambutan dan laporan dari ketua pelaksana FBBK 2011.
    Acara pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ke 10 dan KALBAR EXPO ke 7 ini dimeriahkan oleh Tarian "Gempita Khatulistiwa" dari sanggar Andari, dan Marching Band dari Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Tanjungpura.
    Tarian Gempita Khatulistiwa | Sumber Gambar [ KLIK ]

    Selanjutnya diadakan pawai keliling berbagai kontingen yang mengikuti kegiatan ini, dengan melewati rute Makorem, RRI, Jalan Jendral Urip, Jalan Johar, KH A Dahlan, dan Sultan Syarief Abdurahman dan Finish Pontianak Convention Center yang merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan KALBAR EXPO ke-7 hingga 24 September nanti.
    Kegiatan yang menjadi agenda dua tahunan Disbudpar Kalimantan Barat ini bertujuan menghimpun berbagai Etnis yang ada di Kalimantan barat ke dalam indahnya budaya yang beraneka ragam yang dapat menjadi pemersatu dan sebagai ciri khas kebudayaan Kalimantan Barat. Semoga kegiatan ini lancar dan dapat menjadi andalan pariwisata Kalimantan Barat ke depannya.


    Sumber Gambar : 

    , ,

    Kekerasan seperti sudah menjadi budaya di negeri ini, mengapa tidak? lagi-lagi sebuah kasus kekerasan terjadi lagi di sebuah lembaga pendidikan yaitu SMAN 6 Mahakam, Jakarta. 
    Melalui sebuah judul tulisan "Sulutan Api di Bumi Mahakam" seorang pelajar dari SMA tersebut, sebutlah bernama Indraswari Pangestu mencoba menjelaskan apa yang terjadi berdasarkan yang ia lihat sendiri.
    Menurut tulisannya ( http://monkeydonkeyrules.blogspot.com/2011/09/sulutan-api-di-bumi-mahakam.html ) Kejadian itu bermula dari datangnya para wartawan untuk mengambil berita tentang tawuran antar SMA, yakni SMAN 6 Mahakam, dan SMAN 70 Bulungan pada hari Jumat yang lalu (16/9/2011).

    Kejadian yang terjadi selepas para siswa SMAN 6 Mahakam melaksanakan ujian semester tersebut dipicu para wartawan yang berusaha masuk ke dalam gerbang SMAN 6 Mahakam untuk mengambil gambar, lantaran emosi para siswa merampas kaset milik wartawan.

    Wartawan yang naik ke atas atap | Sumber gambar [ KLIK ]


    Kejadian berlanjut dengan adanya salah satu wartawan yang naik ke atas atap SMA tersebut, setelah itu terjadi kericuhan yang terjadi di depan gerbang, kericuhan tersebut terjadi antara siswa-siswa SMAN 6 Mahakam dan para wartawan.

    Berita ini saya ketahui ketika membuka akun twitter saya dan mengecek Trending Topic hari ini, ternyata frasa "Anak SMA" masuk sebagai salah satu trending topik. Lalu saya segera mencari informasi mengenai trending topic tersebut, dan mendapatkan berita seperti yang diatas.

    Sebuah kekerasan terjadi lagi di bumi Indonesia, dan hal ini cukup memalukan karena terjadi antara insan pers dan insan yang berpendidikan. Tidak selayaknya, terlepas dari siapa pihak yang salah, seharusnya tidak terjadi bentuk-bentuk kekerasan seperti ini. Sangat disayangkan.

    Sumber :

    , , ,

    Kamis 15 September 2011, bertempat di Takalar Convention Hall, Grand Mahkota Hotel Pontianak diselenggarakannya pendampingan dan pembentukan Relawan TIK Kalimantan Barat. Relawan TIK memiliki Tujuan untuk bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan visi masyarakat informasi Indonesia 2015.

    Sebelum pukul 09.00 wib, para peserta sudah berdatangan, peserta yang datang di acara tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar maupun pengajar, mahasiswa, kalangan media, maupun wirausahawan. Sebelum memasuki ruangan peserta yang datang wajib melakukan registrasi terlebih dahulu di meja registrasi yang tepat berada di depan pintu Takalar Convention Hall.
    Proses Registrasi Peserta
    Tepat pukul 09.10 wib (menurut jam tangan saya) acara dibuka oleh mbak Wasti Pratiwi selaku pembawa acara dan dimulai dengan lagu Indonesia Raya, yang dinyanyikan oleh seluruh peserta yang hadir saat itu.
    Bpk. Edi Siswono memberikan kata sambutan.

    Setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bapak Edi Siswono yang mewakili Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kalimantan Barat, kemudian dilanjutkan kata sambutan dari perwakilan Direktur Pemberdayaan Informatika RI sekaligus membuka acara secara resmi.
    Perwakilan Kominfo
    Acara diselingi dengan coffee break selama 15 menit setelah usai kata sambutan dan dibuka secara resmi.
    Suasana coffee break
    Setelah coffee break usai, acara pun dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimulai tepat pukul 10.00 wib dan dibawakan oleh tiga orang pemateri. Yakni perwakilan dari Dirjen Aplikasi Kemkominfo RI, perwakilan dari Dishubkominfo Kalbar, serta perwakilan dari Komunitas yang ada di Kalbar.
    Beberapa hal yang disampaikan pemateri maupun para penanya dari peserta pada sesi diskusi panel adalah menyangkut tentang apa dan bagaimana Relawan TIK yang merupakan NGO (Non Governmental Organization ) berplat merah karena merupakan bentukan dari lembaga pemerintah dalam hal ini Kemkominfo, ucap salah satu penyampai materi perwakilan dari Kemkominfo RI. Selain itu juga dibahas seputar permasalahan penggunaan internet yang kian menjamur di Indonesia dan pengaruh negatif serta positifnya. Permasalahan seputar organisasi yang bergerak di bidang TIK yang ada di Kalimantan Barat juga mendapat porsi untuk dibahas pada sesi diskusi panel ini.

    Pemateri Diskusi Panel
    Selepas sesi diskusi panel diselenggarakan, diselenggarakannya penyerahan kepengurusan kepada pengurus Relawan TIK Kalimantan Barat yang kemudian susunan kepengurusannya dibacakan oleh Bapak Dwi Wahyudi, SE yang juga selaku Ketua Relawan TIK Provinsi Kalimantan Barat. Kepengurusan Relawan TIK Kalimantan Barat secara lengkapnya sebagai berikut :


    Ketua             : Dwi Wahyudi, SE
    Wakil  Ketua  : Muhammad Irhamna

    Sekretaris       : Wasti Pratiwi, ST

    Kordinator Pelatihan    : Rahman Raden
    Kordinator Humas       : Zakarias Idris
    Kordinator Litbang      : Natalius Abidin
    Kordinator IT              : Hajon Mahdy Mahmudin



    Saat penyerahan ini Saudara Hajon Mahdy Mahmudin berhalangan hadir.

    Saat penyerahan.
    Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama sekaligus sebagai acara penutup dari keseluruhan rangkaian acara Pendampingan dan Pembentukan Relawan TIK Kalimantan Barat.


    Dengan adanya Relawan TIK yang memiliki visi "Menjadikan Relawan TIK sebagai pribadi, sekaligus warga masyarakat unggulan, yang siap siaga mengemban misi sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan bagi pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan/penguasaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa" dapat benar-benar membantu masyarakat dalam hal penggunaan internet yang optimal serta sehat dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Semoga. (NA)


    Seluruh Foto merupakan karya Tryanto ( http://fotoborneo.com/ )
    Refferensi : http://relawan-tik.org

    , ,

    Aliran Sungai Tayan
    Tayan, sebuah nama sungai yang memiliki panjang 110, 12 Km (1) yang mengalir dan bermuara di sungai terpanjang di Indonesia yakni Sungai Kapuas. Tayan juga merupakan nama sebuah kota kecil yang menjadi sebuah ibukota Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas 1050,50 Kilometer Persegi (2), yang terletak di jalur lintas darat kalimantan dan lintas negara dan berjarak lebih kurang 100 Km dari ibukota Provinsi Kalimantan Barat, yakni kota Pontianak.
    Posisi Kota Tayan
    Kota kecil yang digadang-gadangkan sebagai calon ibukota dari calon Kabupaten Tayan ini memiliki sejarah yang cukup panjang, yang bermula dari berdirinya sebuah kerajaan yang bernama sama Kerajaan Tayan, yang didirikan oleh seorang putra dari prabu Brawijaya yang bernama Gusti Lekar yang meninggalkan kerajaan Tanjungpura yang sering terjadi peperangan (3), namun ada juga yang menyebutkan bahwa Gusti Lekar mendapat misi menyelamatkan benda pusaka milik kerajaan Tanjungpura dan akhirnya mendarat di Tayan dan mendirikan kerajaan Tayan, namun hingga saat tulisan ini diturunkan penulis belum dapat memastikan mana yang benar diantara kedua sejarah tersebut. Berikut sekilas tentang pemimpin pemerintahan Kerajaan/Penambahan Tayan setelah mangkatnya Gusti Lekar.

    - Gusti Ramal dengan Gelar Pangeran Marta Jaya Yuda Kesuma
    - Suma Yuda dengan gelar Panembahan Tua
    - Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Nata Kesuma
    - Utin Belondo/Ratu Utin Belondo, tetapi pemerintahan dijalankan oleh suaminya Gusti Hassan Pangeran Ratu Kesuma dengan gelar Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma
    - Gusti Inding dengan gelar sama dengan ayahnya Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma tetapi kemudian Belanda menggantilkan gelarnya menjadi Panembahan Anum Paku Negara Surya Kesuma
    - Gusti Kerma Ratu Paku Negara dengan gelar Panembahan Adiningrat Kesuma Negara
    - Gusti Mohamad Ali/Gusti Inding dengan gelar Paku Negar Surya Kesuma
    - Gusti Tamzid Pengeran dengan gelar Panembahan Anum Paku Negara
    - Gusti Jafar Panembahan Anum Adi Negara (Salah satu korban keganasan Jepang di Mandor)
    - Gusti Ismail dengan gelar Paku Negara yang kemudian karena berakhirnya pemerintahan swaparja menjadi Wedana Tayan dan kemudian dipindahkan ibukotanya ke Sanggau

    Dalam perjalanan sejarah juga Nama Tayan merupakan sebuah nama negara swapraja yang dibentuk pada tahun 1909 bersamaan dengan dibentuknya negara swapraja Meliau (4).
    Setelah Indonesia diproklamasikan pada Tanggal 17 Agustus 1945 yang dimana Borneo-Belanda (Kalimantan) adalah termasuk dalam salah satu propinsi dari Republik Indonesia. Pada Tanggal 28 Oktober 1946 dibentuk sebuah "Dewan Kalimantan Barat", yang menjadi Daerah Istimewa Kalimantan Barat pada tanggal 27 Mei 1947, dan Sultan Hamid II dari Kesultanan Pontianak menjadi kepala daerah. Wilayah istimewa ini terdiri atas 13 kerajaan sebagai swapraja seperti pada zaman Hindia Belanda yaitu Sambas, Pontianak, Mempawah, Landak, Kubu, Tayan, Meliau, Sekadau, Sintang, Selimbau, Simpang, Sukadana dan Matan (4).
    Keraton Tayan
    Salah satu bukti peninggalan Kerajaan Tayan yang masih ada saat ini adalah sebuah bangunan Keraton Pakunegara Kesuma yang merupakan salah satu dari lima cagar budaya yang ada di Kalimantan Barat berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA Nomor : KM.10/PW.007/MKP/03 TENTANG PENETAPAN GEREJA TUA SEJIRAM, KERATON KERAJAAN TAYAN, RUMAH ADAT BETANG PANJANG, KERATON SANGGAU, DAN KERATON KERAJAAN SINTANG YANG BERLOKASI DI WILAYAH PROPINSI KALIMANTAN BARAT SEBAGAI BENDA CAGAR BUDAYA DAN/ATAU SITUS YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1992. Selain itu juga terdapat tiga buah meriam berada di halaman keraton tersebut yang bertuliskan tahun masehi 1698, serta sebuah Masjid yang kesemuanya berkondisi kurang terawat, sebab hanya mendapatkan perawatan dari ahli waris keraton serta warga sekitar.


    Tulisan tentang Tayan ini akan saya buat menjadi tulisan berseri, sampai ketemu di bagian ke-2 (NA)

    Sumber :

    (1) : http://www.nusaland.com/travel/map/108263.php
    (2) : http://www.pontianakonline.com/sanggau/equatopedia/pemerintahan/kecamatan.htm
    (3) : http://www.pontianakonline.com/sanggau/equatopedia/sejarah/tayan.htm
    (4) : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan

    , ,

    Trip to Kelam Hill, sudah betul apa tidak ya judul yang saya buat ? (Bahasa Inggris saya jelek sekali soalnya). Tapi tidak apa-apa lanjutkan saja.

    Sebelum saya menceritakan tentang perjalanan ke Bukit Kelam ada baiknya saya memaparkan sedikit tentang Taman Wisata Alam Bukit Kelam yang menurut cerita legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang. Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi. Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran sungan Melawi dengan batu besar. Lalu ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi. Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari kayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat yang bernama Jetak. Menurut legendanya, batu besar yang terbenam itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Sekarang ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam. Kawasan Bukit Kelam ditetapkan menjadi kawasan wisata alam oleh pemerintah pusat melalui surat keputusan menteri kehutanan RI nomor 594/Kpts-II/92 tanggal 06 Juni 1992. Di puncak bukitnya terdapat gua alam yang dijadikan tempat budidaya sarang burung walet oleh warga sekitar. Taman wisata alam Bukit Kelam ini terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

    Ya, sekarang tentang perjalanan kami ke Bukit Kelam Kabupaten Sintang, Perjalanan ini kami lakukan untuk mengisi masa akhir liburan kami sebelum beraktifitas seperti biasanya. Subuh 5 September 2011 tepat pukul 04.15 WIB kami memulai perjalanan dari kota kami ( Tayan Hilir ), mengapa saya menyebut kami karena ada tiga orang termasuk saya yang melakukan perjalanan ini, yakni bersama teman saya Budi, dan Tri. Satu Jam perjalanan kami menjejaki kota Kecamatan Tayan Hulu yakni Sosok, suasana pagi hari yang sangat-sangat indah dan menyejukan mengiringi perjalanan kami yang menggunakan kendaraan roda dua. Pukul 07.05 WIB kami pun menjejaki Kota Sanggau dan kami beristirahat sejenak dirumah rekan kami di Sanggau sembari ingin mengetahui bagaimana kondisi tempat yang akan kami tuju, sebab mereka sehari sebelumnya sudah terlebih dahulu mendaki dan mereka telah kembali. Rute Sanggau-Sekadau adalah rute yang kami tempuh selanjutnya, dan rute ini adalah yang paling parah, sebab kondisi jalan yang rusak, dan berlubang, dan 5 KM menjelang kota Sekadau dihiasi dengan kondisi jalanan yang berdebu. Sesampai di Kota Sekadau kami bertiga pun beristirahat sejenak sembari berbelanja untuk kebutuhan di tempat tujuan kami nanti seperti makanan serta minuman, karena apabila membeli di sekitar tempat yang akan kami tuju kemungkinan besar harganya akan jauh lebih mahal, hitung-hitung menghemat biaya.
    Cukup lama kami beristirahat di Kota Sekadau yakni hingga pukul 11.30 WIB, kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju Kota Sintang, sehingga tepat pukul 13.00 kami tiba di Kota Sintang.
    Sekitar 3 Km memasuki kota Sintang pemandangan Bukit Kelam darikejauhan pun sudah nampak, kira-kira 20 Km lagi kami akan sampai di lokasi tujuan kami, oleh karena itu kami bersemangat sekali, sehingga kami bertiga tanpa berhenti di Kota Sintang.
    Keadaan di Kaki Bukit
    Kedua Teman Saya ( Kiri : Tri.S Kanan : Budi ) Sesaat Sebelum Pendakian
    Tepat pukul 14.00 kami tiba di tempat yakni di bawah kaki Bukit Kelam yang berlokasi di Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang, dan kami bersegera mencari tempat menitipkan kendaraan kami di rumah penduduk setempat, karena kami akan menginap di puncak Kelam nantinya. Kami bertiga pun segera menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk dapat mendaki ke puncak Bukit Kelam hingga pukul 14.30 persiapan kamipun selesai dan siap-siap memulai pendakian kami. Setelah mendapat petunjuk serta berbagai keterangan dari penduduk sekitar tentang keadaan dan kondisi di atas kami pun segera mendaki bukit batu itu.
    Pada awal pendakian masih dengan kondisi landai yang belum membuat kami merasa capai hingga menjumpai tangga besi yang pertama, yang kira-kira memiliki sudut kemiringan 50 derajat. Saat sebelum menaiki tangga pertama ini salah satu teman kami menyatakan untuk tidak ikut sampai di puncak sehingga tinggal kami berdua ( saya dan Budi ) yang meneruskan perjalanan kami ke puncak pada pukul 15.45 WIB.
    Semakin jauh kami melangkah mendaki keadaan dan kondisi rute pendakian pun semakin curam, hingga memaksa kami berdua untuk beristirahat sejenak sambil memuaskan dahaga kami dengan minum air dari perbekalan yang kami bawa. Setelah sekitar 15 menit beristirahat kami pun berjumpa dengan tangga besi yang kedua, tangga kedua semakin curam dari tangga pertama, dan semakin panjang.
    Saya di Tangga ke-2
    Kami melanjutkan perjalanan hingga pukul 17.45 WIB, tepat sebelum menaiki tangga ke 3 kami beristirahat. Karena mempertimbangkan keadaan sudah mulai gelap dan matahari menunjukan rona kemerah-merahan senjanya kami berdua memutuskan mendirikan bivak/tenda, untuk tempat kami berteduh dan tidur pada malam harinya.
    Tenda tempat kami berdua bermalam
    Pada saat malam kami menginap kondisi tenda kami diguyur gerimis yang membuat kami berdua hanya bisa berdiam diri di dalam tenda sambil menikmati keadaan malam dari atas bukit dengan pemandangan kota Sintang dari kejauhan, dan membuat kami tertidur lebih awal.
    Pagi ( 6 September 2011) sekitar puku 06.00 WIB teman saya Budi sudah terlebih dahulu bangun, dan segera ia membangunkan saya. Saat kami berdua sedang menikmati sejuknya cuaca pagi ada 2 orang yang turun dari puncak, ternyata mereka menginap di pondok tempat penduduk setempat menjaga sarang walet milik mereka, yang lokasinya diceritakan tidak jauh lagi dari puncak.
    Kedua pendaki lainnya saat melintasi tempat kami bermalam
    Setelah membereskan tenda serta tempat kami menginap pukul 07.00 WIB kami melanjutkan perjalanan kami menuju puncak. Tepat di atas kami bermalam adalah tangga ke empat yang merupakan tangga terpanjang dan sangat terjal yakni 80-90 derajat kemiringannya, setelah tangga ke empat sekitar 1 jam perjalanan kami beristirahat sejenak di pondok tempat warga sekitar menjaga sarang walet milik mereka, sambil beristirahat kami mengisi perbekalan kami (air) karena disini terdapat bak tempat menampung air. Air yang ada disini jernih dan sejuk karena memang merupakan bersumber dari air gunung alami.

    Bersambung ........................ Trip To Kelam Hill (2)

⬆
Top