, ,

    Gambaran Ide
    Apa itu ide? Kalau aku yang mendeskripsikannya, ide sebagai hasil kerja otak manusia, ide itu cetusan atau sebuah hal baru yang merupakan output dari hasil otak manusia berpikir. Ide banyak macam ragam, entah itu ide yang benar-benar baru maupun ide yang merupakan sebuah modifikasi dari ide manusia itu sebelumnya maupun ide orang lain.

    Apapun ide itu, yang pasti ide adalah sesuatu yang ada dipikiran otak manusia yang tentunya jika ide itu dilaksanakan akan menghasilkan sebuah tindakan. Lalu bagaiman jika ide itu "mati" atau manusia sudah tidak memiliki ide lagi?

    Manusia yang sudah tak memiliki ide berarti sudah mati, sebab cetusan atau ide adalah ciri-ciri manusia yang otaknya masih bisa digunakan untuk berfikir. Jika ide sudah mati berarti otak juga sudah mati, individu yang memiliki otak tersebut sudah bukan sebagai manusia lagi.

    Selagi kita hidup dan selagi kita sebagai manusia, mari cetuskan ide kita, ide yang merubah menjadi lebih baik. Mari mengeluarkan ide kita. Salam. (NA)


    Sumber Gambar :
    - http://zonapeluangusaha.blogspot.com/2013/09/ide-bisnis-usaha-rumahan-yang-cukup.html


    , , ,

    Kalimantan Barat daerah bagian timur yang mencakup Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau akan terisolasi. Bagaimana tidak sudah semua akses jalan menuju kesana dalam keadaan rusak parah.
    "Lalu kami harus lewat mana jika ingin bepergian ke arah sana?"
    Ada berapa Jalan atau akses menuju ke wilayah tersebut, mari kita simak satu persatu kondisi Jalur Jalan menuju ke sana.

    1. Jalur Tayan-Sosok-Sanggau
    Kondisi terkini Jalan Tayan-Sosok
    Seperti yang sudah saya tulis di sini "Rp. 1000 Untuk Jalan Negara di Kabupaten Sanggau" Keadaan jalur ini sudah sangat parah, kondisi Jalan yang berstatus Jalan Negara yang sekaligus menghubungkan tiga negara sekaligus, yakni Indonesia-Sarawak-Brunei ini sudah tak layak untuk dilalui kendaraan bermotor milik manusia.

    2. Jalur Tayan-Meliau-Bodok
    Jalan Tayan-Meliau (Desember 2012)
    Sama halnya dengan Jalur Tayan-Sosok, Jalur Tayan-Meliau pun demikian adanya, sudah seperti "Kubangan Babi" bentuknya sangat tak layak buat dilalui kendaraannya manusia. Walau foto diatas diambil pada tahun lalu (Desember 2012) kondisinya kini pun hampir sama, walau ada sedikit perbaikan, yakni sedikit ditimbun dengan tanah laterit di lokasi foto di atas.

    3. Jalur Pinyuh-Ngabang-Sosok

    Walaupun Jalur ini sedikit lebih baik, tapi jika sudah sampai di Sosok, anda akan ketemu juga dengan dua jalur di atas, ya sama saja anda akan tetap menemukan jalan yang tak layak pakai lagi. Jalur ini tentu akan lebih jauh lagi jaraknya dibandingkan dua jalur di atas.

    4. Jalur Sungai Kapuas

    Anda tentu sudah paham bagaimana sebuah perjalanan melalui jalur laut atau sungai, jarak tempuh yang jauh serta waktu tempuh yang digunakan tentu lebih lama. Saat sekarang ini jalur ini sudah semakin ditinggalkan, sebab transportasi air yang mengangkut penumpang sudah jarang ditemukan, hanya kapal-kapal pengangkut barang saja yang masih berlalu-lalang di sungai terpanjang di Indonesia ini.

    5. Jalur Udara

    Jalur udara antar kota di Kalimantan Barat yang menghubungkan Kota Pontianak dengan beberapa kota di bagian timur Kalimantan Barat dilayani oleh beberapa maskapai penerbangan perintis, jalur ini memang cuma memakan waktu satu jam hingga satu jam setengah ke kota-kota di daerah timur Kalimantan Barat, bandingkan dengan Pontianak-Jakarta yang memakan waktu cuma satu jam lebih. Kendala utama jalur ini adalah mahalnya tarif angkutan perintis yang tak terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Lalu lewat mana lagi masyarakat daerah timur Kalimantan Barat jika hendak bepergian ke ibukota provinsi, terutama kaum pelajar yang belajar di ibukota provinsi yang berasal dari daerah perhuluan tersebut?

    Jika keadaan ini terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan daerah timur Kalimantan Barat ini akan terisolasi disebabkan terputusnya jalur transportasi masyarakat. Salam. (NA)


    , ,

    Semenjak kemarin di Timeline Twitter saya bertebaran berita mengenai aksi mogok para dokter di seluruh Nusantara yang "katanya" sengaja dihimbau oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Apa pendapat saya pribadi mengenai hal ini? Jika ditanya demikian, "ya sah-sah saja sih para dokter melakukan hal demikian, asal bukan karena lantaran ingin Dokter jadi kebal terhadap hukum saja, serta hak publik untuk mendapatkan pelayanan terabaikan."

    Tetapi ada satu hal lagi yang lalu lalang di timeline saya yang juga menyita perhatian, yakni seorang pengemis yang diamankan oleh Dinas Sosial Jakarta Selatan yang katanya berpenghasilan 25 Juta dari mengemis selama 15 Hari saja.
    Ngemis Tapi Tajir



    Wow, sebuah nominal yang cukup besar bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang sebagian besar berada di kelas ekonomi menengah ini. Pekerjaan apa yang bisa mendapatkan penghasilan sebesar itu? Wajar saja Jakarta atau kota-kota besar lainnya menjadi tujuan urbanisasi besar-besaran penduduk Indonesia yang berada di desa, kota besar seolah menjadi lahan empuk bagi para pencari rejeki yang "Tak Mau Susah Payah Bekerja" seperti ini.

    Dengan adanya kejadian seperti ini apakah semakin menurunkan rasa "Belas Kasihan" sebagian besar orang terhadap kaum "Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial" seperti ini? padahal jika kita lihat, tidak semua Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang seperti ini, banyak yang benar-benar meminta/mengemis karena keadaan ekonomi yang sulit.

    Lantas masih maukah kita memberi kepada para peminta/pengemis yang kenyataannya berpenghasilan lebih besar daripada kita? Atau anda mau juga 15 Hari dapat 25 juta Rupiah? Semuanya terserah Anda. salam. (NA)

    , ,


    25 November diperingati sebagai hari guru atau hari peringatan kelahiran organisasi para kaum "Oemar Bakri" tersebut (Persatuan Guru Republik Indonesia).

    Seharian ini Timeline berbagai sosial mediaku dipenuhi oleh peringatan hari guru, bahakan para narablog pun beramai-ramai menuliskan tentang peringatan Hari Guru tersebut, lalu mengapa aku baru jam segini meluncurkan tulisan sederhana ini? Jawabannya sederhana, ya karena menurutku memperingatinya gak harus diketahui oleh banyak orang, udah gitu aja. Simple.

    Peringatan Hari Guru tidak terlalu wah bagiku, bukannya karena aku tak menghargai jasa para "Pahlawan Tanpa Jasa" ini. Tak ada alasan buatku tidak menghargai guru, aku sendiri pernah menempuh pendidikan di jalur Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ayahku seorang guru, serta aku bisa menulis di blog ini juga karena guru, jadi secara langsung maupun tak langsung aku adalah orang yang selalu membutuhkan guru dalam hidupku.

    Lalu bagaimana caraku memperingatinya?

    Aku tak mengikuti upacara peringatan hari guru, akupun tak mengirimkan pesan ucapan selamat kepada para guruku, termasuk kepada ayahku yang juga adalah seorang guru. Caraku memperingatinya adalah dengan "sedikit" berdoa agar mereka yang secara langsung ataupun tidak telah mengajari aku tentang apapun, akademik maupun hal lainnya, memberikan aku pemahaman tentang hidup dan sebagainya, selalu diberikan kelimpahan rejeki dan Rahmat sesuai jasa mereka terhadapku.

    Siapa guruku?

    Guru-guruku saat disekolah, dosen-dosenku saat dikampus, teman-temanku yang memberikan aku pelajaran tentang cara berteman dan menghargai, semua orang yang selalu aku gugu dan kutiru, terkhusus kedua orang tuaku mereka adalah guru yang tak hentinya mengajari aku tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang anak. Semoga (NA)

    Sumber Gambar :



    , ,

    Beberapa hari yang lalu saya dan ibu saya mengalami kurang enak badan alias demam, terutama saya yang mengalami demam panas disertai sakit kepala. Setelah saya pergi berobat ke Puskesmas terdekat dalam waktu dua hari saya measakan kondisi badan saya normal kembali, panas tubuh mereda, serta saya tidak menggigil lagi tetapi masih ada satu penyakit lagi yang tak hilang, walaupun saya sudah merasa sehat kembali, yakni rasa sakit yang ada di kepala saya.

    Ketika saya bangu pagi di hari ketiga saya merasakan sempoyongan alias hampir jatuh, saya pikir awalnya karena akibat tekanan darah saya yang menurun, tetapi saat saya bangun saya tidak merasakan pandangan saya yang berkunang-kunang, jelas ini bukan karena tekanan darah saya, saya pikir. Ini sakit kepala.

    Karena badan sudah merasa fit kembali, cuma masih tersisa sakit kepala yang mendera saya, saya mencoba untuk berjalan menuju ke mini market terdekat mencari obat untuk meredakan atau kalau bisa menghilangkan rasa sakit di kepala saya, dan sayapun membeli obat sakit kepala.
    Bodrex
    Bodrex, seperti gambar di atas obat yang saya beli untuk tujuan meredakan sakit kepala yang saya alami saat itu.

    Maksud hati hanya untuk meredakan sakit kepala yang saya alami agar dapat beraktivitas normal kembali tetapi yang terjadi adalah ternyata sakit di kepala yang saya derita hilang. Saat minum obat sakit kepala ini beberapa hari yang lalu saya hanya minum satu pil saja sebab yang saya tahu kandungan paracetamol nya cukup tinggi, jadi saya hanya coba minum satu pil saja, tetapi benar saja cukup satu pil saja cukup untuk menghilangkan sakit kepala yang saya derita, cukup cepat reaksi dari obat yang saya minum ini.

    Tulisan ini hanya sebuah pengalaman pribadi saya atas apa yang telah saya alami beberapa waktu yang lalu, dan ini benar-benar terjadi seperti halnya yang saya tulis diatas. Mengenai kecepatan reaksinya dalam meredakan sakit kepala mungkin setiap orang berbeda-beda, saya pun tidak mengetahuinya sebab saya tidak punya dasar/menguasai medis/farmasi sedikitpun, ini murni pengalaman pribadi yang dapat saya ceritakan kepada pembaca blog saya ini sekalian. 

    Salam. NA



    , , , ,

    Anak muda Tayan doyan sekali "ngelem" bahkan terang-terangan dilakukan, baik itu pemuda yang sudah tidak berstatus pelajar maupun yang jelas-jelas masih memegang Kartu Pelajar. 

    Prihatin, dan cuma bisa sekedar prihatin sih, saya cuma bisa melihat saja anak-anak muda di kota kecil ini sedang asyik menghirup uap lem. Jujur selama ini saya belum pernah menegur, mungkin itu kesalahan saya. 

    Sering saya mencari tahu apa sih enaknya "ngelem" itu? ingin tahunya saya bukan dengan mencobanya, tetapi dengan searching lewat bantuan si mbah alias "nge-googling." 

    Dari beberapa sumber yang saya baca ya tidak ada enaknya, cuma meningkatkan daya khayal saja, ah buat apa berkhayal saja harus menghirup uap lem? Seperti yang saya kutip dari detikHealth nih ya yang juga ngutip dari Kidshealth.org, katanya ngelem itu punya efek jangka pendek yang dirasakan saat menghirup uap solven yang ada pada lem, gejala-gejala sebagai berikut :
    • Denyut jantung meningkat
    • Mual-muntah 
    • Halusinasi 
    • Mati rasa atau hilang kesadaran 
    • Susah bicara atau cadel 
    • Kehilangan koordinasi gerak tubuh
     Nah, itu efek jangka pendeknya, efek jangka panjangnya ya MATI, bahkan bisa-bisa mati mendadak.

    Yah, saya sekarang cuma bisa menulis saja dan turut prihatin dengan kebiasaan amat buruk anak muda di kota kecil ini yang bahkan tidak sembunyi-sembunyi lagi untuk merasakan sensai "high" dengan menghirup uap lem. Ayo dong anak muda Tayan kita menghisap duit saja dengan cara berkarya, bisa kenyang dan sentosa, daripada menghisap lem ! yang ada MATI MENDADAK ! Salam. (NA)

    Sumber dan Sumber Gambar : http://health.detik.com/read/2011/01/14/120359/1546435/763/kebiasaan-ngelem-bisa-bikin-mati-mendadak?ld991103763

     

    , , , ,

    Wacana pemekaran Kabupaten Tayan memang bersumber dari keinginan masyarakat atau keinginan beberapa oknum atau golongan yang inginkan porsi jabatan saja?
    Wilayah Bakal Calon Kabupaten Tayan
    Lalu apa yang menjadi tujuan dari pemekaran suatu daerah? Apakah dengan tujuan meningkatkan pelayanan dan kesejahteran masyarakat, membuka peluang dan lapangan pekerjaan baru, mempercepat pembangunan di daerah, memberikan peluang maerah mendapatkan investor secara langsung dan memperpendek rentang kedali pemerintahan daerah?


    Jika memang tujuan pemekaran Kabupaten Tayan seperti itu, maka baik adanya, dan sangat patut kita perjuangkan secara bersama, asal keinginan untuk memekarkan diri menjadi wilayah otonom baru benar-benar aspirasi masyarakat dan keinginan seluruh masyarakat yang ada di wilayah bakal calon Kabupaten Tayan ini.

    Akan tetapi apabila pemekaran wilayah ini adalah agenda atau keinginan segelintir kelompok yang ingin porsi kue kekuasaan saja masyarakat tak perlu ikut-ikutan mendukung rencana ini.


    Wacana pemekaran Kabupaten Tayan meliputi Kecamatan Tayan Hilir, Tayan Hulu, Meliau, Balai, dan Toba, katanya sudah beberapa tahun lalu digaungkan. Akan tetapi fakta dilapangan jika kita bertanya pada masyarakat di 5 wilayah kecamatan di atas apakah mereka tahu akan proses pemekaran itu telah sampai dimana? penulis mendapatka kenyataan masyarakat kebanyakan tidak tahu, bahkan ada yang acuh, apakah ini yang disebut sebuah keinginan dari masyarakat?

    Wacana pemekara Kabupaten Tayan hanya untuk kepentingan elite saja. Mengapa demikian?

    Seperti yang saya kemukakan di atas jika memang benar pemekaran ini adalah wacana yang bersumber dari masyarakat sudah barang tentu menjadi perhatian dari masyarakat dan semangat yang menggebu-gebu dari masyarakat untuk segera memisahkan diri dari Kabupaten Induk (Kabupaten Sanggau) akan terasa, tetapi lain kenyataannya masyarakat kelihatannya acuh akan hal ini, bahkan tak jarang ditemui masyarakat dengan nada pesimis bahkan kontra akan hal ini.

    Prosesnya sendiri hanya diketahui oleh segelintir orang, sampai dimanakah proses pemekaran wilayah Kabupaten Tayan ini? Apakah hanya wajib diketahui oleh orang-orang tertentu saja, atau tidak perlukah masyarakat mengawal proses yang katanya "bersumber dari aspirasi masyarakat ini"


    Sepertinya proses proses pemekaran wilayah Kabupaten Tayan tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat oleh Tim/Panitia Pemekaran sendiri, masyarakat selama ini hanya mengetahui informasi dari berbagai media.

    Apakah ada ketakutan akan jatah kekuasaan atau jabatan nantinya akan jatuh ke tangan orang lain sehingga hal ini tidak pernah dipulikasikan atau setidaknya mendengar keinginan dan semangat dari masyarakat tentang pemekaran satu lagi wilayah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat ini?

    Masyarakat selama ini saya rasa adem ayem saja. Salam (NA)

⬆
Top