, ,

    Gambaran Ide
    Apa itu ide? Kalau aku yang mendeskripsikannya, ide sebagai hasil kerja otak manusia, ide itu cetusan atau sebuah hal baru yang merupakan output dari hasil otak manusia berpikir. Ide banyak macam ragam, entah itu ide yang benar-benar baru maupun ide yang merupakan sebuah modifikasi dari ide manusia itu sebelumnya maupun ide orang lain.

    Apapun ide itu, yang pasti ide adalah sesuatu yang ada dipikiran otak manusia yang tentunya jika ide itu dilaksanakan akan menghasilkan sebuah tindakan. Lalu bagaiman jika ide itu "mati" atau manusia sudah tidak memiliki ide lagi?

    Manusia yang sudah tak memiliki ide berarti sudah mati, sebab cetusan atau ide adalah ciri-ciri manusia yang otaknya masih bisa digunakan untuk berfikir. Jika ide sudah mati berarti otak juga sudah mati, individu yang memiliki otak tersebut sudah bukan sebagai manusia lagi.

    Selagi kita hidup dan selagi kita sebagai manusia, mari cetuskan ide kita, ide yang merubah menjadi lebih baik. Mari mengeluarkan ide kita. Salam. (NA)


    Sumber Gambar :
    - http://zonapeluangusaha.blogspot.com/2013/09/ide-bisnis-usaha-rumahan-yang-cukup.html


    , , ,

    Kalimantan Barat daerah bagian timur yang mencakup Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau akan terisolasi. Bagaimana tidak sudah semua akses jalan menuju kesana dalam keadaan rusak parah.
    "Lalu kami harus lewat mana jika ingin bepergian ke arah sana?"
    Ada berapa Jalan atau akses menuju ke wilayah tersebut, mari kita simak satu persatu kondisi Jalur Jalan menuju ke sana.

    1. Jalur Tayan-Sosok-Sanggau
    Kondisi terkini Jalan Tayan-Sosok
    Seperti yang sudah saya tulis di sini "Rp. 1000 Untuk Jalan Negara di Kabupaten Sanggau" Keadaan jalur ini sudah sangat parah, kondisi Jalan yang berstatus Jalan Negara yang sekaligus menghubungkan tiga negara sekaligus, yakni Indonesia-Sarawak-Brunei ini sudah tak layak untuk dilalui kendaraan bermotor milik manusia.

    2. Jalur Tayan-Meliau-Bodok
    Jalan Tayan-Meliau (Desember 2012)
    Sama halnya dengan Jalur Tayan-Sosok, Jalur Tayan-Meliau pun demikian adanya, sudah seperti "Kubangan Babi" bentuknya sangat tak layak buat dilalui kendaraannya manusia. Walau foto diatas diambil pada tahun lalu (Desember 2012) kondisinya kini pun hampir sama, walau ada sedikit perbaikan, yakni sedikit ditimbun dengan tanah laterit di lokasi foto di atas.

    3. Jalur Pinyuh-Ngabang-Sosok

    Walaupun Jalur ini sedikit lebih baik, tapi jika sudah sampai di Sosok, anda akan ketemu juga dengan dua jalur di atas, ya sama saja anda akan tetap menemukan jalan yang tak layak pakai lagi. Jalur ini tentu akan lebih jauh lagi jaraknya dibandingkan dua jalur di atas.

    4. Jalur Sungai Kapuas

    Anda tentu sudah paham bagaimana sebuah perjalanan melalui jalur laut atau sungai, jarak tempuh yang jauh serta waktu tempuh yang digunakan tentu lebih lama. Saat sekarang ini jalur ini sudah semakin ditinggalkan, sebab transportasi air yang mengangkut penumpang sudah jarang ditemukan, hanya kapal-kapal pengangkut barang saja yang masih berlalu-lalang di sungai terpanjang di Indonesia ini.

    5. Jalur Udara

    Jalur udara antar kota di Kalimantan Barat yang menghubungkan Kota Pontianak dengan beberapa kota di bagian timur Kalimantan Barat dilayani oleh beberapa maskapai penerbangan perintis, jalur ini memang cuma memakan waktu satu jam hingga satu jam setengah ke kota-kota di daerah timur Kalimantan Barat, bandingkan dengan Pontianak-Jakarta yang memakan waktu cuma satu jam lebih. Kendala utama jalur ini adalah mahalnya tarif angkutan perintis yang tak terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Lalu lewat mana lagi masyarakat daerah timur Kalimantan Barat jika hendak bepergian ke ibukota provinsi, terutama kaum pelajar yang belajar di ibukota provinsi yang berasal dari daerah perhuluan tersebut?

    Jika keadaan ini terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan daerah timur Kalimantan Barat ini akan terisolasi disebabkan terputusnya jalur transportasi masyarakat. Salam. (NA)


    , ,

    Semenjak kemarin di Timeline Twitter saya bertebaran berita mengenai aksi mogok para dokter di seluruh Nusantara yang "katanya" sengaja dihimbau oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Apa pendapat saya pribadi mengenai hal ini? Jika ditanya demikian, "ya sah-sah saja sih para dokter melakukan hal demikian, asal bukan karena lantaran ingin Dokter jadi kebal terhadap hukum saja, serta hak publik untuk mendapatkan pelayanan terabaikan."

    Tetapi ada satu hal lagi yang lalu lalang di timeline saya yang juga menyita perhatian, yakni seorang pengemis yang diamankan oleh Dinas Sosial Jakarta Selatan yang katanya berpenghasilan 25 Juta dari mengemis selama 15 Hari saja.
    Ngemis Tapi Tajir



    Wow, sebuah nominal yang cukup besar bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang sebagian besar berada di kelas ekonomi menengah ini. Pekerjaan apa yang bisa mendapatkan penghasilan sebesar itu? Wajar saja Jakarta atau kota-kota besar lainnya menjadi tujuan urbanisasi besar-besaran penduduk Indonesia yang berada di desa, kota besar seolah menjadi lahan empuk bagi para pencari rejeki yang "Tak Mau Susah Payah Bekerja" seperti ini.

    Dengan adanya kejadian seperti ini apakah semakin menurunkan rasa "Belas Kasihan" sebagian besar orang terhadap kaum "Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial" seperti ini? padahal jika kita lihat, tidak semua Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang seperti ini, banyak yang benar-benar meminta/mengemis karena keadaan ekonomi yang sulit.

    Lantas masih maukah kita memberi kepada para peminta/pengemis yang kenyataannya berpenghasilan lebih besar daripada kita? Atau anda mau juga 15 Hari dapat 25 juta Rupiah? Semuanya terserah Anda. salam. (NA)

    , ,


    25 November diperingati sebagai hari guru atau hari peringatan kelahiran organisasi para kaum "Oemar Bakri" tersebut (Persatuan Guru Republik Indonesia).

    Seharian ini Timeline berbagai sosial mediaku dipenuhi oleh peringatan hari guru, bahakan para narablog pun beramai-ramai menuliskan tentang peringatan Hari Guru tersebut, lalu mengapa aku baru jam segini meluncurkan tulisan sederhana ini? Jawabannya sederhana, ya karena menurutku memperingatinya gak harus diketahui oleh banyak orang, udah gitu aja. Simple.

    Peringatan Hari Guru tidak terlalu wah bagiku, bukannya karena aku tak menghargai jasa para "Pahlawan Tanpa Jasa" ini. Tak ada alasan buatku tidak menghargai guru, aku sendiri pernah menempuh pendidikan di jalur Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ayahku seorang guru, serta aku bisa menulis di blog ini juga karena guru, jadi secara langsung maupun tak langsung aku adalah orang yang selalu membutuhkan guru dalam hidupku.

    Lalu bagaimana caraku memperingatinya?

    Aku tak mengikuti upacara peringatan hari guru, akupun tak mengirimkan pesan ucapan selamat kepada para guruku, termasuk kepada ayahku yang juga adalah seorang guru. Caraku memperingatinya adalah dengan "sedikit" berdoa agar mereka yang secara langsung ataupun tidak telah mengajari aku tentang apapun, akademik maupun hal lainnya, memberikan aku pemahaman tentang hidup dan sebagainya, selalu diberikan kelimpahan rejeki dan Rahmat sesuai jasa mereka terhadapku.

    Siapa guruku?

    Guru-guruku saat disekolah, dosen-dosenku saat dikampus, teman-temanku yang memberikan aku pelajaran tentang cara berteman dan menghargai, semua orang yang selalu aku gugu dan kutiru, terkhusus kedua orang tuaku mereka adalah guru yang tak hentinya mengajari aku tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang anak. Semoga (NA)

    Sumber Gambar :



    , ,

    Beberapa hari yang lalu saya dan ibu saya mengalami kurang enak badan alias demam, terutama saya yang mengalami demam panas disertai sakit kepala. Setelah saya pergi berobat ke Puskesmas terdekat dalam waktu dua hari saya measakan kondisi badan saya normal kembali, panas tubuh mereda, serta saya tidak menggigil lagi tetapi masih ada satu penyakit lagi yang tak hilang, walaupun saya sudah merasa sehat kembali, yakni rasa sakit yang ada di kepala saya.

    Ketika saya bangu pagi di hari ketiga saya merasakan sempoyongan alias hampir jatuh, saya pikir awalnya karena akibat tekanan darah saya yang menurun, tetapi saat saya bangun saya tidak merasakan pandangan saya yang berkunang-kunang, jelas ini bukan karena tekanan darah saya, saya pikir. Ini sakit kepala.

    Karena badan sudah merasa fit kembali, cuma masih tersisa sakit kepala yang mendera saya, saya mencoba untuk berjalan menuju ke mini market terdekat mencari obat untuk meredakan atau kalau bisa menghilangkan rasa sakit di kepala saya, dan sayapun membeli obat sakit kepala.
    Bodrex
    Bodrex, seperti gambar di atas obat yang saya beli untuk tujuan meredakan sakit kepala yang saya alami saat itu.

    Maksud hati hanya untuk meredakan sakit kepala yang saya alami agar dapat beraktivitas normal kembali tetapi yang terjadi adalah ternyata sakit di kepala yang saya derita hilang. Saat minum obat sakit kepala ini beberapa hari yang lalu saya hanya minum satu pil saja sebab yang saya tahu kandungan paracetamol nya cukup tinggi, jadi saya hanya coba minum satu pil saja, tetapi benar saja cukup satu pil saja cukup untuk menghilangkan sakit kepala yang saya derita, cukup cepat reaksi dari obat yang saya minum ini.

    Tulisan ini hanya sebuah pengalaman pribadi saya atas apa yang telah saya alami beberapa waktu yang lalu, dan ini benar-benar terjadi seperti halnya yang saya tulis diatas. Mengenai kecepatan reaksinya dalam meredakan sakit kepala mungkin setiap orang berbeda-beda, saya pun tidak mengetahuinya sebab saya tidak punya dasar/menguasai medis/farmasi sedikitpun, ini murni pengalaman pribadi yang dapat saya ceritakan kepada pembaca blog saya ini sekalian. 

    Salam. NA



    , , , ,

    Anak muda Tayan doyan sekali "ngelem" bahkan terang-terangan dilakukan, baik itu pemuda yang sudah tidak berstatus pelajar maupun yang jelas-jelas masih memegang Kartu Pelajar. 

    Prihatin, dan cuma bisa sekedar prihatin sih, saya cuma bisa melihat saja anak-anak muda di kota kecil ini sedang asyik menghirup uap lem. Jujur selama ini saya belum pernah menegur, mungkin itu kesalahan saya. 

    Sering saya mencari tahu apa sih enaknya "ngelem" itu? ingin tahunya saya bukan dengan mencobanya, tetapi dengan searching lewat bantuan si mbah alias "nge-googling." 

    Dari beberapa sumber yang saya baca ya tidak ada enaknya, cuma meningkatkan daya khayal saja, ah buat apa berkhayal saja harus menghirup uap lem? Seperti yang saya kutip dari detikHealth nih ya yang juga ngutip dari Kidshealth.org, katanya ngelem itu punya efek jangka pendek yang dirasakan saat menghirup uap solven yang ada pada lem, gejala-gejala sebagai berikut :
    • Denyut jantung meningkat
    • Mual-muntah 
    • Halusinasi 
    • Mati rasa atau hilang kesadaran 
    • Susah bicara atau cadel 
    • Kehilangan koordinasi gerak tubuh
     Nah, itu efek jangka pendeknya, efek jangka panjangnya ya MATI, bahkan bisa-bisa mati mendadak.

    Yah, saya sekarang cuma bisa menulis saja dan turut prihatin dengan kebiasaan amat buruk anak muda di kota kecil ini yang bahkan tidak sembunyi-sembunyi lagi untuk merasakan sensai "high" dengan menghirup uap lem. Ayo dong anak muda Tayan kita menghisap duit saja dengan cara berkarya, bisa kenyang dan sentosa, daripada menghisap lem ! yang ada MATI MENDADAK ! Salam. (NA)

    Sumber dan Sumber Gambar : http://health.detik.com/read/2011/01/14/120359/1546435/763/kebiasaan-ngelem-bisa-bikin-mati-mendadak?ld991103763

     

    , , , ,

    Wacana pemekaran Kabupaten Tayan memang bersumber dari keinginan masyarakat atau keinginan beberapa oknum atau golongan yang inginkan porsi jabatan saja?
    Wilayah Bakal Calon Kabupaten Tayan
    Lalu apa yang menjadi tujuan dari pemekaran suatu daerah? Apakah dengan tujuan meningkatkan pelayanan dan kesejahteran masyarakat, membuka peluang dan lapangan pekerjaan baru, mempercepat pembangunan di daerah, memberikan peluang maerah mendapatkan investor secara langsung dan memperpendek rentang kedali pemerintahan daerah?


    Jika memang tujuan pemekaran Kabupaten Tayan seperti itu, maka baik adanya, dan sangat patut kita perjuangkan secara bersama, asal keinginan untuk memekarkan diri menjadi wilayah otonom baru benar-benar aspirasi masyarakat dan keinginan seluruh masyarakat yang ada di wilayah bakal calon Kabupaten Tayan ini.

    Akan tetapi apabila pemekaran wilayah ini adalah agenda atau keinginan segelintir kelompok yang ingin porsi kue kekuasaan saja masyarakat tak perlu ikut-ikutan mendukung rencana ini.


    Wacana pemekaran Kabupaten Tayan meliputi Kecamatan Tayan Hilir, Tayan Hulu, Meliau, Balai, dan Toba, katanya sudah beberapa tahun lalu digaungkan. Akan tetapi fakta dilapangan jika kita bertanya pada masyarakat di 5 wilayah kecamatan di atas apakah mereka tahu akan proses pemekaran itu telah sampai dimana? penulis mendapatka kenyataan masyarakat kebanyakan tidak tahu, bahkan ada yang acuh, apakah ini yang disebut sebuah keinginan dari masyarakat?

    Wacana pemekara Kabupaten Tayan hanya untuk kepentingan elite saja. Mengapa demikian?

    Seperti yang saya kemukakan di atas jika memang benar pemekaran ini adalah wacana yang bersumber dari masyarakat sudah barang tentu menjadi perhatian dari masyarakat dan semangat yang menggebu-gebu dari masyarakat untuk segera memisahkan diri dari Kabupaten Induk (Kabupaten Sanggau) akan terasa, tetapi lain kenyataannya masyarakat kelihatannya acuh akan hal ini, bahkan tak jarang ditemui masyarakat dengan nada pesimis bahkan kontra akan hal ini.

    Prosesnya sendiri hanya diketahui oleh segelintir orang, sampai dimanakah proses pemekaran wilayah Kabupaten Tayan ini? Apakah hanya wajib diketahui oleh orang-orang tertentu saja, atau tidak perlukah masyarakat mengawal proses yang katanya "bersumber dari aspirasi masyarakat ini"


    Sepertinya proses proses pemekaran wilayah Kabupaten Tayan tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat oleh Tim/Panitia Pemekaran sendiri, masyarakat selama ini hanya mengetahui informasi dari berbagai media.

    Apakah ada ketakutan akan jatah kekuasaan atau jabatan nantinya akan jatuh ke tangan orang lain sehingga hal ini tidak pernah dipulikasikan atau setidaknya mendengar keinginan dan semangat dari masyarakat tentang pemekaran satu lagi wilayah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat ini?

    Masyarakat selama ini saya rasa adem ayem saja. Salam (NA)

    , , ,

    Menghakimi orang lain adalah suatu tindakan yang tidak layak untuk dilakukan, walau apapun alasannya ! Yang menjadi ukuran untuk menentukan apakah seseorang itu sempurna atau lebih buruk dari kita tidak ada tolak ukurnya yang saya temui hingga saat ini. Dari sisi atau kacamata kita seseorang akan terlihat lebih buruk dari kita.
    Ilustrasi : http://www.baratamedia.com

    Tapi belum tentu demikian jika orang lain memandangnya. Penilaian kita terhadap orang lain biasanya akan dipengaruhi oleh hubungan kita dengan orang tersebut, apabila kita memiliki hubungan baik atau tidak pernah merasa dikecewakan atau dirugikan oleh orang tersebut maka penilaian kita juga akan baik terhadap seseorang, namun sebaliknya jika pernah ada suatu insiden kecil diantara kita dengannya tentu penilaian kita akan sangat buruk, walaupun sekian banyak orang lain bilang bahwa ia adalah orang baik.

    Sikap penilaian kita terhadap orang lain sangat dilandasi oleh hal tersebut, oleh karena itu untuk dapat menghakimi atau menilai buruk seseorang kita sangat tidak layak, yang terpenting adalah penilaian kita terhadap diri sendiri, atau dengan istilah kerennya introspeksi diri. Tidak ada yang mampu mampu menilai seseorang, karena setiap orang yang saya ketahui adalah unik, dan diciptakan berbeda-beda karakternya, walau ada yang sama bahkan identik bentuk fisiknya.

    Ya, menghakimi orang lain jelas tidak layak dilakukan oleh siapapun juga. Karena itulah mengapa saya sangat tidak setuju, bahkan marah jika ada yang menilai orang lain sebagai pendosa, kurang baik, kafir, sesat ataupun itu. Sebab ia memandang dari sudut pandangnya, karena ia menganggap apa yang diyakininya, apa yang dianutnya bahkan menganggap dirinya terlalu sempurna, sehingga apapun yang memiliki perbedaan dengannya akan di anggapnya tidak baik.

    , , ,


    Sebetulnya saya tidak  sependapat jika dikatakan Korupsi adalah budaya. Saya mengartikan budaya sebagai ciptaan dan kebiasaan manusia yang berkembang dan terus diwariskan dari nenek moyang hingga generasi ke generasi secara turun temurun sejak berabad-abad. Sedangkan Korupsi adalah suatu tindakan manusia menyalahgunakan wewenang yang ia miliki untuk dapat memuaskan dirinya dan menguntungkan dirinya sendiri dan hal ini tidak diwariskan tetapi ditiru oleh orang-orang sekitarnya atau generasi berikutnya, tentunya orang-orang atau generasi yang meniru Kebisaan korupsi berarti orang-orang atau generasi yang negatif dan hanya berpandangan hidup berdasarkan materialisme semata.

    Mungkin, yang mengatakan korupsi adalah budaya adalah yang berpandangan bahwa korupsi mulai sangat membahayakan masa depan bangsa di segala bidang, dan pendapat seperti ini tak serta-merta saya salahkan juga sebab apabila korupsi sudah menggejala di setiap aspek kehidupan bernegara di negeri ini bukan tidak mungkin korupsi dapat dikatakan sebagai sebuah budaya baru yang memiliki artian sebagai sesuatu yang melekat pada karakter anak bangsa. Hanya saja saya masih menyangkal korupsi sebagai budaya sebab budaya tidak dapat di berantas dengan mudah, dan menjadi sebuah  warisan bagi generasi ke generasi, tetapi korupsi bisa diberantas dengan berbagai tindakan yang harus dilakukan, dan hal ini bukan warisan, tetapi peniruan dari generasi yang hanya ingin hidup bermewah-mewahan tanpa memikirkan orang-orang yang ia korbankan. Yang sebenarnya menjadi maslah bangsa ini adalah pergeseran nilai dan norma kehidupan yang sangat bisa diusahakan digeser dan dikembalikan kepada tata nilai dan norma yang baik.

    Upaya dalam pemberantasan tindakan korupsi dapat dilakukan dari bawah, sebab upaya pemberantasan korupsi dari atas sejauh yang saya lihat gagal total, kita dapat menyaksikan upaya pemberantasa korupsi dari atas yang malah melahirkan adanya Mafia Kasus, banyak yang terjadi apabila seseorang mengejar koruptor kelas kakap yang korupsi hingga milyaran hingga trilliunan Rupiah, petugas yang mengejar atau menangani kasusnya Cuma memiliki gaji puluhan juta rupiah dan saat disuap ratusan juta, bisa saja kasus tak kan pernah tuntas, koruptor melenggang bebas menghirup udara segar dan menikmati hasil dari tindakan kejahatan korupsi yang ia lakukan dengan aman.

    Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan cara dari tingkatan bawah, yakni melalui dunia pendidikan korupsi dapat dicegah secara maksimal. Pendidikan di dalam keluarga yang menjadi pendidikan pertama bagi seorang warga negara harus mampu mengajarkan kepada individu baru yang terlahir dalam lingkungan keluarga tentang nilai-nilai yang baik dan bersih, untuk itu harus diadakan pendampingan khusus bagi setiap pasangan yang hendak membentuk keluarga baru, agar menjadi keluarga yang sangat menaati nilai-nilai dan norma bersih agar dapat mewariskan budaya bersih dari tindakan kejahatan korupsi walau tindakan yang terkecil sekalipun kepada anak-anak mereka nanti.

    Dalam hal ini pendampingan remaja. Upaya pendidikan, bimbingan serta penyuluhan terhadap remaja di negeri ini harus trus menerus dilakukan dan digalakan, sebab kualitas remaja yang baik akan menghasilkan generasi yang baik pula kedepannya. Upaya dalam pendidikan merupakan suatu upaya yang selalu harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan.

    Upaya ini adalah upaya dasar yang hasilnya tak akan terlihat dalam sekejap, membutuhkan proses yang berkesinambungan, tetapi saya yakin inilah tindakan pencegahan terampuh yang mesti digalakkan. (NA)

    Sumber Gambar :

    http://pedulihukum.wordpress.com/2010/07/13/siapakah-irjen-pol-alek-bambang-riadmojo/karikatur-bencana-korupsi-dan-gempa-2/

    , , , ,

    20 September 2012, adalah hari dimana masyarakat Provinsi Kalimantan Barat akan menggelar Pesta Demokrasi Katanya, yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan barat priode 2013-2018. Terdapat lima pasangan calon yang mendaftar, empat di antaranya diusung oleh partai politik. Satu-satunya calon perseorangan yang mendaftar, Ir. Mikael Injek Barayunk dan Drs. H. Eka Kawirayu digugurkan karena kurangnya jumlah dukungan terhadap mereka, dengan demikian berarti ada 4 Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertarung merebut kursi KB1 nantinya, keempat pasangan itu adalah :



    1. Drs. Cornelis, M.H. dan Drs. Christiandy Sanjaya, S.E., M.M.
    2. H. Armyn Ali Anyang dan Ir. H. Fathan A. Rasyid
    3. H. Morkes Effendi, S.Pd., M.H. dan Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid
    4. Drs. H. Abang Tambul Husin dan Pdt. Barnabas Simin, M.Pd.K.

    Untuk jumlah tempat pemungutan suara (TPS), secara keseluruhan mencapai 11.009 unit. Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat (KPU Kalbar) menetapkan jumlah pemilih pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2012 sebanyak 3.377.685 pemilih yakni pemilih pria sebanyak 1.724.329 orang, dan perempuan 1.653.356 orang.

    Lalu apakah akan ada perubahan menuju arah yang lebih baik pada Kalimantan Barat setelah terpilihnya pemimpin baru dikemudian hari ? Entahlah, tetapi yang pasti saya hanya bisa menyampaikan beberapa pesan untuk mereka yang akan melaju ke pemilihan nantinya, entah akan di dengar atau tidak terserah mereka.

    1. Jadikan Kalimantan Barat sebagai salah satu Provinsi yang beradab dan maju di segala bidang, khususnya Pendidikan dan Pertanian, karena keduanya saya pikir sebagai pondasi atas kemajuan dibidang lainnya.
    2. Jangan seenak jidatnya saja mmberikan Ijin Usaha eksploitasi maupun eksplorasi atas bumi Kalimantan, jangan lihat hasil sekarang saja, tapi buat nantinya saja, lagipula hasil yang mereka garap belum tentu masuk kas Kalimantan Barat, bisa-bisa kita hanya gigit jari.
    3. Pikir-pikir lagi dengan menerima imigran ke Kalimantan Barat, Utamakan Hak-hak Masyarakat asal pemilik tanah.
    4. Pikirkan Rakyatmu jangan pikirkan kantongmu saja, sekian.
    Salam, Natalius Abidin ( NA )

    Informasi tambahan mengenai Provinsi Kalimantan Barat:
    • Luas: 146.807 km²
    • Penduduk: 4.395.983 jiwa (sensus 2010)
    • Kepadatan: 30 jiwa/km²
    • Agama: Islam (59,2%), Katolik (22,9%), Protestan (11,4%), Buddha (5,4%), lainnya (1,1%)
    • Suku: Dayak (43%), Melayu (25%), Cina (9%), Jawa (9%), lainnya (14%)
    • DAU: Rp845.483.888.000 (2011)
    • IPM: 69,15 (urutan ke-28 dari 33 provinsi, 2011)
    • PDRB: Rp60.475.251.810.000 (2010)
    • PDRB per kapita: Rp13.756.934,87/jiwa/tahun = Rp1.146.411,24/jiwa/bulan
    • UMP: Rp825.000 (2011), Rp900.000 (2012)



    Source : 
    Menuju Pemilukada Kalimantan Barat 2012 : http://ericopieter.blogspot.com/2012/06/menuju-pemilukada-kalimantan-barat-2012.html

    Image Source :
    http://www.bloggerborneo.com/tren-baru-perang-sosial-media-di-pemilukada-kalbar-2012

    , ,

    Tulisan ini boleh jadi dikatakan terlambat jika untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni yang lalu, tetapi sangat tidak terlambat untuk saya berusaha memahami Pancasila sebagai Dasar dari pemikiran saya.

    Pancasila adalah Ideologi Dasar dari suatu bangsa besar yang menamakan diri mereka Bangsa Indonesia, Pancasila juga adalah katanya Gambaran dan Cerminan Masyarakatnya, atau Pegangan Hidup masyarakatnya, itu katanya.

    Mengapa itu hanya KATANYA ??

    1 Juni 1945 Bung Karno berpidato di hadapan sidang BPUPKI dan mencetuskan isi rumusan dasar negara yang ia akui sebagai intisari dari gambaran kehidupan bangsa Indonesia, ia menamakan dasar tersebut sebagai Pancasila, yang berarti berisi 5 (Lima) sila yang akan menjadi Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjadi dasar dari segala dasar hukum yang ada di negeri kaya raya ini.

    Pancasila sesungguhnya sangat tepat menjadi pegangan hidup seluruh rakyat Indonesia yang sangat majemuk dari berbagai segi dan sudut pandang ini, Pancasila sebagai penengah ataupun titik temu dari berbagai perbedaan yang unik yang ada di Indonesia, oleh karena itu Pancasila sangat tepat dan mampu bertahan sebagai Dasar Ideologi Bangsa Indonesia. Pancasila tetap kokoh walaupun berulang-ulang kali mendapat ancaman dari berbagai pihak yang berkepentingan yang ingin menggantikannya. Sebagai Contoh,  adanya peristiwa DI/TII, Kahar Muzakar, pemberontakan PKI dan berbagai pemberontokan lainnya yang akan mengganti Ideologi Bangsa ini menjadi Ideologi lain, baik itu Ideologi Agama maupun Ideologi Sosialis, Liberalis dan Komunis. Semuanya Gagal, Pancasila tetap Kokoh, dan tetap dipertahankan sebagai pegangan Bangsa ini, karena sifat dari Pancasila yang sebagai penengah tersebut di atas. Bahkan Indonesia menjadi negara pertama dan menjadi  negara satu-satunya yang pernah menyatakan diri keluar dari UN atau PBB, karena mempertahankan Ideologi bangsa tersebut.
    Nah bagaimana praktek menegakkan dasar dari segala dasar konstitusi tersebut di jaman sekarang ?

    Pancasilaisme sudah semakin pudar, dan semakin jarang yang menganutnya, semua peraturan, undang-undang dibuat seolah-olah untuk memuluskan kepentingan segelintir, tau golongan tertentu, dan bahkan tidak berdasarkan Pancasila yang seharusnya menjadi dasar dari segala dasar konstitusi yang ada. KeTuhanan yang Maha Esa semakin rusak dengan seiring semakin bobroknya moral anak bangsa, bukan semata-mata karena pengaruh dari luar, bukan karena Lady Gaga, tetapi justru karena merosotnya kecintaan anak bangsanya akan budaya bangsa yang katanya adalah budaya Timur, yang penuh kesopanan dan menjunjung tinggi akhlak mulia, Kemanusiaan yang kian terkikis, Persatuan Indonesia yang semakin retak seiring semakin nyatanya tindakan intoleransi di dalam masyarakat, bahkan diskriminasi yang menyangkut hal rasial acap kali terjadi di bumi nusantara ini,Wakil rakyat yang tidak lagi mewakili suara rakyatnya, permusyawaratan yang sudah diganti dengan cara voting, keadilan sosial jarang terjadi, hukum lebih mencekik ke golongan bawah. Ksemuanya itu sudah menjauh dari sikap yang didasarkan pada Pancasila sebagai dasar berpikir orang Indonesia.
    Jadi Pancasila sebagai Gambaran dan Cerminan Masyarakatnya, atau Pegangan Hidup masyarakatnya, itu tinggal katanya.

    , , , ,

    Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan ibukota Kalimantan Barat Pontianak dengan berbagai kota di bagian timur Provinsi Kalimantan Barat. Jalur Pontianak-Tayan adalah Jalur yang saat ini dapat dikatakan yang paling mulus karena kondisi aspal jalan yang masih baru dan belum banyak lubang yang ada di jalan tersebut. Sebetulnya dengan akses jalan yang kondisinya baik seperti ini sangat menguntungkan bagi masyarakat, terutama untuk perekonomian, masyarakat di Timur kalimantan barat terbantu perekonomiannya dengan adanya akses jalan yang baik seperti ini.

    Tetapi sangat disayangkan, keadaan jalan yang baik seperti ini justru sangat berbahaya bagi penduduk yang tinggal di tepian jalan, sebab di sepanjang ruas jalan ini banyak terdapat kampung-kampung, dan para pengguna jalan khususnya pengendara kendaraan bermotor justru melakukan aksi kebut-kebutan dijalan yang mulus tersebut, tanpa memperhatikan keselamatan penduduk yang ada di sekitar jalan, maupun keselamatan pengguna jalan dan dirinya sendiri.

    Banyak sekali kecelakaan lalu lintas yang terjadi disepanjang ruas jalan Tayan-Pontianak selama kondisi jalan ini sudah baik. Kecelakaan tersebut rata-rata disebabkan oleh karena kesalahan pengendara, seperti mengendarakan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

    Kemudahan akses jalan itu sendiri juga membuka peluang usaha seperti usaha yang bergerak di bidang penyediaan jasa angkutan penumpang, angkutan barang dan jasa sewa mobil.

    Kendaraan penyedia jasa angkutan penumpang inilah yang seringkali menjadi sumber ketakutan tersendiri bagi para penduduk di tepian jalan trans Kalimantan dan para pengguna lainnya, karena menurut mereka bahkan pengalaman penulis sendiri selama berlalu lalang di ruas jalan tersebut seringkali menjumpai kendaraan  penyedia jasa penumpang (Read - Taxi) dikemudikan dengan kecepatan tinggi oleh sang pengemudi, tentu saja hal ini amat sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.

    Sudah banyak sekali kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kecepatan tinggi Taxi yang melintas di jalan Trans Kalimantan, bahkan tak jarang aksi tabrak lari dilakukan oleh para pengemudi Taxi yang tak bertanggung jawab.

    Sekiranya para pemilik usaha penyediaan jasa angkutan penumpang, angkutan barang dan jasa sewa mobil yang beroperasi di ruas jalan Trans Kalimantan menegur atau memecat para pengemudinya yang mengemudikan dengan kecepatan tinggi, hal ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan lainnya ataupun penduduk di sepanjang ruas jalan. Dan bagi para pengemudi, utamakan keselamatan pengguna jalan, dan diri sendiri, NYAWA MANUSIA CUMA ADA SATU BOS !

    , , , , ,

    Tulisan ini saya luncurkan untuk ikut berkolaborasi di dalam programnya pak Bukik, seorang blogger yang saya kenal melalui blognya bukik.com. "Bukik Bertanya" adalah semacam tulisan hasil wawancara pak Bukik dengan para narasumbernya, nah kali ini saya bertindak selaku narasumber pak Bukik. Mengapa saya tertarik menjadi narasumber pak Bukik? Karena saya ingin ikut serta menyebarkan inspirasi kepada siapapun yang membaca tulisan saya ini, dan menjadi suatu refleksi buat diri saya.

    Natalius Abidin

    Pernah suatu ketika saya memperkenalkan diri saya kepada seseorang, saya dengan tegas menyebutkan nama saya, Natalius Abidin. Tetapi respon yang diberikan oleh orang tersebut bukan menyebutkan namanya juga kepada saya, tetapi ia malah mengajukan sebuah pertanyaan, "Anda seorang Kristiani atau Muslim ? Nama anda membuat saya bingung." Saya membatin sejenak, "Apa iya nama saya membuat orang bingung?" 
    Saya mencoba menganalisa kebingungan orang tersebut, Natalius adalah nama khas orang Kristen/Kristiani, sedangkan Abidin adalah nama yang biasanya dipakai oleh orang Muslim, mungkin sangat jarang orang beragama lain memakai nama ini. Lantas saya pun mengerti atas kebingungan orang tersebut, jika dari nama orang biasanya dapat menebak agama seseorang, sebagai contoh : Paulus Adi, sudah barang tentu orang ini seorang Kristen/Kristiani. Atau, Muchammad Abidin, anda sudah tahu orang ini adalah seorang Muslim. Nah kalo Natalius Abidin ? Akh, mengapa mempermasalahkan nama saya, toh saya sendiri bangga akan nama saya tersebut, saya merasa menjadi gambaran pluralisme yang ada di Indonesia ini.

    Mempermasalahkan nama, nama saya sejak saya lahir hingga sekarang hanya itu saja, terbukti dengan Akta Kelahiran Saya, ijasah-ijasah saya, maupun KTP saya,  nama saya hanya Natalius Abidin. Tetapi untuk nama panggilan mungkin ada dua versi. Versi pertama yang umum dipakai oleh keluarga dan teman-teman sepergaulan saya adalah "Natal" ya, itu karena diambil atau kependekan dari nama asli saya, namun terkadang ada juga teman yang memanggil dengan "Lius" ataupun "Din". Versi Kedua adalah nama Online saya, dulu saat saya mengenal yang namanya "Internet Relay Chatting"  atau IRC saya punya nickname yang cukup nyeleneh yakni : Bakwan, atau saya buat agak keren sedikit menjadi B_Wan, saya lupa kenapa saya memilih nama ini sebagai nickname saya, hingga sekarang saya sering juga dipanggil "Wan" oleh teman-teman di dunia maya.

    Lalu siapa seorang Natalius Abidin ? Saya hanya seorang lelaki yang berasal dari pedalaman Kalimantan Barat yang menjalani hidup yang katanya keras ini, yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa. Anak pertama dari empat bersaudara yang kesemuanya adalah laki-laki, kami empat bersaudara punya nama khusus yakni NAFA, yang merupakan kependekan dari Natalius, Andreas, Fidelis dan Aristo, sehingga jangan heran bila melihat tulisan NAFA di setiap pojok rumah kami, ataupun disetiap barang yang ada di rumah kami.

    Ibuku Wanita Sesungguhnya


    Siapa wanita terbaik di dunia ini? Tidak ada wanita lain selain ibuku, ia adalah wanita terbaik yang pernah kukenal. Ia wanita satu-satunya dalam keluarga kami, ia petarung kehidupan sejati dan ia wanita yang sesungguhnya.

    Demi membantu keadaan ekonomi keluarga kami ibu rela bekerja apa saja, banyak pekerjaan yang ia lakoni yang kuingat semenjak aku kecil hingga aku berumur 24 tahun sekarang ini, sebut saja menjadi tukang cuci pakaian orang lain, menjadi penjual sayur dan makanan ringan, dan menjadi penjaja makanan keliling yang berjualan ke kampung-kampung sekitar tempat tinggal saya, ia tak dapat mengendarai sepeda motor, tetapi ada ayah saya yang setia mengantarkannya berjualan kemana saja, tak hanya makanan yang dijaja olehnya, menjadi penjaja keliling pakaian bekas yang masih layak pakai pun pernah dilakoninya dulu. Ia juga pernah bekerja sebagai juru masak di tempat orang lain.

    Suatu ketika saya menggilir ayah saya mengantarkan ibu berjualan keliling, saya duduk di atas motor sambil menunggu ibu saya berjualan, naik ke rumah-rumah warga, satu-persatu. Ketika keranjang jualannya sudah kosong ia berjalan ke arah saya, dan hendak memerintahkan saya untuk membawanya pulang kerumah. saya melihat ada sukacita yang begitu besar terpancar dimatanya, "Tal, dah kita pulang, jualan sudah habis." Di sekujur tubuhnya saya melihat kucuran keringat yang begitu deras hingga membasahi baju yang ia kenakan saat itu, batinku tersentuh seketika, perasaan ini bergetar dan saya semakin mengagumi sosok beliau, betapa kerasnya perjuangan beliau demi mencari nafkah untuk kami keempat anaknya "Ibu, maafkan aku, ku jarang sekali menghargaimu, aku anak yang nakal". Dengan kejadian ini aku selalu ingat dalam hidupku dan kutanamkan di hatiku : "Ibuku seorang wanita, ia mampu berjuang melawan kerasnya hidup, kenapa aku yang seorang lelaki seringkali mudah menyerah?" I LOVE YOU IBU, I LOVE YOU AYAH.

    Kejadian-kejadian Yang Mengubah Hidupku

    Pada tahun 2005, atau tepatnya aku sedang duduk di bangku SMA kelas 3 suatu kejadian pahit kualami, kualami kegagalan terbesar dalam sejarah hidupku. Mungkin ini karena kejumawaanku, kesombonganku pada diri sendiri. Selama 12 tahun menempuh pendidikan dasar dan menengah, aku bisa dikatakan termasuk anak yang bisa dikatakan lumayan, sejak SD hingga kelas 3 SMA posisi terendahku adalah ranking ke-5 di kelas, bahkan aku pernah sebagai juara kelas untuk beberapa tahun berturut-turut ketika SD. Berangkat dari hal inilah aku terlalu merasa yakin akan lulus dalam ujian akhir SMA, aku merasa sangat yakin hingga melalaikan tugasku sebagai seorang pelajar, yakni belajar dengan giat. Aku melalaikan tugasku itu saat menjelang ujian akhir. Saat pengumuman kelulusan hasil apa yang aku terima? aku dinyatakan "TIDAK LULUS." Sungguh aku menyesal dengan hasil yang mengecewakan ini, dan mungkin ini juga yang menjadi tonggak semangatku untuk lulus di ujian ulangan bagi yang tidak lulus di ujian akhir yang petama (Pada tahun ajaran 2004/2005 ujian akhir susulan diadakan bagi yang tidak lulus pada ujian pertama)

    Setelah lulus dari bangku SMA, saya tidak melanjutkan pendidikan saya lagi ke perguruan tinggi, hal ini karena saya ingin merasakan dunia kerja, oleh karena itu saya mencari pekerjaan dan akhirnya saya bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit selama hampir 2 tahun hingga tahun 2007. Selama bekerja disitu ada banyak hal yang mampu mengubah cara berpikir saya, yang dulunya sebagai ABG yang maunya enak sendiri dan tinggal menadahkan tangan menerima uang jajan dari orangtua, sejak bekerja disitu saya melihat banyak anak usia sekolah dasar yang bekerja separuh waktu sepulang sekolah di perkebunan untuk mencari uang jajan sendiri, mereka tak pernah meminta uang jajan pada orang tuanya.

    Setelah bekerja kurang lebih 2 tahun, pada 2007 saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi saya, dan di saat saya telah duduk dibangku kuliah saya mengenal dunia online. Dunia ini mengubah pemikiran saya lagi, ternyata ada banyak yang dapat dilakukan untuk menjadi seseorang yang dikenal oleh dunia luar, tidak mesti tampil di televisi atau di radio, wahaha... saya pernah bermimpi menjadi orang terkenal lho, dan saya bukanlah orang bertampang layak untuk mejeng di TV atau majalah, oleh karena itu saya memilih dunia online untuk mempromosikan diri saya, termasuk lewat Blog dan berbagai media sosial lainnya.

    Selama Hidupku Yang Paling Kuhargai Adalah :

    1. Diriku Sendiri : Kemampuanku, akumenghargai kemampuan dan segala hal yang telah kubuat, dan berharap dengan segala kemampuanku aku dapat membuat orang lain lebih menghargai aku.
    2. Keluarga : Kedua orang tuaku dan NAFA, adalah orang-orang yang sangat kucintai, aku bangga hidup di keluarga ini, aku bangga memiliki mereka. Karena hanya mereka yang selama ini tulus mencintai dan menghargai aku dan memberikan aku kesempatan menjadi aku yang ku ingin.
    3. Indonesia : Hanya satu yang kuhargai dari Indonesia, para pejuang yang merebut kemerdekaan ini dari tangan penjajahan, selebihnya saya rasa belum pantas saya hargai, sebab dibalik karya mereka mereka masih menuntut ada timbal balik untuk diri mereka, contoh : pemerintah dan para wakil-wakil rakyat. Ketulusan mereka ? Bulsyit...
    4. Kehidupan : Kehidupan adalah mahakarya Tuhan yang tak terbantahkan keagungan-Nya. Kumenghargai hidupku sebagai sesuatu yang bernilai, aku akan menyesal hingga ke akhir hayatku jika aku mengabaikan setiap detik dalam perjalanan kehidupannku.
    Aku Adalah Hutan Kalimantan

    Sumber Gambar : KLIK DISINI
    Mengapa hutan Kalimantan? Kalimantan adalah pulau besar yang dimiliki oleh Indonesia, yang masih berisi hutan belantara yang lebat, walaupun pada kenyataannya semakin berkurang luas areanya setiap hari karena ulah manusia yang serakah, yang mengeruk keuntungan darinya, tanpa memperhatikannya.

    Aku tinggal di sini, di Kalimantan, tanah tempatku dilahirkan dan menghabiskan seluruh waktu dihidupku, aku sama seperti hutan di Kalimantan ini, semakin hari semakin tandus. Aku merasa diriku ini kaya, bukan bermaksud menyombongkan diri, Tuhan menciptakan aku dengan segala kenikmatan ini, segala kesempurnaan ini, Puji Syukur kepada Tuhan yang telah memberikan aku otak untuk berpikir, seluruh anggota tubuh yang tiada cacat dan cela. Walau aku memiliki tubuh yang kurang ideal, kecil dan ceking, jauh dari apa yang disebut Lelaki Ideal.

    Aku ini Hutan yang semakin gersang dan tandus. Semakin hari semakin bertambah umurku, semakin ku kehilangan setiap jengkal waktu, semakin rusak dan menua anggota tubuhku. Kehidupan telah menggerogotiku setiap saat, bagaikan Hutan yang digerogoti oleh manusia. Hutan adalah sumber penghidupan bagi manusia dan segala makhluk hidup didalamnya, begitupun aku, aku adalah segala sumber bagi kehidupanku kedepan, tak ada yang dapat menentukan jalan hidupku di masa mendatang, selain diriku sendiri.

    Indonesia di 2030

    Berdasarkan imajinasiku, Saat Indonesia di tahun 2030 aku mendengar berbagai deru mesin dan melihat berbagai bangunan yang mencakar langit. Aku di 2030 merindukan suara burung-burung di langit-langit Kalimantanku dan merindukan lebatnya hutan yang pada pada tahun 2000 masih menjadi tempatku bersembunyi saat aku bermain perang-perangan bersama teman-teman. Ku melihat orang-orang kemana-man menggunakan kendaraan dari baja dan besi, akupun melihat banyak manusia di usia 40an sudah menderita penyakit keropos tulang, karena sudah jarang berjalan 10.000 langkah setiap harinya.

    Melihat hal-hal di atas, aku ingin menjadi seseorang yang dapat membuat rumah kecil yang dipekarangannya kutanami beberapa pohon, agar beberapa ekor burung yang bingung mencari tempat untuk hinggap, hinggap di atas pohon tersebut.

    Biografiku

    Jika ada seseorang yang sudi menulis tentang aku kelak, aku akan meminta kepadanya memberi judul terhadap bukunya tersebut : NATALIUS ABIDIN : Sang Hutan, yang tak ingin gersang

    Kekonyolanku

    Sebenarnya ada banyak hal konyol dalam hidupku, tetapi maaf tak dapat kuceritakan semuanya disini. Mungkin ada hal yang dapat kubagikan untuk pembaca semuanya, hal konyol ini sebenarnya malu juga untuk diceritakan kepada anda. Suatu hari saat itu kubaru pertama kalinya mengenal yang namanya internet, komputer mungkin sejak SMP aku mengenalnya.

    Aku ingat betul hari itu, karena keingintahuanku dan tekad belajarku yang kuat aku memberanikan diri melangkahkan kaki ke warnet terdekat dengan kos-kosan ku. Setibanya di warnet tersebut aku melihat kedalam, ada beberapa komputer yang kosong. aku masuk dan langsung duduk. Seketika ku melihat komputer telah menyala, dan inilah hal konyol itu, aku bingung sekali mengapa layar dihadapanku berbeda sekali dengan layar komputer yang selama ini kukenal, ku klik sana-dan sini tetap saja layarnya seperti itu, bergambar ikan lumba-lumba, hampir setengah jam aku terpaku di layar komputer warnet tersebut. Aku bingung. Melihat gelagatku sang penjaga warnet berjalan menuju ke arahku, aku berpikir aku melakukan sebuah kesalahan dan aku sangat ketakutan jika aku berbuat salah. saat sang penjaga melihat layar komputer dihadapanku ia bertanya, "Bang, mau main internet ya? kok gak dibuka?" aku kelagapan. Ia pun segera mengajariku, "abang klik aja di tulisan "Personal" ini dan terus tulis nama abang dan enter" katanya. "sesudah itu buka aja Mozilla ini, dan ketik saja apa yang ingin abang buka dan cari" lanjut sang penjaga warnet.

    Sesudah sang penjaga selesai mengajariku ia kembali ke meja operatornya sambil tersenyum-senyum,  aku terlihat sangat bodoh waktu itu.

    Konyol, pengalaman yang sangat konyol saat pertama kali aku mengenal internet.
    Konyol juga jika anda membaca dari awal menggunakan kata "Saya", eh diakhirnya menggunakan kata "Aku" pada postingan ini, hehe...

    Mau berpartisipasi juga, ini ada undangan untuk anda : Undangan Untuk Berkolaborasi

    Kenali passionmu. Kenali misimu. Sebarkan inspirasi.

    , ,




    SELAMAT HARI RAYA NATAL 2011, SEMOGA KELAHIRAN KRISTUS MEMBAWA DAMAI BAGI KITA SEMUA.




    , , ,

    24 tahun yang lalu, atau tepatnya 24 Desember 1987 seorang bayi mungil terlahir kedunia, tepat sehari menjelang  umat Nasrani memperingati kelahiran Yesus Kristus. Bayi itu diberi nama Natalius Abidin oleh kedua orang tuanya. Ya, Natalius Abidin owner dan kontributor tunggal sebuah blog www.katanatalius.com
     
    Natalius yang ia sendiri mengartikannya kelahiran baru, yang selalu membuatnya yakin akan selalu ada kelahiran semangat baru dalam hidupnya setiap saat. Abidin yang dapat berarti Abadi, membuatnya yakin ia akan mampu membuat namanya akan abadi sepanjang jaman, semoga.
     
    Siapa dia ? dia bukan orang yang terkenal, hanya rakyat jelata, dan saat ini masih berstatus mahasiswa.

    Saat ini tepat sudah 24 tahun kehadirannya di dunia ini, belum ada yang dapat dibanggakannya, belum ada yang dapat ditunjukkannya dan membuat tersenyum orang-orang yang mencintainya. Ia masih tertatih-tatih menjalani kehidupan ini, sementara orang lain yang berusia sama, atau bahkan lebih muda darinya telah mendulang berbagai kesuksesan, terus terang ia sangat iri akan hal tersebut.
     
    Banyak hal yang dicita-citakannya, dari sekian banyak tersebut ada yang sudah tercapai, tetapi ada lebih banyak lagi yang belum ia capai, dan tentunya ia dalam perjuangan untuk meraih semua itu. Ia tetap berusaha, tentunya ia butuh spirit, butuh semangat dari siapa saja yang mau memberinya semangat, terlebih semangat dari orang yang ia cintai.





    SELAMAT ULANG TAHUN NATALIUS ABIDIN

    Apa yang kau impikan semoga terwujud, ingat perjalanan hidupmu masih panjang, semoga Tuhan memberikanmu kesempatan menikmati perjalanan hidup yang panjang tersebut, semoga semakin tabah lalui apapun yang mencoba mu ke depan.

    , , , ,

    "Ide menulismu itu datang darimana sih? tanya seorang sahabat kepada saya. "Bisa darimana saja" jawabku lugas.
    Benar saja jawabku itu, ide menulis memang datang dari mana saja, ibarat penjuru mata angin, bisa datang dari segala penjuru. Berikut ini adalah sumber-sumber ideku dalam menulis, terutama menulis di blog ini. 

    1. Realita : Realita yang saya maksud disini adalah pengalaman sehari-hari, baik itu kejadian yang dialami sendiri, ataupun mendengar seorang teman bercerita tentang sesuatu kepada saya, bahkan tak jarang sebuah mimpi pun bisa menjadi sumberku menulis.
    2. Internet : Membaca sebuah artikel di internet bisa jadi menjadi sumber ide dalam menulis, dalam hal ini bukan berarti saya copy-paste yah, tetapi yang saya maksud adalah ide utamanya tercetus setelah membaca sebuah artikel, bahkan tak jarang saya menulis dengan modal ide sebuah status Facebook seorang teman ataupun ide dari Timeline di Twitter.
    3. Khayalan : Siapa yang tak pernah berkhayal ? berkhayal atau bermimpi adalah suatu hal yang menyenangkan, semua orang bebas berkhayal, semua orang bebas bermimpi, apapun khayalan dan mimpi tersebut, dapat kita tuangkan dalam sebuah tulisan bukan ?
    Ya, sekiranya ada tiga sumber utama ide saya untuk menulis, terutama menulis di blog pribadi saya ini. ( NA )

    , ,

    28 Oktober 1928 seluruh pemuda di nusantara mengikrarkan suatu janji atau sumpah pada sebuah kongres pemuda yang berbunyi sebagai berikut :
    • Pertama, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
    • Kedua, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
    • Ketiga, Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
    Isi dari pernyataan atau sumpah para pemuda Indonesia ini jelas menyatakan ikrar untuk secara bersama-sama membangun satu negara yang merupakan satu tumpah darah dengan mengaku sebagai satu bangsa yang utuh dan menggunakan satu bahasa untuk pemersatu bangsa yang sebenarnya terdiri dari berbagai ragam suku bangsa ini.

    Tekad dan ikrar para pemuda yang dikategorikan pemuda pejuang yang berusaha mempersatukan bangsa ini pada masa perjuangan tersebut tentu tulus adanya. Suatu hal yang sungguh menarik untuk dipelajari pada saat peristiwa sumpah pemuda ini terjadi adalah semangat bersatu tanpa adanya membeda-bedakan sesama mereka peserta kongres yang terdiri dari wakil para pemuda dari berbagai organisasi, sebut saja Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dan sebagainya. Di antaranya hadir pula pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda)
    Sumber Gambar : http://satubangsa.blogdetik.com/
    Nilai persatuan yang sangat menonjol di dalam peristiwa sumpah pemuda yang pada hari ini diperingati untuk yang ke 83 tahunnya. Beragam macam pemuda yang terdiri dari berbagai macam latar belakang hadir bersatu mengikrarkan persatuan, berjanji untuk mengaku menjadi satu.

    Apakah hal ini masih bertahan hingga saat ini ? Apakah persatuan para pemuda masih bertahan hingga hari ini, atau sudah sangat luntur? Apakah ada kepedulian dari para pemuda terhadap berbagai masalah bangsa yang menimpa suku bangsa lain di salah satu belahan Indonesia, masih saling bersatukah kita? atau malah saling bertiakai mempertahankan ego masing-masing yang saling mendaulad bahwa suku bangsanya yang paling baik dan sebagainya ? dimana rasa SATU yang diikrarkan jika sudah seperti ini?

    Atau masih perdulikah pemuda Indonesia akan nasib para pemuda yang berdiam di wilayah perbatasan yang katanya lebih nyaman bila mendengarkan siaran dari negeri tetangga, mengkonsumsi produk dari negeri tetangga, dan sering jalan-jalan ke negeri tetangga ketimbang ke ibukota kabupaten sendiri yang jarak tempuhnya lebih lama dan keadaan jalannya lebih buruk dibandingkan bila menyeberang ke negara jiran?

    Pemuda Indonesia, kita renungkan bersama !

    , ,

    Ngeblog itu merupakan aktivitas memuaskan diri sendiri yakni dengan menuangkan dan mencurahkan apa yang dirasa dan dilihat dalam tulisan, atau bahkan hanya berisi pengalaman sehari-hari, hal ini sama dengan beronani yaitu memuaskan hasrat diri sendiri, tanpa memperdulikan pembaca setia blognya, apa yang diinginkan pembaca atau manfaat apa yang hendak diberikan ke pembaca.
    Sumber Gambar : DISINI

    Istilah blogger onani ini saya dapatkan ketika membaca beberapa blog yang sering saya singgahi, disana saya temukan kata "Onani" yang mendeskripsikan seorang blogger yang asik menterjemahkan isi pikirannya sendiri. Memang ngeblog adalah sebuah aktivitas untuk menterjemahkan apa yang terlintas dipikiran kedalam bentuk tulisan, tetapi apakah selamanya kita ngeblog hanya untuk diri kita sendiri tanpa memperdulikan para pembaca yang lalu-lalang melalui jalan manapun yang masuk ke blog kita, dan akhirnya mereka pergi, tanpa adanya kesan bahwa blog kita menarik untuk dibaca dan dibongkar setiap artikel yang termuat diblog kita tersebut? Di beberapa blog disebutkan bahwa seorang blogger pemula biasanya adalah blogger yang senang beronani ria di blognya, akan tetapi hal ini dapat dimaklumi karena merupakan satu tahapan langkah pembelajaran, setiap blogger pasti pernah mengalaminya.

    Bagaimana ciri-ciri blogger yang dapat dikatakan seorang blogger yang bukan bertipe senang beronani ? Blogpreneur, Ya ! blogger yang dapat dikatakan sudah tidak senang beronani adalah seorang blogger yang dikategorikan blogpreneur, yang mempunyai ciri-ciri yang telah saya sebutkan di tulisan saya sebelumnya di SINI.

    Lalu apakah saya juga bisa dikatakan seorang blogger yang bertipe senang onani? anda dapat melihat sendiri isi dari blog ini, apakah cukup senang anda baca, atau terkesan isi perasaan saya saja, anda bisa menjawabnya sendiri. Serta bagaimana dengan anda, anda masih senang beronani ? atau anda berharap pembaca betah membaca blog anda ?

    , , ,

    Dayak, adalah nama suatu suku atau rumpun suku yang sebagian besar tersebar di pulau Kalimantan, baik itu Kalimantan milik Indonesia maupun Negara bagian Sarawak dan Sabah, Malaysia.

    Stephanus Djuweng, pendiri dan peneliti senior Institut Dayakologi dalam Paper yang dipresentasikan dalam lokakarya United Nation Economic and Social Council (UNESCO) di Jakarta Tahun 1999 yang berjudul PEMBANGUNAN DAN PENINDASAN menyebutkan bahwa "Dayak adalah sebutan kolektif terhadap sekitar 405 kelompok etnolinguistik yang mendiami pulau Borneo. Mereka menamakan/dinamakan Iban, Kayan, Kenyah, Kanayatn, Maanyan, Ngajuk, Uut Danum, Bidayuh, Simpang, Pompakng, dan lain-lain. Menurut para peneliti, penamaan ini berdasarkan kesamaan Hukum Adat, Ritual Kematian dan Bahasa. Sebenyarnya penamaan sub-suku Dayak juga dapat didasarkan pada letak geografis kawasan adat mereka"

    Dayak,  mengapa masih dianggap primitif ? mengapa muncul pertanyaan seperti ini?
    Berdasarkan apa yang saya (penulis) alami sendiri maupun mendengar cerita dari teman-teman yang sering bepergian ke luar Kalimantan, banyak yang bertanya dan masih menganggap bahwa suku Dayak itu masih primitif, kejam, kanibal, primitif, berekor, dan sebagainya. Mengapa masih terekam di ingatan orang-orang luar pulau Kalimantan bahwa suku Dayak masih primitif, kejam, kanibal, primitif, berekor, dan sebagainya ? 

    Untuk menjawab dan mencari tahu mengapa citra suku dayak sebagai suku yang masih primitif begitu melekat di pikiran orang luar pulau kalimantan perlu berbagai penelusuran yang lebih mendalam sehingga diketahui penyebab pastinya.

    Berikut ini hanya pola pikiran saya ketika terdengar lontaran kalimat bahwa "Dayak itu masih Primitif" adalah :
    • Dijaman Modern ini, orang Dayak masih selalu dianggap primitif mungkin disebabkan oleh masih terbelakangnya dan belum diserapnya ilmu pengetahuan oleh masyarakat Dayak yang masih menetap di daerah pedalaman, dan inipun populasinya semakin berkurang, tetapi hal ini bukan menjadi suatu alasan menyebutkan Dayak secara umum, sebab masyarakat Dayak pada umumnya sudah mengenal pendidikan modern.
    • Adanya tradisi purba/kuno"Ngayau" yang merupakan  tradisi Suku Dayak. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh. Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala (Ngayau). Karya Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1881 banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai “orang-orang pemburu kepala”.

    Dua hal pokok tersebut yang menyebabkan pola pikir orang luar Kalimantan masih menganggap suku Dayak khususnya sebagai suatu suku yang masih terbelakang, primitif, dan sebagainya. Padahal jika mereka datang sendiri ke Kalimantan situasi yang berbeda 180ยบ dari pemikiran mereka selama ini akan mereka temui, bagaimana menurut anda?

    Image Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak

    ,

    Dokumen visum yang dirilis situs whistle blower Indoleaks
    Konspirasi G30S PKI

    30 September 1965 terjadi sebuah sejarah buruk di negeri ini, sejarah yang dicatat dan dikenal dengan tragedi G30S/PKI. Namun Hingga kini peristiwa ini merupakan sebuah tragedi yang masih buram yang masih menyimpan segala kesimpang siuran.

    Buramnya tragedi ini semakin dipercaya setelah sebuah situs, yakni Whistle Blowler Indoleaks merilis sebuah dokumen visum para korban keganasan PKI pada 30 September tersebut pada tanggal 13 Desember 2010, yang mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan sejarah yang dipelajari sejak bangku Sekolah Dasar dan sebuah film dokumenter yang disutradarai Arifin C Noer dan dibintangi oleh artis terkenal saat itu diantaranya Ade Irawan, Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Sofia WD, yang saat Orde Baru menjadi suatu tayangan wajib yang harus ditonton setiap tanggal 30 September.

    Beberapa hal yang diungkapkan oleh situs Indoleaks adalah S. Parman hanyalah mengalami luka tembak & patah tulang, yang tentunya berbeda dengan yang disebutkan di dalam catatan sejarah Orde Baru, mengalami penyiksaan paling sadis seperti Letjen R Soeprapto, Mayjen Soetoyo dan Lettu Pierre Tendean. Mereka antara lain disilet, disundut, bahkan sampai dipotong alat kelaminnya. Selain itu situs tersebut juga mengungkapkan berdasarkan penemuan bukti visum yang mereka publikasikan yang dipercaya sebagai hasil visum 5 dokter RSPAD yaitu dr Roebino Kertopati, dr Frans Pattiasina, dr Sutomo Tjokronegoro, dr Liaw Yan Siang, dr Lim Joe Thay, pada 5 Oktober 1965. Dokumen ini bercap Panitera Mahkamah Militer Luar Biasa, diduga dari sinilah dokumen itu diperoleh, bahwa Pierre Tandean tidak dimutilasi serta organ tubuh dari Letjen Soeprapto sebetulnya utuh, dan hal ini sangat berbeda dengan sejarah yang diketahui publik selama ini dan film karya Arifin C Noer tersebut.

    Fakta sejarah belum benar-benar terungkap dengan jelas dan masih sangat buram, sebagai publik yang awam dan tidak mengerti apa maksud dari semua itu, kepentingan apa yang mendalangi Indoleaks mengungkapkannya, atau kepentingan apa pihak Orde Baru ataupun TNI menutupi semua ini (apabila yang diungkapkan Indoleaks adalah benar). Semuanya masih buram.

    Hari Kesaktian Pancasila

    "Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S-PKI dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan." (http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila)

    Gerakan 30 September dianggap sebagai usaha dari sebuah Partai Komunis Indonesia untuk menggantikan Ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila, Namun usaha itu mengalami kegagalan itulah sebabnya 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. 

    PKI dianggap melakukan sebuah gerakan kudeta untuk mengambil alih tampuk kekuasaan di negeri ini, yang dimana saat itu kekuatan politik dikuasai oleh tiga kekuatan besar yakni Nasionalis, Agamais, dan Komunis. Kondisi yang sangat gaduh ditambahnya tingkat inflasi negara yang merajalela memperburuk keadaan.

    Asal muasal kejadian ini disebabkan karena usaha PKI untuk membentuk "Angkatan Kelima" beranggotakan petani dan para buruh yang bermaksud untuk menentang Federasi Malaysia. namun Gagasan ini ditentang keras oleh AD. Untuk memperkuat gagasannya, PKI mulai meniupkan adanya dewan jenderal. PKI mengklaim menemukan “dokumen Gilchrist” yang antara lain di dalamnya terdapat kalimat : “ …masa depan kerja sama dengan teman-teman kita di AD” . Kata “teman-teman kita di AD” diterjemahkan PKI sebagai adanya dewan jenderal. Gilchrist adalah nama duta besar Inggris di Indonesia.
    Kegaduhan ini berlangsung dengan Presiden Sukarno berada di pusat. Saat presiden sakit keras, maka, situasi menjadi sangat matang, dan meletuslah peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan 30 September itu. Jenderal Suharto mengatakan bahwa gerakan ini adalah sebuah usaha kudeta untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintah yang sah, dan pasti didalangi oleh PKI, maka pada tanggal 12 Maret 1966, dengan SUPERSEMAR, Jenderal Suharto membubarkan PKI dan menyatakan bahwa PKI dan seluruh organisasi lain yang terkait dengannya dinyatakan terlarang, termasuk ajaran-ajaran komunisme/marxisme, dan Leninisme. Hal ini diperkuat dengan TAP No XVIII/MPRS/1966.

    Gerakan 30 September dinyatakan sebagai gerakan untuk menggantikan Ideologi Pancasila dan mengalami kegagalan mengganti Ideologi Pancasila tersebut, oleh karena itu Pancasila masih tetap dipakai sebagai Ideologi Negar ini, dan disebut sakti karena bertahan dari berbagai usaha menggantikannya.

    Sejarah tinggal sejarah, semoga terungkap mana yang menjadi kebenaran, dan sejarah dapat menjadi pelajaran untuk menata kehidupan negara ini kedepannya. SEMOGA. ( NA )


    Source :

    Image Source :

⬆
Top