Showing posts with label Blogger. Show all posts
Blogger, Internet, SocMed, Twitter
Ah iseng-iseng browsing serta blogwalking ini malam saya kepikiran cari arti sebuah kata di google, kata itu begitu populer di jaman sekarang khususnya bagi penggguna Media Sosial semacam Twitter atau apapun itu.
Sudah banyak blog ataupun website yang membahas tentang hal ini jadi agak sedikit memudahkan saya melacak arti sebenarnya dari kata ini, saya menulis hal ini mau dibilang ikut-ikutan membahas ini mumpung lagi populer atau mau berkata apapun terserah anda, karena hal ini cukup menarik (menurut saya) oleh karena itu saya menulis hal ini.
![]() |
| Ngetwit Dapat Duit |
Kata ini adalah sebuah profesi bagi sebagian orang di jaman yang serba berjejaring ini, dan sepertinya sangat diminati oleh banyak orang sebab sangat menggiurkan, tinggal duduk-duduk saja di kamar atau di rumah uang mengalir lancar kedalam rekening. Siapa yang tidak mau profesi enak seperti ini, kita takk perlu membanting tulang secara keras dan mengucurkan keringat yang banyak dalam melakukan pekerjaan ini
Pekerjaan dijaman sosial media ini hanya perlu sebuah keahliaan untuk dapat punya teman sebanyak-banyak di sosial media atau menarik minat banyak orang untuk dapat mengikuti garis waktu kita, maka pekerjaan ini akan semakin dekat dengan kita.
Ada yang mau pekerjaan seperti ini? tentu banyak yang mengacungkkan tangannya dan menjawab mau, tapi tunggu dulu!! Syaratnya kamu harus mempunya ribuan/puluhan ribu atau bahkan jutaan pengikut di sosial media yang kamu punya, dan kamupun akan diminta menuliskan sesuatu yang bernada promosi atau memperkenalkan suatu produk di sosial media yang kamu punya dan tentunya kamu akan dibayar oleh si empunya produk tersebut.
Alasan di ataslah yang menjadi alasan banyak orang menjadikkan banyaknya pengikut di sosial media sebagai sesuatu yang berharga, entah bagaimanapun caranya dilakukan agar dapat mempunyai banyak pengikut di sosial media.
Buzzer, seperti itulah orang menyebut profesi baru yang muncul di jaman sosial media ini, sebuah pekerjaan yang hanya membutuhkan pengikut yang banyak di sosial media. Buzzer dibayar untuk dapat memperkenalkan suatu produk yang membayarnya kepada para pengikut buzzer tersebut.
Ada yang terobsesi untuk dapat menjadi seorang buzzer karena teramat menggiurkan, namun ada juga yang tak acuh pada profesi ini, dan ada juga yang nampaknya bermasalah atau risih dengan orang-orang yang berprofesi sebagai buzzer, tentunya dengan alasan yang mereka miliki.
Bagaimana dengan anda? apakah berminat atau terobsesi untuk dapat menjadi buzzer juga, atau anda tak peduli? atau bahkan anda anti dengan orang-orang yang berprofesi sebagai buzzer?
Lalu, bagaimana dengan saya? Salam. NA
ASEAN Blogger, Blogger, Blogger Nusantara, celoteh, Opini, SocMed
Blogger perlukah berkomunitas? Pertanyaan saya ini mungkin sedikit mengguris hati para penggiat komunitas blogger dimana saja berada asal masih berada di Indonesia. Mengapa?
Komunitas-komunitas blogger di Indonesia tumbuh pesat dan bahkan banyak bermunculan komunitas-komunitas blogger baru dimanapun di Indonesia ini, entah itu komunitas yang memang real untuk tujuan berinteraksi sesama blogger maupun tujuan lainnya, ya langsung sebut saja untuk "Menyaingi" komunitas yang telah ada dan berkembang. Tak jarang juga komunitas-komunitas baru tersebut tumbuh berkembang dan kemudian mati, cocok istilah hangat-hangat tahi ayam disematkan.
Kenyataan adanya adu kuat antar komunitas blogger tersebut memang ada, dan benar terjadi. Entah apa sebabnya? mungkin saja oleh karena ego para inisiatornya atau ketidaksepahaman antar penggiat yang ada di dalam sebuah komunitas kemudian keluar dari komunitas dan berusaha membentuk komunitas baru yang lebih ingin menyaingi komunitas lamanya.
Itu tentang komunitas-komunitas blogger di berbagai daerah. Untuk daerah yang tak pernah terjadi demikian saya hanya bisa memohon maaf, sebab tak selamanya opini ini benar.
Lalu berbagai event berkaitan dengan Social Media Enthusiasts pun terkadang ada kesan saling saingan, masih ingat kejadian adanya acara NgopiKere dan ASEAN Blogger Festival 2013 yang masih fresh di dalam ingatan, yang persis sama tanggal pelaksanaannya, ada kesan ada blok-blok tertentu antar sesama blogger dalam negeri ini. Bukan bermaksud membandingkan atau mencap adanya blok-blokan para blogger.
Lalu apa kabarnya lagi Pesta Blogger yang kemudian ganti nama menjadi ON|OFF ID dan Blogger Nusantara yang eventnya dilaksanakan di luar kebiasaan yakni diadakan di kota lumpur Lapindo? yang saya tangkap kesannya hidup hanya saat adanya yang mau nampang nama atau brand. Memang dalam sebuah event perlu yang namaya sponsor. Lain cerita jika memang event tersebut di inisiasi oleh brand tertentu dan dalam rangka promosi khusus. Habis promosi maka tak ada lagi evet tersebut.
Masihkah blogger perlu berkomunitas? Selama tujuannya saling berbagi dan membantu dan untuk ajang silahturahmi tanpa ada niatan Menyaingi, saya rasa masih amat perlu. Salam (NA)
Blogger, Blogging, Tulisan Pendek
Sesaat sebelum ke warnet dan menuliskan tulisan ini, saya dan beberapa teman pergi kondangan, jauh sebelumnya yakni pada siang hari saya kesal habis-habisan karena lampu alias listrik mati seharian sejak pagi, kejadian yang mengulang kejadian di hari yang kemarin. Entah mengapa di kota kecilku ini listrik seperti layaknya orang minum obat padam, bahkan seharian jika ia suka. Kesal yang tak tahu akan saya lampiaskan pada siapa.
![]() |
| Menulis |
Ah, daripada bahas mati lampu tidak akan pernah habis karena akan terjadi lagi entah esok atau lusa. Isi tulisan saya kali ini bukan membahas soal lampu atau listrik yang padam, tetapi tentang niat saya untuk menekuni "1 Post 1 Day" yang saya lontarkan pada hari Sabtu yang lalu.
Keinginan untuk mencapainya atau melakukannya memang sangat kuat saya bisa katakan ini hasrat bukan lagi keinginan. Banyak rekan-rekan saya yang telah berhasil melakukan 1 Post 1 Day, bahkan ada yang 4 post perhari, salut buat mereka yang telah konsisten melakukannya.
Niat memang baik tetapi lebih baik jika dilaksanakan, banyak alasan sebenarnya mengapa tidak dapat saya wujudkan niat saya itu, tetapi apalah arti alasan jika sebenarnya lasan itu dapat dihindari, mau mati lampu setiap haripun alasannya ya kenapa tidak menulis dan disimpan pada saat lampu hidup dan post otomatis pada hari dan jam yang kita inginkan. Ah, hanya alasan. Namanya juga alasan. (NA)
Sumber Gambar :
- http://serc.carleton.edu/sp/library/writing_assignments/index.html
Blogger, Budaya, celoteh, Pemikiran Diri
Sebetulnya saya tidak sependapat jika dikatakan Korupsi adalah budaya. Saya mengartikan budaya sebagai ciptaan dan kebiasaan manusia yang berkembang dan terus diwariskan dari nenek moyang hingga generasi ke generasi secara turun temurun sejak berabad-abad. Sedangkan Korupsi adalah suatu tindakan manusia menyalahgunakan wewenang yang ia miliki untuk dapat memuaskan dirinya dan menguntungkan dirinya sendiri dan hal ini tidak diwariskan tetapi ditiru oleh orang-orang sekitarnya atau generasi berikutnya, tentunya orang-orang atau generasi yang meniru Kebisaan korupsi berarti orang-orang atau generasi yang negatif dan hanya berpandangan hidup berdasarkan materialisme semata.
Mungkin, yang mengatakan korupsi adalah budaya adalah yang berpandangan bahwa korupsi mulai sangat membahayakan masa depan bangsa di segala bidang, dan pendapat seperti ini tak serta-merta saya salahkan juga sebab apabila korupsi sudah menggejala di setiap aspek kehidupan bernegara di negeri ini bukan tidak mungkin korupsi dapat dikatakan sebagai sebuah budaya baru yang memiliki artian sebagai sesuatu yang melekat pada karakter anak bangsa. Hanya saja saya masih menyangkal korupsi sebagai budaya sebab budaya tidak dapat di berantas dengan mudah, dan menjadi sebuah warisan bagi generasi ke generasi, tetapi korupsi bisa diberantas dengan berbagai tindakan yang harus dilakukan, dan hal ini bukan warisan, tetapi peniruan dari generasi yang hanya ingin hidup bermewah-mewahan tanpa memikirkan orang-orang yang ia korbankan. Yang sebenarnya menjadi maslah bangsa ini adalah pergeseran nilai dan norma kehidupan yang sangat bisa diusahakan digeser dan dikembalikan kepada tata nilai dan norma yang baik.
Upaya dalam pemberantasan tindakan korupsi dapat dilakukan dari bawah, sebab upaya pemberantasan korupsi dari atas sejauh yang saya lihat gagal total, kita dapat menyaksikan upaya pemberantasa korupsi dari atas yang malah melahirkan adanya Mafia Kasus, banyak yang terjadi apabila seseorang mengejar koruptor kelas kakap yang korupsi hingga milyaran hingga trilliunan Rupiah, petugas yang mengejar atau menangani kasusnya Cuma memiliki gaji puluhan juta rupiah dan saat disuap ratusan juta, bisa saja kasus tak kan pernah tuntas, koruptor melenggang bebas menghirup udara segar dan menikmati hasil dari tindakan kejahatan korupsi yang ia lakukan dengan aman.
Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan cara dari tingkatan bawah, yakni melalui dunia pendidikan korupsi dapat dicegah secara maksimal. Pendidikan di dalam keluarga yang menjadi pendidikan pertama bagi seorang warga negara harus mampu mengajarkan kepada individu baru yang terlahir dalam lingkungan keluarga tentang nilai-nilai yang baik dan bersih, untuk itu harus diadakan pendampingan khusus bagi setiap pasangan yang hendak membentuk keluarga baru, agar menjadi keluarga yang sangat menaati nilai-nilai dan norma bersih agar dapat mewariskan budaya bersih dari tindakan kejahatan korupsi walau tindakan yang terkecil sekalipun kepada anak-anak mereka nanti.
Dalam hal ini pendampingan remaja. Upaya pendidikan, bimbingan serta penyuluhan terhadap remaja di negeri ini harus trus menerus dilakukan dan digalakan, sebab kualitas remaja yang baik akan menghasilkan generasi yang baik pula kedepannya. Upaya dalam pendidikan merupakan suatu upaya yang selalu harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan.
Upaya ini adalah upaya dasar yang hasilnya tak akan terlihat dalam sekejap, membutuhkan proses yang berkesinambungan, tetapi saya yakin inilah tindakan pencegahan terampuh yang mesti digalakkan. (NA)
Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan cara dari tingkatan bawah, yakni melalui dunia pendidikan korupsi dapat dicegah secara maksimal. Pendidikan di dalam keluarga yang menjadi pendidikan pertama bagi seorang warga negara harus mampu mengajarkan kepada individu baru yang terlahir dalam lingkungan keluarga tentang nilai-nilai yang baik dan bersih, untuk itu harus diadakan pendampingan khusus bagi setiap pasangan yang hendak membentuk keluarga baru, agar menjadi keluarga yang sangat menaati nilai-nilai dan norma bersih agar dapat mewariskan budaya bersih dari tindakan kejahatan korupsi walau tindakan yang terkecil sekalipun kepada anak-anak mereka nanti.
Dalam hal ini pendampingan remaja. Upaya pendidikan, bimbingan serta penyuluhan terhadap remaja di negeri ini harus trus menerus dilakukan dan digalakan, sebab kualitas remaja yang baik akan menghasilkan generasi yang baik pula kedepannya. Upaya dalam pendidikan merupakan suatu upaya yang selalu harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan.
Upaya ini adalah upaya dasar yang hasilnya tak akan terlihat dalam sekejap, membutuhkan proses yang berkesinambungan, tetapi saya yakin inilah tindakan pencegahan terampuh yang mesti digalakkan. (NA)
Sumber Gambar :
http://pedulihukum.wordpress.com/2010/07/13/siapakah-irjen-pol-alek-bambang-riadmojo/karikatur-bencana-korupsi-dan-gempa-2/
- mempersiapkan OMK Indonesia untuk menyambut IYD 2012;
- menggalang keterlibatan yang luas dari OMK Indonesia dalam IYD 2012;
- menjadi ajang untuk memunculkan talenta OMK Indonesia dalam menyuarakan tanggapannya terhadap kehidupan.
- menjadi sarana perjumpaan bagi OMK Indonesia untuk melakukan sharing iman;
- menjadi sarana perjumpaan bagi OMK Indonesia untuk mendapatkan pengajaran dan peneguhan iman;
- menjadi inspirasi bagi OMK Indonesia dalam menjalani hidup sebagai orang Katolik dan warga negara Indonesia.
- menjadi tindak lanjut IYD 2012;
- menggemakan inspirasi yang diperoleh dari IYD 2012 agar tidak terlupakan begitu saja;
- menjadi inspirasi bagi IYD selanjutnya agar terdapat kesinambungan.
Agama, Blogger, Kalbar, Katolik
Keuskupan Sanggau atau sebuah keuskupan dari 37 Keuskupan yang ada di Indonesia adalah tempat tinggal maupun tempat asal saya akan menjadi tuan rumah "Indonesian Youth Day" yang pertama kalinya pada 20-26 Oktober 2012 nanti.
Walaupun saya tidak turut ambil bagian secara langsung di dalamnya, karena masing-masing paroki di keuskupan kami sudah memenuhi kuota untuk peserta resminya, saya tetap bersemangat untuk menyambut kegiatan yang diadakan pertama kalinya di tempat saya ini. Tuan rumah kegiatan yang direncanaka empat tahun sekali ini akan bergiliran, entah empat tahun kemudian akan diadakan di mana lagi, tetapi yang pasti 4 Tahun X 37 Keuskupan, yang berarti 148 Tahun lagi akan kembali terulang lagi di Keuskupan sanggau, sungguh moment yang langka dan sangat berharga, sayang jika dilewatkan, sungguh berbahagia sekali kami berkesempatan menyaksikannya secara langsung. Kegiatan IYD 2012 diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan KWI serta Komisi Kepemudaan masing-masing Keuskupan di Indonesia menunjuk Keuskupan Sanggau sebagai tuan rumah juga melibatkan Keuskupan Agung Pontianak dan Keuskupan Sintang, serta unsur-unsur Pemerintah Daerah dan unsur-unsur Pemerintah Nasional
Kegiatan yang bertemakan Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, Berteguh dalam Iman (bdk. Kol 2:7) ini memiliki sebuah tujuan yakni mewujudkan 100% Katolik, 100% Indonesia Sebagaimana pernah dinyatakan Mgr. Soegijapranoto (alm.) dan menjadikan Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia tumbuh dan berkembang dalam kekatolikan dan keindonesiaan. OMK, justru karena imannya, tergerak untuk terlibat dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan masyarakat Indonesia, terutama yang lemah, miskin, tersingkir dan difabel (bdk. Gaudium et Spes 1, Matius 25:40). Sikap itulah yang perlu terus-menerus diupayakan, baik secara pribadi maupun bersama, dalam segala jenjang. OMK Indonesia perlu bekerja sama dengan semua pihak yang berkehendak baik, untuk mewujudkan masyarakat yang semakin bermartabat, adil dan sejahtera.Keinginan baik itu menemui banyak tantangan, terutama dalam situasi dan kondisi Indonesia saat ini. Sejak 1997.
Walaupun saya tidak turut ambil bagian secara langsung di dalamnya, karena masing-masing paroki di keuskupan kami sudah memenuhi kuota untuk peserta resminya, saya tetap bersemangat untuk menyambut kegiatan yang diadakan pertama kalinya di tempat saya ini. Tuan rumah kegiatan yang direncanaka empat tahun sekali ini akan bergiliran, entah empat tahun kemudian akan diadakan di mana lagi, tetapi yang pasti 4 Tahun X 37 Keuskupan, yang berarti 148 Tahun lagi akan kembali terulang lagi di Keuskupan sanggau, sungguh moment yang langka dan sangat berharga, sayang jika dilewatkan, sungguh berbahagia sekali kami berkesempatan menyaksikannya secara langsung. Kegiatan IYD 2012 diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan KWI serta Komisi Kepemudaan masing-masing Keuskupan di Indonesia menunjuk Keuskupan Sanggau sebagai tuan rumah juga melibatkan Keuskupan Agung Pontianak dan Keuskupan Sintang, serta unsur-unsur Pemerintah Daerah dan unsur-unsur Pemerintah Nasional
Kegiatan yang bertemakan Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, Berteguh dalam Iman (bdk. Kol 2:7) ini memiliki sebuah tujuan yakni mewujudkan 100% Katolik, 100% Indonesia Sebagaimana pernah dinyatakan Mgr. Soegijapranoto (alm.) dan menjadikan Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia tumbuh dan berkembang dalam kekatolikan dan keindonesiaan. OMK, justru karena imannya, tergerak untuk terlibat dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan masyarakat Indonesia, terutama yang lemah, miskin, tersingkir dan difabel (bdk. Gaudium et Spes 1, Matius 25:40). Sikap itulah yang perlu terus-menerus diupayakan, baik secara pribadi maupun bersama, dalam segala jenjang. OMK Indonesia perlu bekerja sama dengan semua pihak yang berkehendak baik, untuk mewujudkan masyarakat yang semakin bermartabat, adil dan sejahtera.Keinginan baik itu menemui banyak tantangan, terutama dalam situasi dan kondisi Indonesia saat ini. Sejak 1997.
Kegiatan ini merupakan Pertemuan OMK se-Indonesia memiliki arti penting. OMK merupakan kekuatan pendorong (driving force) pada masa sekarang maupun masa datang bagi Gereja dan masyarakat yang memerlukan wawasan nasional. Pertemuan tersebut merupakan peluang untuk membuka perspektif OMK agar menjadi lebih luas daripada lingkup paroki dan keuskupan. Pertemuan itu pun diharapkan mempertebal solidaritas, jejaring, dan kesatuan iman Katolik bagi OMK seluruh Indonesia.
Peserta IYD 2012 adalah OMK Indonesia (16-35 tahun, lajang) dan pendampingnya. Mereka tersebar di seluruh Indonesia yang terbagi menjadi 37 Keuskupan.Tiap keuskupan diberi kuota 100 orang peserta. Diusahakan agar komposisi peserta meliputi 50% pria dan 50% perempuan; 90% OMK, 10% pendamping; dan minimal 1 pastor untuk setiap keuskupan. Permohonan kuota khusus dibicarakan antara OC keuskupan dan OC Panitia. IYD 2012 juga melibatkan undangan dari perwakilan orang muda kelima agama lain yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia, serta beberapa tamu undangan dari agama lain serta keuskupan Sabah dan Sarawak.
Kegiatan IYD 2012 ini akan meliputi tiga tahapan, yaitu: Pra-IYD 2012, IYD 2012 dan Pasca-IYD 2012.
Peserta IYD 2012 adalah OMK Indonesia (16-35 tahun, lajang) dan pendampingnya. Mereka tersebar di seluruh Indonesia yang terbagi menjadi 37 Keuskupan.Tiap keuskupan diberi kuota 100 orang peserta. Diusahakan agar komposisi peserta meliputi 50% pria dan 50% perempuan; 90% OMK, 10% pendamping; dan minimal 1 pastor untuk setiap keuskupan. Permohonan kuota khusus dibicarakan antara OC keuskupan dan OC Panitia. IYD 2012 juga melibatkan undangan dari perwakilan orang muda kelima agama lain yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia, serta beberapa tamu undangan dari agama lain serta keuskupan Sabah dan Sarawak.
Kegiatan IYD 2012 ini akan meliputi tiga tahapan, yaitu: Pra-IYD 2012, IYD 2012 dan Pasca-IYD 2012.
A. Tahap Pra-IYD 2012
Tahap Pra-IYD 2012 adalah tahap menjelang berlangsungnya IYD 2012, yang berlangsung pada Agustus 2011 hingga Oktober 2012. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam tahap ini bertujuan untuk:
Kegiatan Pra-IYD 2012, di antaranya adalah penyelenggaraan berbagai ibadat, lomba dan acara-acara kebersamaan lain yang melibatkan OMK seluruh Indonesia, dalam koordinasi dengan keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki. Pra-IYD dimulai pada Agustus 2011 dan berakhir pada 21 Oktober 2012.
B. Tahap IYD 2012
Tahap IYD 2012 adalah tahap yang berlangsung pada 20-26 Oktober 2012 di Kalimantan Barat. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam tahap ini bertujuan untuk:
Tema-tema kegiatan selama IYD 2012:
Hari 1: kita semua bersaudara dalam Kristus
Hari 2: memahami Gereja dan bangsa Indonesia melalui Gereja dan budaya Kalimantan
Hari 3: mengenal keanekaragaman hayati sebagai perutusan kita
Hari 4: menjadi Indonesia untuk dunia (ekologi)
Hari 5: bersatu dalam tantangan zaman (moralitas orang Muda di zaman modern)
Hari 6: diutus kembali untuk membangun peradaban
Alur acara adalah sebagai berikut:
pagi-sore: liturgi (Perayaan Ekaristi, doa-doa devosional), katekese dengan berbagai metode (workshops, story-telling dari peserta terpilih sesuai dengan tema tertentu) serta pelayanan (bakti sosial, kunjungan umat, penghijauan);
sore-malam: festival dan kebersamaan, bahwa acara dalam hari tersebut akan diakhiri dengan renungan dengan berbagai metode (adorasi, sharing kelompok, refleksi pribadi dll.);
sepanjang hari akan dipamerkan hasil lomba, buku dan benda rohani serta suvenir daerah.
Pameran ini berlangsung selama acara IYD 2012.
Kegiatan-kegiatan IYD 2012 adalah:
a. Hari-hari di Keuskupan/Paroki (Days in The Dioceses/Parishes), 22-24 Oktober 2012
Peserta tinggal di Keuskupan-keuskupan Sanggau, Pontianak, Sintang. Mereka tinggal bersama penduduk setempat dan mengalami hidup bersama penduduk tersebut (live in). Peserta juga mengikuti kegiatan di tingkat paroki. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat menjumpai kenyataan yang berbeda dari kenyataannya sehari-hari. Pengalaman yang berbeda itu diharapkan dapat memunculkan semangat hidup kristiani yang menyala di dalam pergulatan hidup, sehingga peserta menjadi siap untuk mengikuti tahap IYD 2012 selanjutnya. Dalam alur see-judge-act, kegiatan di Keuskupan ini adalah tahap ‘see’.
b. Hari-hari di Sanggau, 25-28 Oktober 2012
Peserta dibimbing masuk dalam refleksi dan katekese ajaran Gereja dalam sesi-sesi di Keuskupan Sanggau. Pada tahap ini, peserta mengalami sentuhan langsung dengan Kristus dalam Sabda dan Sakramen serta devosi (jalan salib, adorasi Sakramen Mahakudus), serta peningkatan keterampilan dan pengetahuan dengan aneka lokakarya (liturgi, teknik pendampingan OMK, pengelolaan organisasi, aneka metode pendalaman Kitab Suci, aneka lokakarya mengenai pemeliharaan kutuhan ciptaan/ lingkungan hidup, dsb). Diadakan pula aneka festival, pameran hasil adat budaya, serta pameran panggilan dari ordo/kongregasi/keuskupan dan pameran kelompok-kelompok doa dan serikat-serikat kerasulan Katolik. Dari situ peserta diajak melakukan refleksi atas pengalaman diperkaya dan memperkaya sebagai warga Gereja Katolik dan warga Indonesia. Dalam alur see-judge-act, kegiatan di Sanggau ini adalah tahap ‘judge’.
c. Puncak perayaan IYD 2012 adalah Perayaan Ekaristi secara konselebrasi oleh Para Uskup di Indonesia. Pada 29 Oktober 2012, peserta meninggalkan Sanggau.
C. Tahap Pasca-IYD 2012
Tahap Pasca-IYD 2012 adalah serangkaian kegiatan yang berlangsung setelah IYD 2012. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam tahap ini bertujuan untuk:
Selain lomba, kegiatan Pasca-IYD 2012 juga meliputi kegiatan di keuskupan atau paroki masing-masing peserta. Peserta dibimbing untuk merancang tindakan nyata untuk menggemakan inspirasi yang mereka peroleh selama kegiatan IYD 2012 di keuskupan/paroki masing-masing. Dalam alur see-judge-act, tahap Pasca-IYD 2012 adalah tahap act.
Semoga IYD 2012 yang pertama kalinya diselenggarakan ini menjadi permulaan semangat bangunnya Orang Muda Katolik untuk benar-benar menjadi 100 % Katolik dan 100% Indonesia. Amin
Salam (NA)
Diolah Dari berbagai Sumber :
Situs Resmi IYD 2012 : http://www.indonesianyouthday.net/
Situs orangmudakatolik.net : http://www.orangmudakatolik.net/iyd-2012/
Semoga IYD 2012 yang pertama kalinya diselenggarakan ini menjadi permulaan semangat bangunnya Orang Muda Katolik untuk benar-benar menjadi 100 % Katolik dan 100% Indonesia. Amin
Salam (NA)
Diolah Dari berbagai Sumber :
Situs Resmi IYD 2012 : http://www.indonesianyouthday.net/
Situs orangmudakatolik.net : http://www.orangmudakatolik.net/iyd-2012/
Blogger, celoteh
Berdasarkan apa yang kutulis pada "My Profil" Bahwa :
Blog ini terlahir 4 Juli 2011, Blog ini sebenarnya adalah blog ketiga saya, setelah kedua blog saya sebelumnya gagal, yang pertama gagal karena jarang sekali di Update, yang kedua ( Klik Disni Untuk Melihat ) karena di banned oleh Om Google, dan yang ketiga ini saya mencoba membangun kembali blog saya, semoga pondasi saya semakin kuat setelah belajar dari kedua kegagalan sebelumnya.Blog ini akan resmi saya rilis terhitung25 Juli 2011.
Jadi Blog ini sebenarnya merayakan ulang tahun perdananya pada tanggal 25 Juli 2012, berhubung beberapa kendala seperti ketiadaan koneksi, baru pada malam ini saya sempat posting tentang Ulang Tahun Blog ini.
Saya sebagai Owner dan Admin sekaligus, mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN untuk blog saya tercinta ini "KATA NATALIUS"
Selama setahun banyak jatuh bangun dalam memperjuangkannya, mempertahankannya agar tetap eksis walaupun akhir-akhir ini saya menelantarkannya. Salam ( NA )
- Diriku Sendiri : Kemampuanku, akumenghargai kemampuan dan segala hal yang telah kubuat, dan berharap dengan segala kemampuanku aku dapat membuat orang lain lebih menghargai aku.
- Keluarga : Kedua orang tuaku dan NAFA, adalah orang-orang yang sangat kucintai, aku bangga hidup di keluarga ini, aku bangga memiliki mereka. Karena hanya mereka yang selama ini tulus mencintai dan menghargai aku dan memberikan aku kesempatan menjadi aku yang ku ingin.
- Indonesia : Hanya satu yang kuhargai dari Indonesia, para pejuang yang merebut kemerdekaan ini dari tangan penjajahan, selebihnya saya rasa belum pantas saya hargai, sebab dibalik karya mereka mereka masih menuntut ada timbal balik untuk diri mereka, contoh : pemerintah dan para wakil-wakil rakyat. Ketulusan mereka ? Bulsyit...
- Kehidupan : Kehidupan adalah mahakarya Tuhan yang tak terbantahkan keagungan-Nya. Kumenghargai hidupku sebagai sesuatu yang bernilai, aku akan menyesal hingga ke akhir hayatku jika aku mengabaikan setiap detik dalam perjalanan kehidupannku.
Blogger, celoteh, Internet, Opini, Pemikiran Diri, Tumpahan Rasa
Tulisan ini saya luncurkan untuk ikut berkolaborasi di dalam programnya pak Bukik, seorang blogger yang saya kenal melalui blognya bukik.com. "Bukik Bertanya" adalah semacam tulisan hasil wawancara pak Bukik dengan para narasumbernya, nah kali ini saya bertindak selaku narasumber pak Bukik. Mengapa saya tertarik menjadi narasumber pak Bukik? Karena saya ingin ikut serta menyebarkan inspirasi kepada siapapun yang membaca tulisan saya ini, dan menjadi suatu refleksi buat diri saya.
Natalius Abidin
Pernah suatu ketika saya memperkenalkan diri saya kepada seseorang, saya dengan tegas menyebutkan nama saya, Natalius Abidin. Tetapi respon yang diberikan oleh orang tersebut bukan menyebutkan namanya juga kepada saya, tetapi ia malah mengajukan sebuah pertanyaan, "Anda seorang Kristiani atau Muslim ? Nama anda membuat saya bingung." Saya membatin sejenak, "Apa iya nama saya membuat orang bingung?"
Saya mencoba menganalisa kebingungan orang tersebut, Natalius adalah nama khas orang Kristen/Kristiani, sedangkan Abidin adalah nama yang biasanya dipakai oleh orang Muslim, mungkin sangat jarang orang beragama lain memakai nama ini. Lantas saya pun mengerti atas kebingungan orang tersebut, jika dari nama orang biasanya dapat menebak agama seseorang, sebagai contoh : Paulus Adi, sudah barang tentu orang ini seorang Kristen/Kristiani. Atau, Muchammad Abidin, anda sudah tahu orang ini adalah seorang Muslim. Nah kalo Natalius Abidin ? Akh, mengapa mempermasalahkan nama saya, toh saya sendiri bangga akan nama saya tersebut, saya merasa menjadi gambaran pluralisme yang ada di Indonesia ini.
Mempermasalahkan nama, nama saya sejak saya lahir hingga sekarang hanya itu saja, terbukti dengan Akta Kelahiran Saya, ijasah-ijasah saya, maupun KTP saya, nama saya hanya Natalius Abidin. Tetapi untuk nama panggilan mungkin ada dua versi. Versi pertama yang umum dipakai oleh keluarga dan teman-teman sepergaulan saya adalah "Natal" ya, itu karena diambil atau kependekan dari nama asli saya, namun terkadang ada juga teman yang memanggil dengan "Lius" ataupun "Din". Versi Kedua adalah nama Online saya, dulu saat saya mengenal yang namanya "Internet Relay Chatting" atau IRC saya punya nickname yang cukup nyeleneh yakni : Bakwan, atau saya buat agak keren sedikit menjadi B_Wan, saya lupa kenapa saya memilih nama ini sebagai nickname saya, hingga sekarang saya sering juga dipanggil "Wan" oleh teman-teman di dunia maya.
Lalu siapa seorang Natalius Abidin ? Saya hanya seorang lelaki yang berasal dari pedalaman Kalimantan Barat yang menjalani hidup yang katanya keras ini, yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa. Anak pertama dari empat bersaudara yang kesemuanya adalah laki-laki, kami empat bersaudara punya nama khusus yakni NAFA, yang merupakan kependekan dari Natalius, Andreas, Fidelis dan Aristo, sehingga jangan heran bila melihat tulisan NAFA di setiap pojok rumah kami, ataupun disetiap barang yang ada di rumah kami.
Ibuku Wanita Sesungguhnya
Siapa wanita terbaik di dunia ini? Tidak ada wanita lain selain ibuku, ia adalah wanita terbaik yang pernah kukenal. Ia wanita satu-satunya dalam keluarga kami, ia petarung kehidupan sejati dan ia wanita yang sesungguhnya.
Demi membantu keadaan ekonomi keluarga kami ibu rela bekerja apa saja, banyak pekerjaan yang ia lakoni yang kuingat semenjak aku kecil hingga aku berumur 24 tahun sekarang ini, sebut saja menjadi tukang cuci pakaian orang lain, menjadi penjual sayur dan makanan ringan, dan menjadi penjaja makanan keliling yang berjualan ke kampung-kampung sekitar tempat tinggal saya, ia tak dapat mengendarai sepeda motor, tetapi ada ayah saya yang setia mengantarkannya berjualan kemana saja, tak hanya makanan yang dijaja olehnya, menjadi penjaja keliling pakaian bekas yang masih layak pakai pun pernah dilakoninya dulu. Ia juga pernah bekerja sebagai juru masak di tempat orang lain.
Suatu ketika saya menggilir ayah saya mengantarkan ibu berjualan keliling, saya duduk di atas motor sambil menunggu ibu saya berjualan, naik ke rumah-rumah warga, satu-persatu. Ketika keranjang jualannya sudah kosong ia berjalan ke arah saya, dan hendak memerintahkan saya untuk membawanya pulang kerumah. saya melihat ada sukacita yang begitu besar terpancar dimatanya, "Tal, dah kita pulang, jualan sudah habis." Di sekujur tubuhnya saya melihat kucuran keringat yang begitu deras hingga membasahi baju yang ia kenakan saat itu, batinku tersentuh seketika, perasaan ini bergetar dan saya semakin mengagumi sosok beliau, betapa kerasnya perjuangan beliau demi mencari nafkah untuk kami keempat anaknya "Ibu, maafkan aku, ku jarang sekali menghargaimu, aku anak yang nakal". Dengan kejadian ini aku selalu ingat dalam hidupku dan kutanamkan di hatiku : "Ibuku seorang wanita, ia mampu berjuang melawan kerasnya hidup, kenapa aku yang seorang lelaki seringkali mudah menyerah?" I LOVE YOU IBU, I LOVE YOU AYAH.
Kejadian-kejadian Yang Mengubah Hidupku
Pada tahun 2005, atau tepatnya aku sedang duduk di bangku SMA kelas 3 suatu kejadian pahit kualami, kualami kegagalan terbesar dalam sejarah hidupku. Mungkin ini karena kejumawaanku, kesombonganku pada diri sendiri. Selama 12 tahun menempuh pendidikan dasar dan menengah, aku bisa dikatakan termasuk anak yang bisa dikatakan lumayan, sejak SD hingga kelas 3 SMA posisi terendahku adalah ranking ke-5 di kelas, bahkan aku pernah sebagai juara kelas untuk beberapa tahun berturut-turut ketika SD. Berangkat dari hal inilah aku terlalu merasa yakin akan lulus dalam ujian akhir SMA, aku merasa sangat yakin hingga melalaikan tugasku sebagai seorang pelajar, yakni belajar dengan giat. Aku melalaikan tugasku itu saat menjelang ujian akhir. Saat pengumuman kelulusan hasil apa yang aku terima? aku dinyatakan "TIDAK LULUS." Sungguh aku menyesal dengan hasil yang mengecewakan ini, dan mungkin ini juga yang menjadi tonggak semangatku untuk lulus di ujian ulangan bagi yang tidak lulus di ujian akhir yang petama (Pada tahun ajaran 2004/2005 ujian akhir susulan diadakan bagi yang tidak lulus pada ujian pertama)
Setelah lulus dari bangku SMA, saya tidak melanjutkan pendidikan saya lagi ke perguruan tinggi, hal ini karena saya ingin merasakan dunia kerja, oleh karena itu saya mencari pekerjaan dan akhirnya saya bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit selama hampir 2 tahun hingga tahun 2007. Selama bekerja disitu ada banyak hal yang mampu mengubah cara berpikir saya, yang dulunya sebagai ABG yang maunya enak sendiri dan tinggal menadahkan tangan menerima uang jajan dari orangtua, sejak bekerja disitu saya melihat banyak anak usia sekolah dasar yang bekerja separuh waktu sepulang sekolah di perkebunan untuk mencari uang jajan sendiri, mereka tak pernah meminta uang jajan pada orang tuanya.
Setelah bekerja kurang lebih 2 tahun, pada 2007 saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi saya, dan di saat saya telah duduk dibangku kuliah saya mengenal dunia online. Dunia ini mengubah pemikiran saya lagi, ternyata ada banyak yang dapat dilakukan untuk menjadi seseorang yang dikenal oleh dunia luar, tidak mesti tampil di televisi atau di radio, wahaha... saya pernah bermimpi menjadi orang terkenal lho, dan saya bukanlah orang bertampang layak untuk mejeng di TV atau majalah, oleh karena itu saya memilih dunia online untuk mempromosikan diri saya, termasuk lewat Blog dan berbagai media sosial lainnya.
Selama Hidupku Yang Paling Kuhargai Adalah :
Mempermasalahkan nama, nama saya sejak saya lahir hingga sekarang hanya itu saja, terbukti dengan Akta Kelahiran Saya, ijasah-ijasah saya, maupun KTP saya, nama saya hanya Natalius Abidin. Tetapi untuk nama panggilan mungkin ada dua versi. Versi pertama yang umum dipakai oleh keluarga dan teman-teman sepergaulan saya adalah "Natal" ya, itu karena diambil atau kependekan dari nama asli saya, namun terkadang ada juga teman yang memanggil dengan "Lius" ataupun "Din". Versi Kedua adalah nama Online saya, dulu saat saya mengenal yang namanya "Internet Relay Chatting" atau IRC saya punya nickname yang cukup nyeleneh yakni : Bakwan, atau saya buat agak keren sedikit menjadi B_Wan, saya lupa kenapa saya memilih nama ini sebagai nickname saya, hingga sekarang saya sering juga dipanggil "Wan" oleh teman-teman di dunia maya.
Lalu siapa seorang Natalius Abidin ? Saya hanya seorang lelaki yang berasal dari pedalaman Kalimantan Barat yang menjalani hidup yang katanya keras ini, yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa. Anak pertama dari empat bersaudara yang kesemuanya adalah laki-laki, kami empat bersaudara punya nama khusus yakni NAFA, yang merupakan kependekan dari Natalius, Andreas, Fidelis dan Aristo, sehingga jangan heran bila melihat tulisan NAFA di setiap pojok rumah kami, ataupun disetiap barang yang ada di rumah kami.
Ibuku Wanita Sesungguhnya
Siapa wanita terbaik di dunia ini? Tidak ada wanita lain selain ibuku, ia adalah wanita terbaik yang pernah kukenal. Ia wanita satu-satunya dalam keluarga kami, ia petarung kehidupan sejati dan ia wanita yang sesungguhnya.
Demi membantu keadaan ekonomi keluarga kami ibu rela bekerja apa saja, banyak pekerjaan yang ia lakoni yang kuingat semenjak aku kecil hingga aku berumur 24 tahun sekarang ini, sebut saja menjadi tukang cuci pakaian orang lain, menjadi penjual sayur dan makanan ringan, dan menjadi penjaja makanan keliling yang berjualan ke kampung-kampung sekitar tempat tinggal saya, ia tak dapat mengendarai sepeda motor, tetapi ada ayah saya yang setia mengantarkannya berjualan kemana saja, tak hanya makanan yang dijaja olehnya, menjadi penjaja keliling pakaian bekas yang masih layak pakai pun pernah dilakoninya dulu. Ia juga pernah bekerja sebagai juru masak di tempat orang lain.
Suatu ketika saya menggilir ayah saya mengantarkan ibu berjualan keliling, saya duduk di atas motor sambil menunggu ibu saya berjualan, naik ke rumah-rumah warga, satu-persatu. Ketika keranjang jualannya sudah kosong ia berjalan ke arah saya, dan hendak memerintahkan saya untuk membawanya pulang kerumah. saya melihat ada sukacita yang begitu besar terpancar dimatanya, "Tal, dah kita pulang, jualan sudah habis." Di sekujur tubuhnya saya melihat kucuran keringat yang begitu deras hingga membasahi baju yang ia kenakan saat itu, batinku tersentuh seketika, perasaan ini bergetar dan saya semakin mengagumi sosok beliau, betapa kerasnya perjuangan beliau demi mencari nafkah untuk kami keempat anaknya "Ibu, maafkan aku, ku jarang sekali menghargaimu, aku anak yang nakal". Dengan kejadian ini aku selalu ingat dalam hidupku dan kutanamkan di hatiku : "Ibuku seorang wanita, ia mampu berjuang melawan kerasnya hidup, kenapa aku yang seorang lelaki seringkali mudah menyerah?" I LOVE YOU IBU, I LOVE YOU AYAH.
Kejadian-kejadian Yang Mengubah Hidupku
Pada tahun 2005, atau tepatnya aku sedang duduk di bangku SMA kelas 3 suatu kejadian pahit kualami, kualami kegagalan terbesar dalam sejarah hidupku. Mungkin ini karena kejumawaanku, kesombonganku pada diri sendiri. Selama 12 tahun menempuh pendidikan dasar dan menengah, aku bisa dikatakan termasuk anak yang bisa dikatakan lumayan, sejak SD hingga kelas 3 SMA posisi terendahku adalah ranking ke-5 di kelas, bahkan aku pernah sebagai juara kelas untuk beberapa tahun berturut-turut ketika SD. Berangkat dari hal inilah aku terlalu merasa yakin akan lulus dalam ujian akhir SMA, aku merasa sangat yakin hingga melalaikan tugasku sebagai seorang pelajar, yakni belajar dengan giat. Aku melalaikan tugasku itu saat menjelang ujian akhir. Saat pengumuman kelulusan hasil apa yang aku terima? aku dinyatakan "TIDAK LULUS." Sungguh aku menyesal dengan hasil yang mengecewakan ini, dan mungkin ini juga yang menjadi tonggak semangatku untuk lulus di ujian ulangan bagi yang tidak lulus di ujian akhir yang petama (Pada tahun ajaran 2004/2005 ujian akhir susulan diadakan bagi yang tidak lulus pada ujian pertama)
Setelah lulus dari bangku SMA, saya tidak melanjutkan pendidikan saya lagi ke perguruan tinggi, hal ini karena saya ingin merasakan dunia kerja, oleh karena itu saya mencari pekerjaan dan akhirnya saya bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit selama hampir 2 tahun hingga tahun 2007. Selama bekerja disitu ada banyak hal yang mampu mengubah cara berpikir saya, yang dulunya sebagai ABG yang maunya enak sendiri dan tinggal menadahkan tangan menerima uang jajan dari orangtua, sejak bekerja disitu saya melihat banyak anak usia sekolah dasar yang bekerja separuh waktu sepulang sekolah di perkebunan untuk mencari uang jajan sendiri, mereka tak pernah meminta uang jajan pada orang tuanya.
Setelah bekerja kurang lebih 2 tahun, pada 2007 saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi saya, dan di saat saya telah duduk dibangku kuliah saya mengenal dunia online. Dunia ini mengubah pemikiran saya lagi, ternyata ada banyak yang dapat dilakukan untuk menjadi seseorang yang dikenal oleh dunia luar, tidak mesti tampil di televisi atau di radio, wahaha... saya pernah bermimpi menjadi orang terkenal lho, dan saya bukanlah orang bertampang layak untuk mejeng di TV atau majalah, oleh karena itu saya memilih dunia online untuk mempromosikan diri saya, termasuk lewat Blog dan berbagai media sosial lainnya.
Selama Hidupku Yang Paling Kuhargai Adalah :
![]() |
| Sumber Gambar : KLIK DISINI |
Aku tinggal di sini, di Kalimantan, tanah tempatku dilahirkan dan menghabiskan seluruh waktu dihidupku, aku sama seperti hutan di Kalimantan ini, semakin hari semakin tandus. Aku merasa diriku ini kaya, bukan bermaksud menyombongkan diri, Tuhan menciptakan aku dengan segala kenikmatan ini, segala kesempurnaan ini, Puji Syukur kepada Tuhan yang telah memberikan aku otak untuk berpikir, seluruh anggota tubuh yang tiada cacat dan cela. Walau aku memiliki tubuh yang kurang ideal, kecil dan ceking, jauh dari apa yang disebut Lelaki Ideal.
Aku ini Hutan yang semakin gersang dan tandus. Semakin hari semakin bertambah umurku, semakin ku kehilangan setiap jengkal waktu, semakin rusak dan menua anggota tubuhku. Kehidupan telah menggerogotiku setiap saat, bagaikan Hutan yang digerogoti oleh manusia. Hutan adalah sumber penghidupan bagi manusia dan segala makhluk hidup didalamnya, begitupun aku, aku adalah segala sumber bagi kehidupanku kedepan, tak ada yang dapat menentukan jalan hidupku di masa mendatang, selain diriku sendiri.
Indonesia di 2030
Berdasarkan imajinasiku, Saat Indonesia di tahun 2030 aku mendengar berbagai deru mesin dan melihat berbagai bangunan yang mencakar langit. Aku di 2030 merindukan suara burung-burung di langit-langit Kalimantanku dan merindukan lebatnya hutan yang pada pada tahun 2000 masih menjadi tempatku bersembunyi saat aku bermain perang-perangan bersama teman-teman. Ku melihat orang-orang kemana-man menggunakan kendaraan dari baja dan besi, akupun melihat banyak manusia di usia 40an sudah menderita penyakit keropos tulang, karena sudah jarang berjalan 10.000 langkah setiap harinya.
Melihat hal-hal di atas, aku ingin menjadi seseorang yang dapat membuat rumah kecil yang dipekarangannya kutanami beberapa pohon, agar beberapa ekor burung yang bingung mencari tempat untuk hinggap, hinggap di atas pohon tersebut.
Biografiku
Jika ada seseorang yang sudi menulis tentang aku kelak, aku akan meminta kepadanya memberi judul terhadap bukunya tersebut : NATALIUS ABIDIN : Sang Hutan, yang tak ingin gersang
Kekonyolanku
Sebenarnya ada banyak hal konyol dalam hidupku, tetapi maaf tak dapat kuceritakan semuanya disini. Mungkin ada hal yang dapat kubagikan untuk pembaca semuanya, hal konyol ini sebenarnya malu juga untuk diceritakan kepada anda. Suatu hari saat itu kubaru pertama kalinya mengenal yang namanya internet, komputer mungkin sejak SMP aku mengenalnya.
Aku ingat betul hari itu, karena keingintahuanku dan tekad belajarku yang kuat aku memberanikan diri melangkahkan kaki ke warnet terdekat dengan kos-kosan ku. Setibanya di warnet tersebut aku melihat kedalam, ada beberapa komputer yang kosong. aku masuk dan langsung duduk. Seketika ku melihat komputer telah menyala, dan inilah hal konyol itu, aku bingung sekali mengapa layar dihadapanku berbeda sekali dengan layar komputer yang selama ini kukenal, ku klik sana-dan sini tetap saja layarnya seperti itu, bergambar ikan lumba-lumba, hampir setengah jam aku terpaku di layar komputer warnet tersebut. Aku bingung. Melihat gelagatku sang penjaga warnet berjalan menuju ke arahku, aku berpikir aku melakukan sebuah kesalahan dan aku sangat ketakutan jika aku berbuat salah. saat sang penjaga melihat layar komputer dihadapanku ia bertanya, "Bang, mau main internet ya? kok gak dibuka?" aku kelagapan. Ia pun segera mengajariku, "abang klik aja di tulisan "Personal" ini dan terus tulis nama abang dan enter" katanya. "sesudah itu buka aja Mozilla ini, dan ketik saja apa yang ingin abang buka dan cari" lanjut sang penjaga warnet.
Sesudah sang penjaga selesai mengajariku ia kembali ke meja operatornya sambil tersenyum-senyum, aku terlihat sangat bodoh waktu itu.
Konyol, pengalaman yang sangat konyol saat pertama kali aku mengenal internet.
Konyol juga jika anda membaca dari awal menggunakan kata "Saya", eh diakhirnya menggunakan kata "Aku" pada postingan ini, hehe...
Aku ingat betul hari itu, karena keingintahuanku dan tekad belajarku yang kuat aku memberanikan diri melangkahkan kaki ke warnet terdekat dengan kos-kosan ku. Setibanya di warnet tersebut aku melihat kedalam, ada beberapa komputer yang kosong. aku masuk dan langsung duduk. Seketika ku melihat komputer telah menyala, dan inilah hal konyol itu, aku bingung sekali mengapa layar dihadapanku berbeda sekali dengan layar komputer yang selama ini kukenal, ku klik sana-dan sini tetap saja layarnya seperti itu, bergambar ikan lumba-lumba, hampir setengah jam aku terpaku di layar komputer warnet tersebut. Aku bingung. Melihat gelagatku sang penjaga warnet berjalan menuju ke arahku, aku berpikir aku melakukan sebuah kesalahan dan aku sangat ketakutan jika aku berbuat salah. saat sang penjaga melihat layar komputer dihadapanku ia bertanya, "Bang, mau main internet ya? kok gak dibuka?" aku kelagapan. Ia pun segera mengajariku, "abang klik aja di tulisan "Personal" ini dan terus tulis nama abang dan enter" katanya. "sesudah itu buka aja Mozilla ini, dan ketik saja apa yang ingin abang buka dan cari" lanjut sang penjaga warnet.
Sesudah sang penjaga selesai mengajariku ia kembali ke meja operatornya sambil tersenyum-senyum, aku terlihat sangat bodoh waktu itu.
Konyol, pengalaman yang sangat konyol saat pertama kali aku mengenal internet.
Konyol juga jika anda membaca dari awal menggunakan kata "Saya", eh diakhirnya menggunakan kata "Aku" pada postingan ini, hehe...
Kenali passionmu. Kenali misimu. Sebarkan inspirasi.







